
Satu tahun kemudian...
Usia kedua putri Syeilla sudah menginjak 1,4 tahun. Sedangkan usia putra Ariel dan Zia menginjak satu tahun. Usia mereka selisih empat bulan. Auxillia sendiri sedang hamil tua dan sebentar lagi akan melahirkan sedangkan Salma masih dalam proses pembuahan. Begitulah kata dokternya.
Harapan Elka hanya satu. Bisa menyaingi mereka semua. Anaknya pasti ganteng seperti dirinya dan akan cantik seperti istrinya. Kalau sudah besar akan ia jodohkan dengan anak Syeilla ataupun anak Ariel. Dia malas berbesan dengan Dion. Bagi Elka bisa merusak keturunan. Secara Dion suka belekan kalau tidur. Najis banget.
Mereka berkumpul di rumah Ariel untuk merayakan ulang tahun putranya Samudra Dirgantara yang ke satu tahun.
Auxillia dengan perut buncitnya terlihat kesusahan menggambil sepotong kue, Salma segera membantunya untuk mengambilkan makanan tersebut. Dion tersenyum melihat para istri mereka bisa akrab bahkan terlihat sangat menyanyangi satu sama lainnya.
Melihat itu semua membuatnya bercita-cita menjodohkan putrinya dengan putra dari Salma untuk mengikat tali kekeluargaan di antara mereka. Dion melirik sekilas ke arah Elka ya g tampak sedang menikmati makanannya. Seketika pikirannya mengenai perjodohan dan cita-citanya buyar di telan keogahan.
__ADS_1
"Ya gusti, aku menarik kembali perkataannku," bisiknya dengan pelan. Takut si empu badan mendengarnya.
"Ta... ta ... ta ...," kicau putri kedua Syeilla sambil melambaikan tangannya pada Elka.
"Bidadari paman tau aja orang tampan. Sini, Nak," Elka mengambil Callyasta dari gendongan Syeilla. Callyasta tampak senang dalam gendongan Elka.
Karena sejak bayi Elka sering menggendong keduanya saat ia dan istrinya bertandang ke rumah Aiden.
"Ta... Ta... Ta...," kembali bayi kecil tersebut bergumam dengan suara khasnya. Aiden melirik Elka dengan datar. Namun, dalam hati ada rasa bahagia terbersit dalam benaknya. Ia bersyukur masih banyak yang peduli dan mencintai putrinya. Termasuk Elka yang meskioun gesrek tapi tetap pandai menunjukkan kasih sayangnya. Wajar jika kesua putrinya sangat menggemari Elka.
"Sayang, om tampan lagi gendong adikmu. Kamu nanti aja ya," ujar Elka dan tangisan Callia membahana memenuhi ruangan tersebut. Elka merasa bersalah dan langsung mengambil alih Callia dari gendongan Aiden.
__ADS_1
"Cup, cup, cup, maaf ya bidadari. Paman khilaf," kekeh Elka. Tangisan gadis itu pun bergenti membuat mereka bertiga lega. Namun, kembali suara Callista memenuhi ruangan membuat Elka kembali kalang kabut. Pasalnya ia tidak mau sama ayah dan Dion bahkan Ariel pun tidak digubris. Tatapannya hanya tertuju pada Elka.
Syeilla tertawa di pojokan bersama Salma, Zia dan Auxillia. Dengan pelan ia melangkah menuju temoat kedua putrinya berada. Syeilla segera mengambil alih Calliasta dari gendingan Elka karena pria tersebut tampak kerepotan memegang keduanya.
Aiden mendengus sinis melihat Elka, ia mulai beetanya, sebenarnya siapa ayah dari mereka berdua. Aiden atau Elka. Menyebalkan. Pantas saja Dion tidak menyukai Elka, batin Aiden bermonolog nista.
Dirgantara yang duduk anteng di pangkuan Ariel pun menirukan suara kedua bayi yang tadi memanggil Elka. "Tatat.. Tatat... Tarat," gumamnya menbuat Elka syok. Apa maksud nya tatat, jika kedua putri Syeilla memanggilnya dengan Ta... ta... ta... itu karena namanya Elka. Tapi kalau anak Ariel memanggilnya Tatat, apa artinya pantat cucok rowo. Hawanya menjadi seram.
"Calon anak, Papa semoga kamu cepat hadir dan mewarisi kegesrekan papa. Lumayan papa ada temannya." doa Elka dalam hati.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Episode akhir kebanyakan Elka ya,,, sesuai yang autor bilang. Elka akan muncul di akhir makanya partnya kebanyakan Elka. Karena hanya dia yang dunianya masih suram. Kasihan emang. #Plak 😁😁
Eh autor lupa ding. Btw autor udah bahas Dimitri belum yahh aing lupa hahaha. #kebiasaan deh.