LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 35 (S2)


__ADS_3

Auxillia memutuskan untuk memulai karirnya di Inggris, ia akan mendalami kembali dunia fashion di sana sebelum akhirnya kembali ke Rusia.


"Nak, apa harus di Inggris?" tanya Rose dengan sedih. Auxillia tersenyum melihat wajah sedih ibunya.


"Ma, Auxillia pergi hanya satu tahun. Auxillia ingin fokus mengejar apa yang dulu pernah Auxillia genggam ma." ujarnya memberi pengertian.


Mereka semua hanya mampu menghela napas karena jika Auxillia sudah bertekad maka tidak ada siapapun yang bisa menghentikannya.


"Mama harap kamu bisa menjaga diri di sana nak." Rose melepas kepergian Auxillia dengan berat hati. Kepergian Auxillia sendiri sangat dirahasiakan oleh kekuarganya atas permintaan dirinya sendiri. Ia ingin melihat apakah Dion mencintainya atau tidak. Namun jika pada akhirnya cintanya hanya bertepuk sebelah tangan mungkin dia akan menetap di Inggris.


Dion masih memikirkan perkataan Syeilla tempo hari. Benarkah ia telah jatuh cinta pada Auxillia tanpa disadarinya. Lantas jika memang benar, lalu apa yang harus ia lakukan sekarang? Ia benar-benar bingung.


Mau menghubungi nomornya tidak tersimpan di kontak ponselnya, apakah ia harus mendatangi kediaman Auxillia? Namun ia tidak tahu di mana letak rumahnya. Dion menjambak rambutnya dengan frustrasi. Mungkin memang benar kalau ia kini sudah jatuh cinta pada Auxillia.


"Kemana kau?" bisiknya dengan lelah.


"""""''

__ADS_1


Di kediaman Syeilla, sudah satu hari penuh Aiden tidak mau berbicara dengannya. Apa yang harus Syeilla perbuat agar suaminya mau memaafkannya. Ia tidak tahu jika pertemuannya dengan Dion emmbuat suaminya marah separah ini.


Syeilla kembali menangis dalam diam hingga matanya membengkak.


Aiden sendiri masih belum mampu meredam amarahnya, apalagi saat melihat istrinya terlihat mesra dengan Dion. Apakah harus seintim itu untuk ukuran sebuah pertemanan. Ia tidak tau siapa yang mengirimkan foto tersebut namun siapa pun itu ia sangat marah.


"Mas," ujar Syeilla namun tidak digubris sama sekali olehnya.


"Mas." kembali Syeilla memanggilnya namun Aiden seolah tidak peduli sama sekali. Rasa cemburu dan amarah membakar dadanya.


Syeilla berbaring disamping Aiden sambil menutuo matanya dengan rapat, sedetik kemudian ia berteriak kencang.


Aaaaaaaaaaa........!!!


Teriak Syeilla hingga mebuat Aiden kaget, ia segera membalikkan tubuhnya ke arah Syeilla yang sudah menangis histeris dipelukannya. Bahu Syeilla tampak bergetar dan memeluk tubuh Aiden dengan erat. Aiden mengelus lembut punggung Syeilla sambil mengucapkan kata maaf.


"Maaf sayang, maaf." bisik Aiden sambil menenangkan Syeilla. Ia mengutuk dirinya sendiri yang sudah mengabaikan istrinya. Ia bodoh, suami bodoh. Ia memakan umpan yang diberikan oleh orang lain dan berimbas pada istrinya.

__ADS_1


"Maaf sayang." bisik Aiden dengan lembut. Ia tidur sambil memeluk Syeilla dengan erat. Tangan kokohnya melingkar di pinggang ramping istrinya sebagai pelindung agar Syeilla merasa aman.


Aiden menutup matanya karena malam sudah kian larut. Ia tidur dalam damai tanpa ada pikiran macam-macam menghantui benaknya.


Syeilla tersenyum dibalik selimut yang membungkus tubuh keduanya. Ia tidak suka jika suaminya marah dan mendiamkannya. Ia tidak ingin kisah kelam menghantui masa depan pernikahannya. Sudah cukup semua yang pernah terjadi pada rumah tangganya di masa lalu. Ia pun mengikuti Aiden ke alam mimpi.


Usia kandungan satu bulan masih rentan keguguran, Syeilla tidak ingin kehilangan bayinya untuk yang kedua kalinya. Ia akan menjaganya dengan sepenuh hati.


❤❤❤❤❤


Kalian tau nggak konflik yang aku maksudkan apa??


Nggak tau yakkk...


Hahahha makanya jangan terkecoh.


Aku kan suka sengklek sikit beb...

__ADS_1


__ADS_2