
Pliss jangan ada yang ngeluh kenapa penjahatnya nambah lagi karena kalian akan segera mengerti di next capt nya
*******
Seorang lelaki sedang menatap benci pigura seorang wanita yang ia letakkan di dinding kamarnya. Bahkan tidak hanya satu poto yang ia pajang disana tapi banyak.
"Aku tidak akan pernah puas sampai kau menemui ajalmu Syeilla" ujarnya lalu sedetik kemudian ia tertawa dengan keras.
"Ah tapi aku penasaran dengan reaksimu kalau tau kedua bayimu sudah mati. Pasti akan seru"
Dion Angkasa Putra adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ia dilahirkan dari keluarga kaya raya dan memiliki tunangan cantik bernama Alisa Maharani. Alisa Maharani adalah seorang model yang baru naik daun namun sayang di usianya yang masih muda yakni 24 tahun harus mengubur harapannya menjadi top model karena ia kalah cantik dengan Syeilla Aretha Zayna. Saingannya dalam dunia permodelan.
Ya, Syeilla adalah mantan seorang model papan atas namun bukan di dalam negeri melainkan di luar negeri begitu pula dengan Alisa. Mereka merintis karir di Amerika Serikat.
Tidak banyak yang tau kiprah Syeilla di dunia model karena ia memang menyembunyikan identitas aslinya.
Flashback
Petaka itu pun dimulai saat Alisa mengikuti pemilihan untuk top model yang akan menjadi model di salah satu majalah paling bergengsi di Amerika yakni Vogue namun sayang impiannya harus kandas karena yang terpilih saat itu adalah Syeilla. Amarahnya pun tak lagi bisa ia bendung karena dimana pun Syeilla berada ia selalu menjadi penghalang untuk Alisa dalam meniti karirnya.
"Aku tidak bisa menerima kekalahan ini" teriak Alisa sambil melempar barang apa saja yang bisa dijangkaunya.
Kemudian handphone nya berbunyi dan ia melihat nama tunangannya yang tertera di aplikasi wattsap. Ia segera mengangkatnya sambil menangis.
"Halo sayang, bagaimana pemilihannya? Apa berhasil?" tanya Dion dengan wajah bahagianya. Namun ia melihat wajah murung kekasihnya di seberang sana.
"Ada apa sayang? Apa terjadi sesuatu?" tanya nya dengan khawatir. Namun tidak kunjung dijawab oleh Alisa.
"Sayang bicaralah" ujar Dion dengan khawatir.
"Aku tidak bisa seperti ini Dion. Aku tidak bisa" ujarnya setelah lama tidak bersuara.
"Apa maksudmu sayang?" tanya Dion kembali khawatir saat melihat wajah putus asa kekasihnya. Andai ia berada satu negara dengan Alisa ia pasti sudah datang ke apartemen wanita itu tapi kini ia berada di Indonesia.
"Aku sudah memimpikannya cukup lama Dion tapi seseorang merebut impianku yang sudah aku bangun beberapa tahun ini, bagaimana bisa aku hidup sekarang Dion" tangis Alisa dengan sedih. Ia kembali melempar kaca riasnya lalu mengambil nya dan mengarahkannya pada nadinya. Dion sudah teriak histeris lalu "Sayang apa yang kau lakukan" teriak Dion dari seberang sana.
__ADS_1
"Aku tidak bisa lagi hidup seperti ini Dion. Impian ku sudah hancur" ujar Alisa sambil tersenyum lemah menatap mata Dion yang sudah hampir menangis di tempatnya.
"Jangan bertindak bodoh" teriak Dion dengan marah namun kembali hanya sebuah senyuman kecil yang diberikan Alisa padanya.
"Kita akan mencari solusinya sayang. Aku berjanji padamu akan membalasnya untukmu. Aku juga bersedia membunuhnya untukmu" ujar Dion mencoba menenangkan kekasihnya.
"Kalau kau ingin membalaskan sakit hatiku pada orang yang sudah menghancurkan aku, namanya Syeilla. Sayang lamat tinggal sayang" ia pun menggoreskan kaca tajam tersebut ke arah nadinya dan tubuh itupun jatuh ke lantai dengan berlumuran darah.
"Alisa" teriak Dion histeris. Ia memukul semua yang ada di depannya hingga menimbulkan keributan dan membuat semua orang masuk ke kamarnya.
"Ada apa nak" tanya mamanya dengan khawatir.
Dion menatap wajah mamanya dengan berlinang air mata.
"Alisa ma... " ujarnya dengan sedih.
"Alisa kenapa nak" tanya mamanya dengan khawatir. Karena seumur-umur ia tidak pernah melihat putranya menangis seperti sekarang.
"Alisa sudah pergi ma. Alisa bunuh diri"
"Mama" teriaknya dengan histeris dan kedua tangannya pun mengepal dengan erat.
"Aku akan ke Amerika malam ini juga pa" ujar Dion dengan sedih. Tidak ada lagi semnagat dalam dirinya karena semua sudah di renggut oleh wanita yang bernama Syeilla. Maka dari itu ia akan membalaskan dendam kekasihnya.
"Apa kamu sudah gila. Mana ada lagi pesawat jam segini" ujar papanya bingung dengan jalan pikiran putranya.
"Aku akan terbang dengan jet pribadi milik temanku pa. Papa jaga mama aku akan menjemput Alisa"
Ia pun segera pergi dan temannya sudah menunggunya di suatu empat.
"Apa sudah siap" tanya temannya saat Dion sudah sampai kesana.
"Sudah" jawab Dion singkat.
Mereka pun segera terbang dengan pilot terbaiknya menuju negeri paman Syam.
__ADS_1
"Apa yang membawamu sampai jauh-jauh terbang ke Amerika" tanya temannya yang bernama Tommy.
"Tunanganku bunuh diri" ujar Dion singkat.
"Apa? Bagaimana bisa. Bro aku turut berbela sungkawa atas semua yang terjadi pada tunanganmu" ujar Tommy dengan sedih.
"Tidak masalah bro karena kedatanganku tidak hanya menjemput Alisa melainkan untuk membalaskan dendamnya Alisa pada seorang wanita" desis Dion dengan amarah yang masih memuncak.
"Kalau kau butuh bantuan katakan saja padaku bro" ucap temannya saat mereka sudah sampai di bandara.
"Terima kasih banyak bro" ucap Dion dan berlalu pergi dari sana setelah mendapatkan anggukan kepala dari Tommy.
"Aahhhhh" teriak seseorang saat menemukan tubuh kaku Alisa yang tangannya sudah di lumuri darahnya.
Salah satu pembantu yang biasanya akan membersihkan apartemen Alisa paginya.
Ia segera menepon polisi setempat dan polisi pun sudah datang kesana dan beberapa karyawan ikut meliput berita tersebut hingga kabar itu pun menyebar ke seantero Amerika dengan cepat sampai menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
"Apa dia sudah gila dengan mengakhiri hidupnya yang cemerlang" ujar beberapa tetangganya yang mengetahui pekerjaan Alisa sebagai model yang sedang naik daun.
"Dengar-dengar dia gagal menjadi top model. Bisa saja kan ia frustrasi karena hal itu" ucap yang satunya lagi dengan sinis.
"Wah itu kan memang impiannya dari dulu" beritahu yang satunya lagi pada keduanya.
"Kalai begitu aku juga pasti akan melakukan hal yang sama"
Dion sendiri sudah sampai di sana dengan napas yang memburu. Ia juga mengepalkan tangannya saat mendengar penuturan ketiganya. Ia segera masuk ke tempat TKP dan mengatakan pada polisi tersebut bahwa ia adalah tunangannya dan akan membawa nya kembali ke tanah kelahirannya yakni Indonesia dan polisi pun memberi ijin karena kasus ini murni bunuh diri.
Sebuah panggilan video masuk dari papanya yang terlihat sedang menangis. Ia pun terheran-heran dan hendak bertanya namun lidahnya dibuat kelu.
"Mama mu sudah meninggal pagi tadi pukul 05:30 di Rumah Sakit Harapan Bunda" ujar papanya dengan sedih. Dan untuk kedua kalinya ia kehilangan dua wanita yang sangat ia cintai dalam hidupnya hanya dalam waktu dekat.
"Syeilla Aretha Zayna. Kau sudah merenggut dua wanita yang sangat berarti dalam hidupku maka aku juga akan merenggut apa yang menjadi milikmu. Aku bahkan tidak akan pernah puas sampai kau menemui ajalmu" desisnya dengan tajam penuh dendam.
Note: kalau ada kesalahan dalam penulisan biaskaan jangan nyinyir tapi dikritik dengan cara memberi tahu bukan dengan cara merendahkan.
__ADS_1
❤❤❤❤❤