
Pagi harinya Syeilla sedang menanam beberapa bunga krisan dengan berbagai warna mulai dari merah, kuning, ungu muda, pink dan putih. Ia akan membuat kebun bunga mini untuknya sedangkan Aiden sudah pergi ke kantor dan akan pulang pada siang harinya untuk makan bersama istri tercintanya.
Setelah selesai dengan aktivitasnya ia segera mencuci tangannya lalu mandi dan memasak beberapa makanan kesukaan Aiden. Hari ini ia berencana untuk membawa makanan ke kantor Aiden agar tidak perlu kembali ke rumah mengingat jarak kantornya lumayan jauh.
Menu yang ia masak pun terbilang simpel seperti sayur bening, cumi asam manis pedas, ikan goreng sambal kecap dan puding susu jeli. Ia segera menyiapkannya dalam sebuah tuperware bertingkat. Setelah selesai memesan ojol dan segera pergi menuju kantor suaminya.
"Selamat siang ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang resepsionis sesampainya ia disana.
"Saya ingin bertemu dengan pak Aiden." jawab Syeilla sambil tersenyum lembut.
"Ibu ini siapanya?" tanya resepsionis itu kembali dengan sopan.
"Saya istrinya." jawab Syeilla.
"Maafkan saya bu karena sudah lancang." ujarnya dengan takut sedangkan Syeilla hanya tertawa melihat betapa sopannya perempuan yang bekerja di bagian resepsionis perusahaan suaminya.
"Sayang." teriak sebuah suara dari arah lift saat ia baru saja keluar dari liftnya dan tanpa sengaja melihat sosok istrinya sedang berbincang dengan karyawannya.
"Mas." ujar Syeilla dengan lembut.
"Kenapa tidak menelpon saya jika istri saya datang." ujar Aiden dengan kesal.
"Maaf pak saya tidak tau jika ibu ini istri bapak." jawabnya dengan sopan sambil menunduk takut.
"Mas sudahlah dia kan nggak tau.. Permisi ya." Syeilla pun segera pergi bersama suaminya menuju ruangan Aiden.
"Sstt itu tadi istrinya pak bos?" tanya seorang karyawan dengan kepo yang kebetulan lewat dan mencuri dengar semuanya.
"Iya. Istri pak bos baik dan lemah lembut." ujar resepsionis tersebut sambil tersenyum.
"Kelihatannya juga baik. Syukurlah." jawab wanita tadi lalu kembali ke ruangannya.
"Kenapa harus mengantar makanan segala sayang hm. Nanti kalau kamu kelelahan bagaimana?" tanya Aiden dengan lembut sambil membawa istrinya ke sofa khusus tamunya.
"Mas aku kan datangnya naik ojol bukannya jalan kaki, lelah dari mananya coba." kekeh Syeilla melihat kekhawatiran suaminya.
"Ya udah besok sayang ikut mas aja ke kantor ya. Sekalian kita makan siang bersama."
"Baiklah suamiku." Syeilla segera membuka tuperwarenya dan Aiden sudah mencak-mencak tak karuan saking wanginya.
__ADS_1
"Wah kelihatannya enak. Apalagi cuminya. Pasti istriku memasak dengan penuh cinta." ujar Aiden dengan senyum bangga.
"Sudah pasti dengan cinta kalau tidak maka rasanya akan sangat hambar mas." kekeh Syeilla melihat keantusiasan suaminya. Aiden menggenggam lembut tangan Syeilla yang sedang menyediakan makanan untuk Aiden hingga kegiatannya pun terhenti.
"Terima kasih banyak sayang. I love you so much." Aiden menatap lembut wajah Syeilla yang sangat menjadi candunya.
"Aku tau mas." balas Syeilla dengan lembut dan melepaskan genggaman tangan suaminya.
"Sekarang suamiku yang tampan harus diberi makan dulu." Syeilla menyuapi suaminya yang masih melihatnya dengan lekat.
Syeilla terus menyuapi suaminya makan sampai lima suap setelah selesai giliran Aiden yang menyuapinya makan.
"Aaaa sayang." ujar Aiden dengan senyuman hangatnya. Syeilla menatap dalam mata suaminya yang sekarang sangat jauh berubah.
Setelah selesai makan Aiden bangkit menuju kursi kebesarannya lalu menghubungi sekretarisnya melalui intercom.
"Batalkan rapat siang ini." ujarnya yang langsung dimengerti oleh sekretarisnya.
"Kenapa harus dibatalkan mas?" tanya Syeilla tidak enak hati. Ia merasa kedatangannya yang menyebabkan suaminya membatalkan rapat yang mungkin sangat penting.
"Tidak perlu dipikirkan sayang. Rapatnya hanya membahas hal kecil. Sekarang kita akan pergi berbelanja kebutuhanmu." seru Aiden tanpa bantahan.
"Mas tapi kebutuhan aku masih banyak di rumah."
"Sayang mas tidak pernah membelikan apapun untukmu selama ini. Mas mohon kita belanja ke mall ya. Mas akan membelikan pakaian yang banyak untukmu."
"Mas aku tidak membutuhkan semua itu karena bagiku dengan kamu mencintaiku saja aku sudah sangat bahagia mas." ucap Syeilla menatap lembut mata suaminya.
"Sayang mas mohon mau ya." Aiden sampai berlutut dihadapan Syeilla hingga Syeilla ikut berlutut dan mengiyakan ajakan suaminya dengan satu syarat.
"Baiklah mas tapi dengan satu syarat ya. Kita beli barang yang benar-benar dibutuhkan." putis Syeilla yang langsung diangguki antusias oleh Aiden.
"Tentu sayang."
Mereka pun sudah berada di pusat perbelanjaan lebih tepatnya sudah berada di depan sebuah toko yang menjual beragam pakaian wanita dengan harga yang cukup mencengangkan.
"Mas akan membelikanmu pakaian yang kamu mau." Aiden mengajak istrinya untuk masuk namun dicegah oleh Syeilla lalu menarik tangan suaminya ke toko yang lebih murah dari sebelumnya.
"Kita belanjanya disini saja ya mas nanti uangnya bisa sekalian kita sedekahkan kepada mereka yang membutuhkan."
__ADS_1
"Baiklah istriku." ujar Aiden dengan lesu namun tetap mengikuti kemauan istrinya. Asal Syeilla senang ia juga ikut senang.
Aiden mengenggam mesra tangan istrinya dan mereka memutari mall dari ujung ke ujung terkadang mereka berhenti karena Syeilla yang kelelahan. Aiden berniat menggendongnya namun ditolak halus oleh Syeilla agar suaminya tidak tersinggung.
"Aiden..." teriak seseorang dari arah depan mereka sontak Syeilla dan Aiden pun menghentikan langkahnya.
"Hai apa kabar?" tanya nya dengan antusias. Matanya masih tetap terpaku pada Aiden tanpa menyadari kehadiran Syeilla disana.
"Saya baik. Perkenalkan ini istri saya." Aiden memperkenalkan Syeilla dengan bangga sambil merangkul pinggang Syeilla dengan erat.
"Oh hai saya Siska mantannya Aiden." ucapnya berharap Syeilla akan cemburu padanya namun Syeilla membalasnya sambil tersenyum.
"Saya Syeilla istri mas Aiden. Senang bertemu dengan anda." raut wajah Siska bahkan sudah berubah masam karena Syeilla tidak terlihat cemburu padanya.
"Kalau begitu kami permisi dulu. Istri saya sangat rewel karena sedang mengandung. Ayo sayang." ajak Aiden dan berlalu meninggalkan Siska yang sudah kesal disana.
"Menyebalkan." ujarnya lalu melangkah oergi dari sana.
"Sayang dia bukan siapa-siapa nya mas kok."
"Aku lebih percaya pada suamiku daripada orang lain mas. Lagi pula mana mungkin kamu menyukainya dilihat dari penampilannya saja dia jelas bukan tipemu." kekeh Syeilla sambil menjawil hidung mancung suaminya.
"Lalu tipe mas yang seperti apa?" tanya Aiden dengan antusias.
"Seperti Jeslyn mungkin." jawab Syeilla tanpa sadar. Raut wajah Aiden pun berubah sendu saat jawaban istrinya tidak sesuai dengan ekspektasinya.
"Maaf sayang karena mengingatkanmu padanya." ujar Aiden dengan sedih. Sontak Syeilla memukul bibirnya dengan pelan karena baru menyadari perkataannya telah melukai hati suaminya.
Syeilla memeluk Aiden dari samping sambil mengumamkan kata maaf.
"Maaf mas aku tidak bermaksud mengingatkanmu padanya."
"Tidak sayang, mas sedih bukan karena teringat padanya tapi mas sedih karena mas banyak menorehkan luka di hatimu bahkan menyakitimu dengan sangat dalam. Maafkan mas sayang." lirih Aiden dengan pelan.
"Mas sudahlah, kita jadikan semua yang sudah lalu menjadi sebuah pelajaran dan sekarang kita hanya fokus menuju masa depan."
"Terima kasih atas semua cinta dan maafmu sayang. I love you." bisik Aiden dengan lembut sambil membawa Syeilla ke pelukannya. Banyak mata yang menatap iri ke arah mereka terlebih wajah Aiden yang tampan dan Syeilla yang cantik. Perpaduan yang sangat sempurna.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Guys maaf ya baru up. Autor baru pulang.