LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 57 (Season 3)


__ADS_3

Sekitar pukul tiga pagi, Marten sudah membangunkan Cally yang sedang tertidur nyenyak di ranjangnya. Marten sudah membawa semua hal yang menurutnya penting. Kini ia harus membawa Cally ikut pergi bersamanya. Gadis itu akan menjadi tameng untuknya jika pihak Aiden memburunya.


"Alya, bangun!" Marten mengguncang bahunya dengan gerakan cepat. Tidur lelap Cally pun terasa terganggu oleh sebuah tangan. Ia membuka mata pelan dan menatap heran ke arah Marten yang sudah rapi dengan pakaian hitam.


"Ada apa sih? Pagi-pagi udah bangunin." tanya Cally dengan mata masih setengah sadar. Bahkan arwahnya mungkin masih gentayangan di alam mimpi.


"Jangan banyak nanyak lo! Buruan."


Marten bahkan tidak menunggu Alya memakai jaketnya bahkan mengganti baju sekali pun. Ia menarik gadis itu yang masih menggunakan pakaian tidur yang ia belikan beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


"Kita mau kemana sih?"


Marten terus menarik kasar tangan Cally sampai gadis itu meringis kesakitan akibat cengkaraman kuat dipergelangannya. Dengan terpaksa ia mengikuti langkah lebar Marten saat menuju lift dan turun ke lantai dasar apartemen dan menuju area parkir. Benak Cally mulai memikirkan hal-hal aneh, apa mungkin ia akan segera dibunuh oleh Marten. Mereka masuk ke mobil dan mencoba memberanikan diri bertanya.


"Sebenernya kita mau kemana sih?" tanya Cally sambil memasang seatbel nya. Bahkan wajahnya belum sempat ia bersihkan karena Marten membangunkannya dengan tergesa-gesa.


Marten tidak menjawab peetanyaan Cally. Ia terus memacu kenderaannya dengan kecepatan di atas raya-rata. Mereka seperti sedang dikejar oleh sesuatu saja. Mereka memasuki daerah sepi dan mobil berhenti berjalan. Marten menatap membunuh pada Cally yang kini menatapnya dengan jantung berdegup kencang. Bukan karena menerima lamaran melainkan ia akan menerima sebuah kematian.


"Aku ... aku Alya, memangmya siapa lagi."

__ADS_1


Marten memegang kedua pundak Cally kasar dan menatap mata gadis itu dengan sangat tajam. Tatapan yang tidak pernah dilihat oleh Cally sebelumnya. Ia mengira Marten menculik Alya hanya karena iseng atau sekadar balas dendam semata untuk kedua orang tuanya. Namun, kali ini tatapannya sangat berbeda. Iblis seperti sedang menyelimuti kornea mata warna cokelat terang itu.


"Lo bukan Alya!" Marten menekan kalimatnya dengan nada rendah. Bulu kuduk Cally sampai berdiri kaku ditambah embusan napas Marten seperti bisikan kematian.


Cally tidak tahu harus berbuat apa dalam kondisi seperti ini. Apalagi mereka berada di tempat yang sangat sepi dan gelap. Jika ia kabur sekali pun mungkin ia akan bertemu dengan penjahat yang jauh lebih kejam dari Marten.


"Gue memang bukan Alya," ucap Cally sambil menutup kedua matanya. Meski lutut sidah terasa lemas seperti jelly. Ia akan menerima jika Marten membunuh dan membuangnya.


 

__ADS_1


Halo semuanya para kesayangankuhhhhh.......


apakah Marten akan terjebak cinta sama Cally? atau Cally akan berakhir di tangan Marten. pilihan ada di tangan kalian. 🤣🤣🤣🤣 dasar otor jahat. Becanda gais wkwkkw


__ADS_2