
seperti biasanya, Alya kembali mendiami kamarnya yang dikunci dari luar. Ia berharap akan ada orang yang menyelamatkannya dari sini. Rasa rindu yang menyesakkan dada terhadap sang ibu dan pada pria yang selalu bertahta di hatinya. Ibunya pasti sangat mencemaskannya karena pergi tanpa berpamitan. Kemudian ia teringat dengan Dirga, Alya berharap cowok itu sudah kembali pulih.
"Nevan, semoga kamu baik-baik aja, maaf karena aku pasti membuatmu sangat khawatir."
Alya melayangkan tatapannya pada jendela kamar yang terletak di ketinggian tiga puluh meter. Apartemen Martin sendiri berada di lantai paling akhir bangunan ini. Ia hanya bisa kabur jika melalui jendela tapi ia yakin, begitu kakinya terlepas dari jendela maka jasadnya sudah hancur lebur saat mendarat ke bawah.
Alya menarik napas pelan dan menatap bangunan tinggi dari kejauhan. Kemegahan kota terlihat dari tempatnya sekarang berada.
Suara kunci pintu yang dibuka pun terdengar di telinga Alya. Namun, ia enggan beranjak dari tempatnya. "Makan dulu sana, gue nggak mau lo mati sebelum gue siksa."
__ADS_1
Suara Marten terdengar berat dan datar tapi apa peduli Alya. Pria itu akan keluar dengan sendirinya jika ia tidak mengindahkan perintahnya.
"Gue tahu, selama ini terlalu lembut."
Alya tampak kaget saat sesuatu yang tajam berada di belakang punggungnya. Bisa ia pastikan benda itu sejenis pisau atau gunting karena ujungnya sangat tajam. Alya menahan napas dengan ketakutan. Ia mengira Marten tidak akan melakukan hal sejauh ini tapi ternyata ia masih belum mengenalnya.
"Marten, apa yang kamu lakukan?" tanya Alya dengan nada takut.
"Apa maksudmu?" tanya Alya pelan, ia masih menetralkan degup jantungnya yang berdetak menggila.
__ADS_1
"Kebahagiaan, keharmonisan, semua direnggut oleh pria bernama Aiden! Lo tahu, gue benci sama dia. Pria itu sudah merenggut semuanya. Sosok Ibu, kasih sayang dan keluarga. Semua dia renggut hanya untuk wanita bernama Syeilla. Itu ibu Lo!"
Napas Alya tercekat di tenggorokannya saat mendengar nama kedua orang tuanya disebut. Apa yang sudah dilakukan oleh kedua orang tuanya. Setahu Alya ibunya hidup dengan penuh perjuangan bagaimana bisa ia merusak hidup orang lain seperti ini.
"Kamu pasti salah, orang tuaku tidak sejahat itu," ucap Alya dengan tangis pecah.
"Kenyataannya mereka seperti itu!" teriak Marten dengan menggebu.
Ia marah saat mengetahui jantung ibunya di donorkan untuk wanita bernama Syeilla. Ia adalah anak dari Jeslyn dengan pria lain. Tapi ibunya meninggal di tangan Aiden! Ia akan membalas semua rasa sakit yang mereka sebabkan tanpa ampunan!
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺
TBC.......