
Aiden dan Syeilla sedang berbelanja di mall guna mengisi hari libur mereka, jika hanya berdiam diri di rumah tidak baik bagi Syeilla namun baik untuk Aiden yang katanya memiliki quality time berdua.
Sambil bergandengan layaknya pasangan mesra pada umumnya, keduanya terlihat sangat cocok dan menjadi pusat perhatian beberapa wanita muda yang mengetahui betul siapa sosok yang sedang menggandeng seorang wanita di hadapan mereka.
Banyak dari mereka bertanya-tanya baik pada diri sendiri maupun pada temannya dan sontak mereka semua menjawab tidak tau karena selama ini Aiden tidak pernah mempublikasikan kehidupan pribadinya.
Tanpa menghiraukan tatapan beberapa wanita yang tampak kurang senang dengan Syeilla, Aiden merangkul mesra pinggang ramping istrinya dan segera membawanya menjauh dari sana dan memasuki sebuah butik.
Zia yang rencananya akan pulang besok pun memutuskan untuk membawa sedikit oleh-oleh untuk Elka, mengingat ia meninggalkan pria itu tanpa kabar.
Ia memasuki butik yang cukup besar dan mewah dimana Syeilla berada.
Ia berencana membelikan beberapa helai pakaian untuknya sekaligus membeli sesuatu untuk Elka karena kebetulan di butik tersebut ada yang menjual jam juga yang menarik perhatiannya.
Syeilla berjalan sambil mengitari beberapa rak sepatu namun sebuah jam menarik perhatiannya. Ia rasa Aiden akan sangat cocok dengan jam tangan tersebut. Ia segera melangkah dengan pelan menuju rak tersebut dan,
Hap
Hap
Mereka berdua mengambil jam tersebut secara bersamaan.
"Maaf mbak, tapi saya yang le...bih dulu." ujar Zia dengan tergagap. Pegangannya pada jam tersebut lepas ia menatap Syeilla dengan wajah pucat sedangkan Syeilla yang menyadari kalau wanita yang di depannya adalah orang terbaik dalam hidupnya.
__ADS_1
"Zia." ujar Syeilla dengan raut bahagianya namun Zia masih syok di tempatnya. Ia tidak tau harus berekspresi seperti apa, jika ditanya apa dia senang maka jawabannya lebih dari itu hanya saja saat ini berbeda. Bayangkan orang yang sudah kau anggap meninggal kini berdiri dengan tegak sambil menyapamu dngan wajah ceria nya, kira-kira apa yang akan kau lakukan.
"Zia," tegur Syeilla saat mata Zia tak berkedip sama sekali.
"Siapa kau?" tanya Zia dengan bibir bergetar.
"Aku Syeilla." jawab Syeilla dengan wajah berbinarnya.
"Bukan, kau bukan Syeilla." ujar Zia sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Syeilla menatap sedih Zia yang seolah tidak senang bertemu dengannya.
"Aku Syeilla Zi," kembali Syeilla meyakinkan Zia namun Zia kembali menggelengkan kepalanya tidak mau peduli.
Syeilla hendak mendekat namun segera dihentikan oleh Aiden,
"Sayang, sepertinya Zia butuh sendiri." ujar Aiden hendak membawa Syeilla pergi dari sana. Mereka sudah berjalan lima langkah dari sana namun Syeilla berhenti dan membalikkan tubuhnya dan mendekati tubuh Zia yang masih menangis dengan bahu bergetarnya.
Syeilla ingat, dulu Zia selalu berada di sampingnya saat ia terpuruk dan terluka dan sekarang Zia sedang membutuhkannya. Ia tidak tau mengapa Zia bertingkah seperti ini.
Hap
Ia memeluk Zia dengan erat sambil membisikkan beberapa kenangan mereka agar Zia percaya padanya.
__ADS_1
"Kau ingat dulu saat aku hamil, kau sangat antusias melebihi aku."
"Kau juga membawaku pergi jauh hanya untuk membuatku lebih menikmati hidup. Kau tau Zia, kau teman dan saudara terbaik untukku." bisik Syeilla yang membuat tangisan Zia semakin menjadi.
Aiden pun berjalan mendekat sambil tersenyum.
Ia tau istrinya sangat peka dan penyayang.
"Apa kau benar-benar Syeilla?" tanya Zia sambil menatap Syeilla dengan lekat.
Syeilla menganguk dengan mantap.
"Apa buktinya masih kurang?" kekeh Syeilla sambil mengusap air matanya.
Zia menggelengkan kepalanya lalu kembali memeluk Syeilla.
"Terima kasih karena sudah kembali." ujar Zia dengan tulus.
❤❤❤❤❤
Akhirnya dua sejoli berjumpa jugakkk...
Apakah kalian akan merasakan hal yang sama seperti yang Zia rasakan??
__ADS_1