
Keadaan kembali membaik setelah Syeilla menggambil segelas air, lalu menyemburkannya ke wajah keduanya yang langsung sadar seketika. Mereka menatap Syeilla dengan tatapan horornya. Memangnya mereka setan yang harus diusir dengan cara begituan.
"Sudah sadar?" Syeilla melipat kedua tangannya di dada sambil menatap keduanya dengan penuh selidik. Mereka mengangguk tanpa bersuara.
"Bagus!" Syeilla kembali melangkahkan kakinya menjauh dari sana dan meninggalkan keduanya.
"Aku pulang dulu." pamit Elka dengan cepat.
Aiden hanya mengangguk tanpa paham apa maksud Elka. Otaknya tiba-tiba malas berpikir.
Syeilla kembali datang dengan makanan di tangan kananya.
"Loh! Mas, Elka kemana?" tanya Syeilla sambil melirik seluruh ruangan, mana tau Elka nyangkut disela-sela sofa.
"Dia sudah pulang sayang." Aiden menarik tangan istrinya lembut agar duduk di sisinya.
"Mas, maafkan aku ya. Aku sebenarnya tidak bermaksud menyembur kalian." Syeilla meringis dengan wajah bersalahnya.
"Tidak apa-apa sayang." ujar Aiden lembut. Ia sangat lelah hari ini, perang urat bersama Elka membuatnya lelah berpikir.
"Mas, kenapa?" Syeilla mengelus rambut hitam suaminya yang kini sedang berbaring dipangkuannya.
"Mas lelah, sayang." lirihnya sambil menutup kedua matanya. Syeilla merasa heran, bukankah dari tadi kerjaan suaminya dan Elka hanya melemparkan tatapan melotot sampai mata keduanya hendak keluar.
Aiden memeluk perut istrinya yang sudah menonjol meskipun belum kentara. Ia menenggelamkan wajahnya di perut Syeilla, sesekali ia mengecupnya sebelum mata itu tertutup, bukan untuk selamanya.
Syeilla tersenyum melihat tingkah manja suaminya. Dia yang hamil kenapa suaminya yang gampang kelelahan. Ada-ada saja.
Syeilla mengambil ponsel suaminya yang tergeletak di meja kaca. Ia segera mengambilnya untuk melepas dari kebosanan. Ia membuka browser dan matanya tersenyum melihat halaman yang masih belum di tutup di sana.
"Cara memanjakan istri yang hamil muda." Syeilla terkekeh membaca artikelnya.
"Istri hamil muda, suami harus posessive." Syeilla kembali tertawa saat mengingat tingkah suaminya beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
"Manjakan istri dengan menyisir rambutnya." tawa Syeilla pecah seketika, jadi yang selama ini suaminya lakukan berasal dari eyang google.
Syeilla benar-benar tidak habis pikir, ia sangat bersyukur suaminya belajar banyak hal mengenai kehamilan dan membaca artikel yang terkadang menyeleneh.
Tring.... Tring....
Suara deringan panggilan masuk yang berasal dari ponsel suaminya, Syeilla melihat nama pemanggilnya Savana. Ia segera menggeser layarnya ke samping dan panggilan itupun sudah terhubung.
"Halo Aidan, tolong aku!" ucap wanita yang diujung corong dengan suara manjanya.
"Kau! Siapa?" tanya Syeilla datar. Minta tolong kenapa pada suaminya.
"Kau, siapa? Kembalikan ponselnya pada Aidan." teriak wanita itu dari ujung telpon. Syeilla mengernyitkan keningnya, semenjak kapan Suaminya mengganti namanya.
"Kau sungguh tidak tau siapa aku?" tanya Syeilla memancing rasa penasaran wanita lucknut di seberang sana.
"Bagiku semua tidak penting. Berikan ponselnya oada Aidan." perintahnya yang membjat Syeilla menjulingkan matanya kesal.
"For you information, namanya Aiden bukan Aidan. Kau pikir aqiqahan suka-suka hati." dengus Syeilla membuat wanita diujung corong kesal.
"Gila! Itu suara kecebong atau manusia." desah Syeilla.
"Tunggu sebentar, Kau jangan bersuara." ujar Syeilla.
Syeilla membangunkan Aiden, namun tidak memberitahu kalau ada yang sedang menelpon.
"Ada apa?" tanya Aiden dengan wajah nelangsanya.
"Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?" pertanyaan Syeilla membuat kening Aiden mengernyit, namun ia tetap menjawabnya.
"Istriku." jawab Aiden, matanya kembali tertutup.
"Sebesar apa kau mencintai istrimu?"
__ADS_1
"Yang jelas bukan sebesar dunia." terang Aiden dengan mata lima watt.
"Jadi kau tidak mencintaiku Mas." ujar Syeilla dengan mata berkaca-kaca.
Aiden terkekeh lalu bangun dari pembaringannya.
"Bukan tidak mencintaimu, Sayang. Bahkan luasnya dunia ini tidak mampu mengukur rasa cintaku padamu." Aiden memeluk tubuh istrinya dengan sayang.
"Siapa istrimu?" tanya Syeilla mendekatkan ponselnya agar wanita kurang kerjaan tadi menjauh dari keluarganya.
"Tentu saja dirimu. Kau adalah istriku, sekarang dan untuk selamanya." ucap Aiden yang membuat wanita di seberang *** jantungnya. Pria yang selama ini ia sukai ternyata sudah memiliki istri.
"Terima kasih mas."
"Untuk apa sayang?"
"Tidak ada, tadi ada mak lampir hehe." kekeh Syeilla dengan senyuman manis andalannya.
Aiden segera mencumbu istrinya dengan lembut.
❤❤❤❤❤
Sambung sendiri guys hahahha
Maafkan daku yang masih polos ini 😆
Apakah ada yang jantungan di antara kalian saat mendengar nama SAVANA????
**Oh ya jangan lupa mampir ke lapak emakku ya guys.
Judulnya First Night
Penulis Deva Drew
__ADS_1
Thanksss semuanya... 💖💖**