
Pagi harinya, Syeilla terbangun dengan tubuh yang dakit dan pegal-pegal mengingat suaminya membuatnya begadang sampai lima jam lamanya.
Aiden menatap lembut wajah istrinya yang masih berbaring di sampingnya.
"Morning wife." sapanya sambil mengecup bibir Syeilla dengan lembut.
"Morning too husb." jawab Syeilla singkat. Ia mencoba bangkit dari ranjangnya namun bagian bawahnya terasa perih.
"Aww..." ringis Syeilla dengan pelan, Aiden yang mendengar ringisan istrinya pun segera menanyakan dengan raut khawatir.
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" wajah Aiden tampak cemas.
"Hanya sedikit perih saja mas, tidak perlu khawatir." seru Syeilla dan berusaha bangkit namun tubuhnya ikut sakit.
"Mas, aku tidak kuat berjalan. Antar aku ke kamar mandi." pinta Syeilla dengan lemah, mengingat tenaganya terkuras habis tadi malam dan itu ulah suaminya sendiri.
"Aiden segera bangun dengan hanya menggunakan celana boksernya. Ia segera menggendong istrinya menuju kamar mandi mereka.
"Maaf sayang," ujarnya dengan tulus. Ia tidak tau jika ulahnya semalam berdampak pada istrinya dan ia sangat menyesal akan hal itu.
"Its ok mas, terima kasih." ucapnya setelah tubuhnya mendarat pada bat up yang sudah diisi dengan air hangat.
"No, mas yang seharusnya berterima kasih sayang."
__ADS_1
Aiden segera mengambil sabun dan serta shampo untuk memandikan istrinya, ada-ada saja si Aiden ini.
"Mas mau apa?" tanya Syeilla saat suaminya sudah mengambil sponge serta sabun cair dengan merk luve.
"Mau memandikan kamu sayang." ucapnya dengan wajah tanpa dosa.
"Aku kan bisa mandi sendiri mas."
"Tapi mas maunya mandiin kamu. Sini punggungnya." perintah Aiden, Syeilla dengan pasrah mengikuti kemauan suaminya, ia sangat tau bahwa Aiden tidak suka dibantah dan sangat keras kepala namun ia sungguh mencintai Aiden.
"Aiden dengan setia dan sigap memandikan serta mengkramasi rambut Syeilla sampai wangi Vanila menguar dengan semerbak memenuhi kamar mandi mereka. Setelah selesai, Aiden segera mengambil dua handuk dengan ukuran yang berbeda. Satu handuk untuk istrinya, satu lagi handuk untuk mengeringkan rambut istrinya.
Ia dengan telaten melakukan tugasnya, Syeilla tersenyum melihat betapa lucunya tingkah suaminya yang menurut Syeilla sangat berbanding terbalik dengan wajahnya yang tampan dan arogab.
"Selesai..." teriak Aiden dengan bangga.
"Terima kasih mas." Syeilla segera mengecup bibir suaminya dengan lembut.
"Morning kiss. Sekarang mas yang mandi gih. Biar berangkat ke kantor."
"Sayang, ikut mas kan?" tanya Aiden penuh harap.
"Iya mas. Makanya mandi dulu sana." usir Syeilla yang langsung dituruti oleh Aiden.
__ADS_1
"""""
Dion tengah berjalan memasuki ruangannya, ia bekerja di perusahaan JD Group dan sialnya ia harus selalu bertemu dengan wanita yang sangat ia benci karena sidah merusak mood nya setiap hari. Tidak terkecuali hari ini.
"Selamat pagi Dion." sapa Auxillia dengan cengiran khasnya.
Dion hanya menatap Auxillia dengan datar tanpa berniat membalas sapaannya.
"Kenapa tidak dibalas sih?" gerutu Auxillia tepat di wajah Dion.
"Minggir dan sapaan mu tidak penting sama sekali." desis Dion. Ia melenggang pergi saat lift sudah terbuka.
Auxillia menatap kepergian Dion dngan tatapan hampa, jika ditanya apa ia terluka dengan perlakuan Dion selama ini maka jawabannya iya. Dia juga hanya manusia biasa yang bisa terluka kapan saja.
"Kenapa kamu sangat dingin Dion?" ujarnya saat pintu lift sudah tertutup rapat dan membawanya ke lantai tempat ruangannya berada.
"Jangan terlalu mencintai, jangan pula terlalu membenci, karena kau tidak pernah tau kapan keduanya akan berganti posisi."
❤❤❤❤
Ada yang tanyak kapan Elka dapat jodoh...
Elka itu jodohnya autor..
__ADS_1