LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 21 (Season 3)


__ADS_3

Nevan sudah sampai di rumahnya. Elka sendiri masuk dengan wajah ditekuk kesal. Salma sampai dibuat bingung dengan tingkah keduanya.


"Loh, kok pulangnya cepat?" tanya Salma saat keduanya menghampirinya di ruang tamu.


Keduanya memilih diam tanpa mau bersuara. Salma melihat keduanya penuh kesabaran. Namun, tak kunjung sadar. Ia melipat kedua tangan di dada. Mereka berdua mulai was-was akan tindakan yang dilakukan wanita tersebut.


"Mau jadi patung selamanya?" Salma mengucapkan tanpa emosi sedikit pun. Keduanya mulai menggigil ketakutan. Mereka lebih berani menghadapi Dalma yang penuh emosi dari pada tanpa emosi begini.


"Ma, itu Papa sama Nevan se ... sengaja pulang lebih cepat karena kangen sama Mama." Nevan mulai memainkan perannya sebagai anak yang baik dan budiman.


"I ... iya, istriku. Apa yang dikatakan Nevan adalah sebuah kebenaran. Kamu tidak perlu meraguksn faktanya," ujar Nevan dengan napas sedikit tersendat.


Salma masih menatap keduanya, "kalian kenapa? Aku cuma mau ke atas menemui putriku. Minggir!"


Keduanya menyingkit dari hafapan Salma dengan jantung menggila hebat. Untung bagi Elka memiliki seorang putri yang berstatus bayi lucu dan imut.


"Papa janji, Nak. Nanti kalau kamu sidah besar, Papa akan membelikanmu rumah besar untuk bonekamu." Elka mengucap syukur.

__ADS_1


Nevan melirik nista ke arah ayahnya. Alis tebal yang tersusun rapi itu terlihat mengerut. Apalagi saat mulut ayahnya terlihat komat kamit.


Ada mbah dukun sedang mengobati pasennya. Konon katanya menikah karena diguna-guna.


Nevan merinding saat mengingat sepenggal lirik dari lagu yang pernah melegenda pada zamannya. Ia sedikit mengubah liriknya.


"Tidur! Jangan bengong di depan cermin, kamu bukan seorang gadis yang takut tembus saat datang bulan." Elka memberi peringatan kerad pada putranya sebelum ia pergi melenggang bebas dari sana.


Nevan mengacak rambut frustrasi akan sikap ayahnya yang serba tahu. Apa dia perlu memasang perangkap tikus untuk menjebak ayahnya supaya jera. Otak licik Nevan mendadak mati saat tatapan tajam Elka kembali menusuk gudinya sampai ngilu. Pria itu menatapnya dari lantai dua dambil memberi isyarat tangan yang diletakkan di leher.


"Punya Babe, galaknya mengalahkan Meriam Belina." rungut Nevan kesal. Ia segera berlaku menuju kamarnya.


Salma masih diam, sesekali ia menyusui bayi perempuannya. Elka melihat dengan mata sendu. Bola mata putrinya sangat mirip dengannya. Sedangkan hidung mengikuti kepesekan hidung Nevan.


Bibir mirip dengan istrinya. Putrinya perpaduan dari mereka bertiga.


"Jangan merayuku!" peringat Salma, ia bangun lalu meletakkan bayinya di box bayi karena sudat tidur.

__ADS_1


"Jadi, Mas. Harus melakukan apa?" tanya Elka.


Salma melirik ke arah suaminya. Pikiran licik segera menghuni otaknya.


"Belikan aku tas yang kemarin kamu larang. Kalau nggak dibeli, siap-siap kamu tinggal nama Mas." ancam Salma kemudian membalikkan badannya lalu tidur.


Elka menghela napas perlahan. Dibalik pria sukses ada wanita hebat di belakangnya. Begitu juga di balik suami kaya, ada istri ysng siap menghabiskan uangnya.


"Oke, Mas. Akan membelikan tasnya. Tapi Beb, kita udah lama nggak mesra-mesraan."


"Ingat! Pembaca lagi puasa. Nanti puasa mereka batal gara-gara kita. Kamu mau menangung dosa mereka!" kesal Salma membuat Elka menggeleng.


"Kalau nggak mau, tidur Mas."


Elka menganguk patuh dan tidur di samping istrinya.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ

__ADS_1


Halo semuanya. Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin ya... sebentar lagi kita akan menyambut hari kemenangan meskipun masih dalam masa pandemi. Namun, jangan jadikan hal tersebut sebagai penghalang. Toh kita masih bisa silaturahmi melalui VC. Bagi non muslim ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ selamat beraktivitas ya...


__ADS_2