LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 37 (S2)


__ADS_3

Syeilla mengusap perutnya yang masih rata sambil menutup kedua matanya. Bibirnya tersenyum membayangkan akan seperti apa wajah anaknya kelak. Aiden tersenyum melihat istrinya dan segera mendekat.


Ia memoerhatikan dengan seksama lalu bergabung mengusap perut rata istrinya dengan lembut.


Ia mengecup lembut kening Syeilla yang masih khusuk dengan kegiatannya.


"Mas, sudah pulang?" tanya Syeilla dengan lembut.


Aiden menganguk sambil tersenyum.


"Sedang apa hm?"


"Ini lagi berinteraksi dengan mereka." kekeh Syeilla.


"Oh, mas mandi dulu ya." ucap Aiden dan berlalu dari sana.


Syeilla mengambil ponselnya dan menghubungi Zia,


"Halo Zi, apa kamu sudah sampai?"


"Sudah Syei, kuharap kamu bisa datang."


"Tentu, aku akan datang Zi," Syeilla segera mematikan panggilannya setelah pembicaraannya selesai.

__ADS_1


Ah Zia sudah berada di Indonesia karena dua minggu dari sekarang ia akan menikah, pernikahannya sederhana saja atas permintaan Zia sendiri. Ia tidak suka kemewahan walaupun ia lebih dari mampu dan keluarga Ariel juga tidak keberatan. Malah mereka senang dengan karakter calon menantu mereka yang baik.


"Ada apa sayang?" Aiden datang dengan wajah segarnya dan duduk manis disamping Syeilla.


"Mas, Zia dua minggu lagi akan melangsungkan pernikahan di Indonesia. Dia meminta kita untuk datang ke sana." beritahu Syeilla sambil mengusap pelan rambut basah Aiden dengan handuk kecil.


"Ahh, kebetulan sayang. Ada yang mau mas sampaikan juga sama kamu." Aiden tampak serius dan Syeilla pun menjadi seorang pendengar.


"Perusahaan kini sudah stabil dan kita juga akan segera pulang lagi ke Indonesia.


"Benarkah?" tanya Syeilla dengan wajah berbinar.


"Iya sayang, sebelum resepsi Zia kita sudah ada di Indonesia." Syeilla yang gembira dengan kabar ini pun segera memeluk erat tubuh kokoh suaminya. Ia sungguh rindu dengan Oma Lisa dan Opa Wira. Meskipun hanya sebatas cucu menantu tapi bagi mereka Syeilla lebih dari itu, begitu juga dengan Syeilla.


"Tentu saja aku senang mas, karena sebentar lagi akan bertemu dengan Oma dan Opa. Aku sangat merindukan mereka." ujar Syeilla lembut.


"Mereka juga sangat merindukan kamu sayang." Aiden semakin mengeratkan pelukannya.


"Mas, ada yang ingin aku sampaikan sama kamu." Syeilla menatap serius wajah tampan suaminya.


"Mengenai apa sayang."


"Jangan pernah mempercayai siapa pun selain dari orang-orang yang kamu percayai mas, aku tidak mau kita kembali seperti dulu." ujar Syeilla dengan sedih.

__ADS_1


"Maafkan mas sayang, mas benar-benar kalut dan emosi saat itu."


"Itulah keinginan orang-orang yang hendak menghancurkan kita mas, mereka ingin membuat kita saling salah memahami satu sama lain, sehingga menciptakan sebuah peluang untuk memisahkan kita berdua."


"Untuk itu, jangan biarkan mereka menciptakan peluang atas kehidulan rumah tangga kita mas. Kita berdua harus saling percaya untuk menyingkirkan mereka." air mata Syeilla jatuh membasahi pipinya. Sungguh jika harus kehilangan suaminya maka ia tidak akan sanggup.


Aiden mengusap air mata Syeilla dengan sayang.


"Ssttt, maafkan mas sayang, mas berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Mas janji sayang."


Syeilla mengangguk, ia percaya bahwa suaminya akan mengambil pelajaran dari apa yang sudah pernah menimpa mereka di masa lalu.


"Ya sudah, tidur gih. Ini sudah sangat malam." Aiden mengusap lembut kepala Syeilla hingga ia tertidur dengan pulas. Aiden memperhatikannya dengan wajah sendunya.


"Maaf sayang, karena sudah menyakitimu. Itu sebuah kesengajaan untuk mengecoh mereka-mereka yang berusaha membuat kita jauh. Mas janji tidak akan membiarkan siapa pun memisahkan kita."


Cup


Ciuman selamat malam sebelum ia ikut tidur sambil memeluk Syeilla dengan lembut.


❤❤❤❤❤


Rumah tangga bukan hanya tentang siapa yang memimpin tapi tentang siapa yang menanam sebuah cinta dan ketulusan.

__ADS_1


__ADS_2