LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 47


__ADS_3

Setelah berdiskusi panjang dengan Aiden akhirnya Syeilla memutiskan untuk menemui Dion ke alamat rumahnya yang tempo hari diberikan oleh Elka.


Ia kini sudah berdiri di sebuah rumah yang tampak sederhana namun banyak ditumbuhi rerumputan liar di sampingnya yang terawat dengan baik.


Ia berjalan memasuki area perumahan tersebut yang tampak sepi, ia mengetuk pintu rumahnya dengan lembut dan tampak Dion berjalan menuju pintu dengan perlahan dan mengintip siapa yang bertamu ke rumahnya.


Dion menatap sendu sosok yang kini tengah berdiri di depan pintu sambil melihat-lihat ke sekitar pekarangan rumahnya.


"Dion aku tau kamu di dalam, buka pintunya." teriak Syeilla dengan gemas karena Dion tidak kunjung membuka pintunya padahal ia jelas mendengar ada suara orang berjalan dengan pelan.


"Atau kau lebih suka aku mendobraknya? Tapi kalau terjadi apa-apa denganku kau yang harus bertanggung jawab pada suamiku." teriak Syeilla dan pintu pun dibuka setelahnya.


"Kau membuat kakiku lelah dengan membiarkanku berdiri di sana selama sepuluh menit" gerutu Syeilla yang tidak luput dari perhatian Dion hingga sudut bibirnya terangkat sedikit namun tidak bisa dilihat oleh siapapun.


"Dan sekarang kau bahkan tidak menyuruhku duduk?" kesal Syeilla dan Dion segera menyuruh Syeilla duduk di sofa tuanya namun sebelum itu Dion sudah meletakkan sebuah bantal empuk sebagai bantalan duduk Syeilla.


"Terima kasih" ujar Syeilla tersenyum tulus yang mampu membuat jantung Dion berdengup dengan perih.


Syeilla kemudian menatap Dion dengan serius tanpa mengalihkan sedetikpun. Satu yang Syeilla sadari bahwa tubuh Dion tampak lebih kurus dari terakhir mereka bertemu di makam bayi kembarnya.


"Bisa kau menjelaskan sesuatu padaku!" seru Syeilla pada akhirnya setelah mereka terdiam cukup lama. Jujur Dion masih merasa canggung bertemu apalagi berbicara berdua dengan Syeilla. Bayangan akan kesalahan fatalnya beberapa bulan yang lalu kembali menghantuinya.


"Tidak ada yang perlu aku jelaskan Syei" ujarnya dengan lemah.


"Tatap mataku Dion dan katakan apa yang kau lakukan selama ini?"

__ADS_1


"Syei plis jangan membahasnya" pinta Dion.


"Katakan padaku apa alasannya Dion."


"Aku tidak bisa Syei, aku mohon mengertilah."


Syeilla dibuat geram dengan tingkah Dion yang seolah semua baik-baik saja. Apa dia berusaha untuk mati dengan cara kelaparan.


"Semua bukan kesalahanmu" Syeilla akhirnya membuka suara.


"Tidak Syei, semua adalah kesalahanku dan aku pantas mendapatkan hukumannya." lirih Dion pada akhirnya.


"Dengan menghukum dirimu sendiri?" tanya Syeilla dengan sinis.


Dion menatap wajah sinis Syeilla dengan sendu saat melihat sirat kemarahan terlihat jelas pada wajah sinisnya.


"Baik jika itu maumu tapi ingat Dion aku tidak akan pernah memaafkanmu jika pada akhirnya kamu mati dengan sia-sia. AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU! Camkan itu" teriak Syeilla dengan marah lalu beranjak pergi dari sana, sebuah tangan menghentikan langkahnya.


Dion menatapnya dengan sendu lalu tanpa aba-aba ia memeluk tubuh Syeilla dengan tubuh bergetar. Ia menumpahkan segala resah dan kegundahan hatinya di pundak mungil Syeilla. Syeilla bahkan ikut menangis melihat betapa rapuhnya seorang Dion.


"Sssttt semua bukan kesalahanmu, ini semua sudah di takdirjan untukku Dion. Aku mohon, jangan pernah merasa bersalah padaku ataupun kepada kedua anakku, mereka pasti sedih melihatmu kacau seperti ini." seru Syeilla sambil menepuk-nepuk pundak Dion dengan lembut.


"Maafkan aku Syeilla,,, maafkan aku" isak Dion dengan lirih. Air mata Syeilla bahkan tidak mampu ia tampung. Ia tidak tau sebesar ini rasa bersalah yang dirasakan Dion padanya.


"Aku akan memaafkanmu dengan satu syarat" ujar Syeilla setelah pelukan mereka terungkai.

__ADS_1


Dion menanti Syeilla melanjutkan kalimatnya dengan perasaan campur aduk.


"Aku akan melakukan apapun agar kau bisa memaafkanku. Aku berjanji" seru Dion dengan serius.


Syeilla tersenyum mendengarnya.


"Maafkan dulu dirimu sendiri baru aku akan kembali memaafkanmu"


Senyum Dion langsung kecut saat mendengar kalimat Syeilla yang menurutnya belum bisa ia lakukan.


"Jangan pernah berpikir bahwa kau akan mengingkarinya karena jika sampai itu terjadi aku tidak akan mau lagi menemuimu sampai aku mati" ancam Syeilla sontak membuat Dion gelagapan.


"Aku berhanji akan melakukannya untukmu. Aku berjanji Syei" ujarnya oada akhirnya.


"Beginilah Dion yang aku kenal dari dulu hingga sekarang. Dion yang selalu bersemangat. Ku mohon kembalilah meskioun tidak seperti dulu namun setidaknya lebih baik dari sekarang. Kau pantas bahagia Dion." ujar Syeilla dengan tulus.


"Kau sangat baik dari dulu sampai sekarang Syei dan aku beruntung karena menjadi bagian darimu"


"Karena bagiku kau sama pentingnya dengan keluargaku. Kau memiliki tempat yang sama di hatiku jadi jangan coba-coba untuk membuatku kecewa." peringat Syeilla dengan wajah serius.


Dion tertawa melihatnya dan mengangguk dengan pelan.


"Aku tidak akan mengecewakan mu sweethearts" kekeh Dion yang membuat Syeilla lega.


"Ya sudah aku pulang dulu nanti suamiku mencariku dengan kesetanan. Antarkan aku ke depan." perintah Syeilla yang langsung dituruti Dion dengan senyuman tulusnya.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Btw guys aku sekarang up cerita lebih singkat dari bisanya karena tanganku mudah kesemutan sekarang.... So semoga kalian bertambah betah nongkrongin cerita ini ya...


__ADS_2