LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 31 (S2)


__ADS_3

Sudah dua hari lamanya Dion tidak melihat kelibat Auxillia di kantor. Ia hendak bertanya namun ego nya terlalu tinggi untuk sekedar menanyakan kemana gadis itu pergi. Ia yang sudah terbiasa direcoki dengan tingkah Auxillia kini merasa kesepian. Sebenarnya ia tidak suka diganggu namun entah kenapa hatinya seolah berkata lain.


Ia melihat ruangan Auxillia tampak kosong, ia mengernyit saat seorang wanita yang Dion pikir seorang tamu, wanita itu menduduki meja dan kursi tempat Auxillia biasanya.


Ia menghentikan langkah karyawan yang tadi mengantarkan wanita itu.


"Pak, siapa dia? Apa dia salah satu tamu di perusahaan ini?" rasa penasaran Dion semakin terpacu saat melihat wanita itu kini menata barang-barangnya di atas meja tersebut.


"Oh beliau pengganti bu Auxillia pak." jawab karyawan tersebut sambil tersenyum dan segera mengundurkan diri tanpa sempat Dion bertanya.


"Berhenti?" gumam Dion dengan pelan. "Ada apa dengan wanita itu." bisik Dion yang tiba-tiba badmood.


Di tempat lain Ariel sedang menangani beberapa pasien bersama dengan mark. Wajah Ariel tampak berseri dan kakian tau apa penyebabnya bukan.


"Tumben kau tersenyum seperti kesurupan." ucap Mark sambil memberikan menyuntikkan obat ke infus pasiennya.


"Kau tidak melihatnya?" kekeh Ariel masih dengan senyuman.


"Melihat apa?" Mark semakin dibuat penasaran.


"Inilah yang dinamakan dengan aura calon pengantin." cengir Ariel yang sukses membuat mata Mark bulat dengan sempurna.


"Benarkah?" bisiknya, mengingat mereka masih dalam ruangan pasiennya.


Ariel mengangguk dengan semangat.


"Kalau begitu, selamat bro." ucap Mark dengan tulus. Sejujurnya ia penasaran dengan sosok kekasih sekaligus calon istri dari sahabatnya itu. Ia juga pernah bertemu dengan seorang perempuan yang menurutnya sangat cantik. Mengingat kekonyolannya dulu yang rela mengantarkan perempuan itu kembali ke negaranya menggunakan jet pribadi keluarganya.


""""""""

__ADS_1


Deringan panggilan masuk memekakkan telinga Aiden yang sedang dibuai mimpi indah bersama istrinya. Ia melihat nama pemanggilnya dan mendesah lelah.


"Ada apa?" tanyanya dengan kesal.


"Sudah ku katakan bahwa aku tidak menyukainya. Cari saja orang lain." dengusnya dan langsung mematikan panggilan.


Ia kembali memeluk Syeilla yang sempat terusik dari tidurnya.


"Siapa mas." tanya Syeilla dengan mata masih terpejam rapat.


"Bukan siapa-siapa sayang." jawab Aiden dan kembali membuai mimpi indah bersama istrinya. Syeilla juga tidak ambil pusing dan kembali tertidur dalam dekapan hangat suaminya.


Langkah kaki menggema di sepanjang lorong rumah sakit tempat Ariel bekerja, ia dan Mark berjalan tergesa gesa saat mereka menerima panggilan akan ada pasien korban kecelakaan menuju ke sana.


Ia mengabaikan puluhan panggilan dari Zia karena prioritasnya adalah pasien.


Zia mendengus kesal, malam ini seharusnya ia akan makan malam bersama Ariel namun pria itu bahkan tidak mengangkat panggilannya, setidaknya kabari dia jika tidak jadi. Bikin kesal saja. Pikir Zia.


Padahal jam masih menunjukkan pukul 21:10. Karena bosan ia menelpon Elka, hanya pria itu yang setaunya memiliki jadwal kosong di malam hari.


"Temui aku di taman kota."


Klik.


Ia langsung mematikan panghilan tanpa sempat dijawab oleh si penerima.


Elka mendengus mendengar perintah Zia yang sialnya tidak bisa ia tolak. Mungkin jika disuruh bunuh diri pun ia akan menurutinya. Ia segera memakai pakaian santainya sambil membawa jaket tipis.


Sesampainya di sana Elka melihat Zia tamoak kedinginan. Ia mendekat dan langsung memakaikan Zia jaket tipis yang tadi ia bawa.

__ADS_1


"Kenapa kebiasaanmu tidak oernah berubah." dengus Elka namun hanya dibalas cemberutan eh Zia.


"Terima kasih." ujar Zia dengan tulus.


Elka sangat tau, jika Zia sudah berkata tulus itu artinya lagi badmood.


"Ada apa?" Elka ikut duduk disamping Zia. Dari belakang mereka terlihat bak pasangan serasi yang sedang memadu kasih namun dari depan mereka terlihat bagaikan langit dan awan.


Melengkapi namun tidak untuk bersama.


"Ariel membuatku kesal."


"Ahh sudah kudagu." Elka menghela napasnya dengan kasar.


Inilah mengapa sampai sekarang ia tidak bertemu dengan jodohnya.


❤❤❤❤❤


**Elka lebih romantis dari Ariel


Tapi hidupnya dramatis..


Halo semuanya... Semoga kalian masih ada punya akun wattpad ya..


Why???


Karena tanggal 1 Desember autor ada projek namanya ODOC (One Day One Chapter)


End cerita autor itu sad romance, dijamin kalian akan kembali nangis bombay.. Kan udah lama nihhh kagak nangissss wkwkwk....

__ADS_1


So jangan sampai ketinggalan yakkk... Muaccchhh 💖💖


Di chapter selanjutnya akan autor kasih deskripsinya**.


__ADS_2