LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 48 (S2)


__ADS_3

Di bagian Benua Eropa, Auxillia sedang menatap taburan bintang gemintang dengan tatapan sedih. Sudah satu bulan lebih ia meninggalkan Rusia. Apakah Dion benar-benar tidak mencarinya? Apa selama ini ia yang terlalu berharap mendapatkan cinta lelaki itu. Auxillia menghapus air matanya dengan pelan. Ia tidak tau mengapa ia harus menangis seperti sekarang, namun sudut hatinya yang lain sangat perih dan menyakitkan saat menghadapi kenyataan.


"Hei, sedang apa?" seorang wanita berkulit putih pucat datang sambil ikut duduk di samping Auxillia.


"Kenapa kau menangis." tanya wanita tersebut dengan cemas.


Auxillia menatap mata April dengan senyuman yang menyaratkan ribuan luka.


"Apa kau pernah mencintai seorang pria yang seolah sudah kau kenal sejak lama?" Auxillia melempar tatapannya dengan sedih.


"Jadi kalian sudah berteman lama?" tanya April.


Auxillia menggelengkan kepalanya.


"Sebelumnya kami tidak pernah bertemu satu sama lain, namun saat pertama kali aku melihatnya. Kami seolah sudah lama bertemu."


"Maksudmu seperti dalam film-film?" tanya April semakin bingung.


Auxillia menggeleng, aku tidak tau apakah seperti dalam film atau tidak, hanya saja aku merasa begitu. Namun dia sangat dingin dan cuek." desah Auxillia dengan berat. April mencoba menghiburnya.


"Akan ada saat dimana ia kembali menatapmu dengan penuh cinta. Percayalah! Semua akan ada timbal baliknya, hanya waktunya saja yang belum tiba." Auxillia tersenyum mendengar penuturan dari teman yang meskipun masih baru, namun selalu membuatnya merasa sangat disayangi.


"""""'"


Dion sedang berjalan menyusuri sebuah taman, taman yang membuatnya merasakan kedamaian, angin sepoi sesekali membelai wajah tampannya. Ia duduk di salah satu kursi kosong, ia sangat menikmatinya sambil menutup kedua bola matanya.

__ADS_1


Tak!


Minuman soda yang dikemas dalam kaleng menempel manja di keningnya. Dion kaget saat rasa dingin mendera jidatnya. Ia mengambil minumam tersebut dan membuka matanya. Ia hendak memaki orang yang sudah sembarangan meletakkan minuman di jidatnya namun niatnya ia urungkan saat melihat Elka lah pelakunya.


Ia menarik napas panjang lalu menghembuskannya.


"Biasanya kau akan mencak-mencak seperti baru di perawani." kekeh Elka saat reaksi Dion berbeda dari biasanya.


"Maaf." satu kata yang keluar dari bibir seksinya.


Elka menatap Dion dengan dahi mengernyit.


"Maaf untuk malam itu."


"Lupakan saja, aku saja yang terlalu ke kanakan." desah Elka sambil berusaha membuka minumannya.


Dion memutar matanya jengah saat Elka tak kunjung berhasil membukanya.


Dion merebutnya dan mengembalikannya setelah minuman tersebut terbuka.


"Terima kasih honey." kekeh Elka sambil cengengesan. Jika sudah begini, artinya Elka sudah waras. Dion tersenyum. Baginya lebih baik Elka seperti ini daripada harus seperti lelaki tulen.


"Kau tau? Pertemuanku dengan Syeilla tanpa disengaja, begitu juga dengan Zia." beritahu Dion.


"Iya, aku tau. Karena itu aku sungguh minta maaf pada Syeilla karena sudah ke kanakan."

__ADS_1


"Kau bukan kekanakan." ujar Dion serius mebuat wajah Elka sumringah. Akhirnya ada yang mengakuinya sebagai pria dewasa.


"Teri..." kalimatnya terpotong oleh sambungan kalimat Dion.


"Kau hanya bayi yang terjebak di tubuh tua ini." Dion tertawa terbahak-bahak. Ternyata mengerjai Elka sangat menyenangkan. Tunggu, apakah sekarang ia harus menambahkan menganggu Elka sebagai salah satu hobinya. Sepertinya menarik."


"Hentikan wajah mesummu, aku masih perawan." dengus Elka membuat beberapa pejalan kaki syok. Termasuk dua ibu-ibu yang sedang memperhatikan mereka.


Dion meminta maaf, dan memutuskan pergi dari sana.


❤❤❤❤❤


Ya Allah, ini humor kenapa semakin menjadi 😂😂


**Guys jangan lupa mampir ke lapak emak saya eyang kuhh yakk


Emak Depa Drew


Judul : First Night


Eyang Ratna Aleefa


Judul : Virtual Friend


Mereka jebolan penulis yang karyanya lumayan diperhitungkan. Tulisan mereka juga bagus. Silahkan mampir yes**...

__ADS_1


__ADS_2