LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 25 (Season 3)


__ADS_3

Alya hanya diam saat keduanya sudah berada dalam mobil. Ia tidak ingin berbicara dengan Dirga. Sedangkan cowok itu melihat ke arah Alya sambil tersenyum tipis.


"Masih marah?" tanya Dirga. Tapi tidak mendapat jawaban. Gadis itu terlihat masih kesal.


Coeok itu menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Ia melihat ke arah Alya dengan tatapan aneh. Bulu kuduk gadis itu sampai meremang.


"Apa yang kamu lakukan. Jalankan mobilnya," ucap Alya dengan napas tercekat.


"Kirain udah bisu, ternyata masih bisa ngomong."


Gadis itu mendengkus kesal dan membuang mukanya ke luar jendela.


"Alya, gue udah bilang kan. Jangan pernah jalan sama cowok lain!"


"Apa urusanmu, aku bukan siapa-siapa jadi jangan mengaturku seolah kau seorang pacar yang sedang cemburu." decak Alya.


"Gue memang bukan siapa-siapa tapi gue bisa menjadikan lo istri gue kalau membangkang!" ancam Dirga memojokkan Alya.


"Terserah, kamu mau bilang apa."


Dirga menarik tubuh Alya untuk mendekat ke arahnya. Mereka saling menatap dalam keheningan. Deru napas saling bersahutan satu sama lain.


"Gue bisa jadi apa aja kalau lo kembali melakukan hal yang sama!"

__ADS_1


"Dirga, tolong mengertilah. Kita buksn lagi sepasang kekasih. Kamu sekarang statusnya kekasih dari saudara kembarku sendiri. Prinsipku, aku bisa menyakiti siapa saja, tapi tidak dengan saudaraku sendiri."


Dirga merasakan panas di ulu hatinya. Entah mengapa kalimat Alya menghantam telak di jantungnya. Apa ia sejahat itu sekarang.


"Dirga, tolong mengerti. Kita sudah bukan seperti dulu lagi.


Cowok itu masih terlihat diam belum ingin memberi tanggapan sampai satu kalimat membuatnya merasakan sakit dan marah sekaligus.


"Aku dan Nevan akan dijodohkan oleh Papa. Aku juga menyukai karakter Nevan yang selalu bisa membuatku nyaman."


"Gue nggak setuju kalau lo dijodohin sama dia!" teriak Dirga kesal. "Kalau lo berani melakukannya, gue bakalan bawa lo kabur ke luar negeri. Tidak akan ada yang bisa menemukan kita berdua." Ancamnya dengan tegas.


"Kenapa kamu membuat semuanya menjadi sulit," ucap Alya sedih.


Maniknya menatap Dirga dengan sendu. "Kamu kekasih dari saudaraku sekarang, tidak sepantasnya mengatakan cinta begitu mudahnya."


"Aku tidak peduli!"


"Kamu cowok paling egosi yang pernah kutemui." marah Alya sambil menangis.


Dirga menyugar rambutnya kasar. Ia tidak bisa menentukan pilihannya pada siapa. Salahkah dia jika mencintai dua wanita sekaligus.


"Kalau kamu masih melakukan hal yang sama, aku nggak akan pernah maafin kamu!" desis Alya dingin. Tatapannya datar, bahkan Dirga tidak mengenali tatapan tersebut.

__ADS_1


Cowok itu kembali menjalankan mobilnya. Sesekali ia menatap Alya yang sedang menatap lurus ke depan. Tatapan gadis itu terlihat kosong dan tanpa emosi. Dirga merasa khawatir seketika. Namum, memilih diam sembari memantau sesekali.


"Lo kenapa diam aja?" tanya Dirga memecah keheningan.


Alya mengalihkan tatapannya sebentar sebelum kembali ke depan. "Jangan mencoba mengancamku kalau kamu sendiri tidak becus memelihara hatimu." Alya berkata dengan dingin.


Deringan ponsel terdengar di ponsel Alya, ia melihat sejenak lalu segera mengangkatnya. Sudut bibirnya sedikit terangkat saat mendengar suara dari seberang panggilan.


"Stop, Nevan kamu bisa membuatku mati mendadak kalau keseringan tertawa."


Dirga mendengus kesal saat gadis itu menyebut nama cowok yang sangat Dirga benci.


"Iya, lusa kan acaranya. Kamu jemput ke rumah kan?"


Dirga memegang kuat setir mobilnya. Rahangnya mengeras. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Iya, iya, miss you deh." Alya menutup panggilan telponnya dan kembali ke mode semula.


Kenapa lo begitu bebas saat ngomong sama Nevan, dumel Dirga dalam hati.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Terima kasih atas suport nya rating sudah kembali. Makasih. Sebagai ucapan terima kasih aku kembali up buat klian. Luv luv my zeyeng ku semuanya ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2