
Satu minggu telah berlalu, hari ini pernikahan Zia dan Ariel akan digelar di salah satu hotel bintang lima di Jakarta, namun acaranya hanya sederhana, mereka tidak mengundang media.
Syeilla dan Aiden memakai pakaian yang senada yakni warna Pink soft, dipadukan dengan sepatu flat dan pentofel warna hitam. Syeilla menggulung rambutnya dan menggunakan make up tipis. Untuk bajunya sendiri cukup tertutup. Keduanya terlihat sangat serasi, untuk tema pakaian mereka sendiri Aiden yang ngotot memakai tema pink soft.
"Selamat menempuh hidup baru my best friend," ucap Syeilla saat gilirannya menyalami Zia dan Ariel.
"Terima kasih Syeilla." ucap keduanya dengan raut gembira. Syeilla dan Aiden segera menyingkir dari sana karena ada beberapa kerabat mereka yang ingin bersalaman dengan Zia dan Ariel.
Syeilla dan Aiden kembali ke meja mereka. Selang beberapa menit Elka datang bersama Dion yang heboh mencuri perhatian para tamu undangan. Bagaimana tidak, mereka berdua menggunakan konsep yang sama. Warna baju, celana, sepatu hingga gaya rambut. Dion ingin membunuh Elka yang berani-beraninya meniru konsepnya namun dasarnya Elka yang tidak peduli tetap menggunakannya.
Banyak yang mnegira mereka kembar tapi beda dunia, ada juga yang mengira mereka sepasang kekasih, bagian kedua lebih menyeramkan.
Dion menjaga jarak dengan Elka yang seolah menempelinya. Ibarat makhluk halus, Dion saat ini sedang ketempelan makhluk astral.
Mata Dion jengah melihat kelakuan Elka yang jauh dari kata normal. Ia memutarkan tatapannya dan matanya terpaku pada Syeilla yang sedang duduk sendiri di sebuah meja paling sudit. Dion segera menghampiri Syeilla yang tampak sedang di dekati seorang pria nakal.
"Sayang." ujar Dion saat pria tersebut hendak duduk di sana padahal Syeilla sudah menolaknya.
Syeilla melihat kedatangan Dion dengan wajah berseri. Dion melempar tatapannya pada priantersebut dengan tajam sehingga mebuatnya pergi dengan ketakutan.
"Terima kasih." ujar Syeilla.
"Sudah tugasku melindungimu. Di mana Aiden?" tanya Dion sambil celingak celinguk.
__ADS_1
"Sedang ke toilet." Dion hanya ber oh ria.
Elka yang masih serius di atas altar pernikahan, baru menyadari jika Dion sudah tidak ada disampingnya. Ia merenggut kesal sambil mengedarkan matanya ke segala penjuru.
"Ketemu kau." kekeh Elka saat tubuh Dion terlihat di sudut ruangan sedang berbincang sengan seorang wanita yang tidak bisa dilihat oleh Elka karena posisinya yang membelakangi Elka.
Ia berjalan dengan pelan menuju kesana, ia sungguh penasaran dengan wanita yang berhasil membuat Dion tertawa. Ia sudah dekat dengan meja keduanya tanpa mereka sadari.
"Baks."
Elka mengangetkan Dion yang sedang serius bercerita dengan wanita yang membelakanginya.
"Elka! Kau benar-benar cari mati." desis Dion yang dibuat kesal setengah mati. Syeilla tertawa dalam diam, ia ingin melihat bagaimana reaksi Elka saat melihatnya.
"Hai Elka." sapa Syeilla dengan wajah tersenyum tulusnya. Wajah yang tidak akan bisa dilupakan oleh Elka seumur hidupnya. Bukan karena ia mencintai Syeilla, melainkan ia sudah menganggap Syeilla sebagai bagian dari hidupnya. Ia yang selalu ingin menjaga Syeilla sebagai saudaranya.
Mata Elka membeku menatap Syeilla yang masih tersenyum ke arahnya. Elka masih menatap dengan wajah pucatnya.
"Apa kau Syeilla?" tanya nya masih dalam mode beku.
"Ini aku Syeilla." ujar Syeilla dengan wajah bahagia.
Elka menatap mereka secara bergantian,
__ADS_1
"Apa Ariel tahu? Kau juga tahu? Bahkan Zia juga Tahu?" tanya Elka dengan wajah sedih.
Dion mengangguk dengan mantap tanpa menyadari perubahan raut Elka yang terlihat terluka.
"Apa dari sekian banyaknya kalian, hanya aku yang bodoh di sini." kekeh Elka pada Dion.
"Apa maksudmu?" tanya Dion datar.
Elka menatap Syeilla dengan tatapan terluka,
"Hanya aku yang tidak tau bahwa kau masih hidup?" Elka menganggukkan kepalanya.
"Kalian memang sungguh sesuatu." tawa Elka pecah namun lebih terdengar hambar.
"Aku memang tidak pernah penting bagi kalian." Elka pergi dengan hati terluka. Ia sangat kecewa pada mereka semuanya. Selama ini ia seperti orang bodoh yang tidak tahu apapun.
Elka mungkin terlihat paling segar di antara mereka namun percayalah, hidup Elka tidak sesegar itu untuk ia publish ke hadapan teman-temannya.
❤❤❤❤❤
**Elka sedang datang bulan, makanya sedikit sensitive.
"Terlihat ceria bukan berarti mereka terlahir ceria. Namun ada sebaris luka yang berusaha mereka tutupi dengan keceriaan**."
__ADS_1