LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 49 (S2)


__ADS_3

Dua bulan pun berlalu, kini usia kandungan Syeilla sudah memasuki trimester pertama. Kandungannya lebih besar dari orang mengandung pada umumnya.


Sikap Aiden semakin possesive. Ia keseringan membawa Syeilla ke kantornya. Ia tidak tenang meninggalkan istrinya di rumah, meskipun ada pelayannya di sana.


"Mas, hari ini aku lelah. Aku di rumah saja ya." ucap Syeilla namun Aiden menggeleng keras. Ia ingin Syeilla ikut dengannya, bukan karena ia egois. Hanya saja ia sudah seminggu mengidam. Ia mengidam tidak ingin jauh dari istrinya.


"Ya sudah, kita di rumah saja kalau begitu." putus Aiden membuat Syeilla menggeleng dengan tegas.


"Kita ke kantor saja mas."


Mereka pun sudah bersiap ke kantor, Aiden dengan setelan jas navy nya yang dipadukan senada dengan celananya. Sedangkan Syeilla, hanya memakai dres navy yang sepadan dengan warna jas suaminya.


Aiden mengidam, pakaian mereka harus sama warna, untung bukan sama bentuk. Jadilah seperti sekarang.


Syeilla dan Aiden melangkah menuruni undakan anak tangga hingga sampai ke ruang makan. Di sana sudah ada Lisa dan Wira yang kembali akan pergi menghabiskan masa liburan mereka. Mereka berlibur ke taman, taman dan taman.


"Sayang, susu nya yang rasa vanila." tunjuk Lisa pada salah satu gelas dan berlalu pergi bersama suaminya. Mereka sudah makan lebih dulu karena ada urusan penting pagi ini.


Syeilla segera meraih gelas yang ditunjukkan oleh Lisa dan langsung meminumnya hingga tandas. Padahal Aiden sangat ingin meminumnya.


"Mas, mau sarapan pakek lauk apa?" tanya Syeilla dengan polos.


"Samakan sama kamu saja sayang."

__ADS_1


"Oke." Syeilla segera menyendokkan nasi goreng ke piring suaminya, ia menambahkan dada ayam beserta tumisan brokoli kering. Semua menu yang membuat Aiden tidak ingin beranjak dari meja makan.


"Pelan-pelan Mas, tidak ada yang akan mengambil makanannya." kekeh Syeilla saat melihat Aiden makan dengan lahap.


"Ini sangat enak sayang, bahkan makanan hotel bintang satu. Padahal menurut Syeilla mah sama aja. Setelah selesai makan, keduanya segera berangkat ke kantor.


Mereka masih saja menjadi pusat perhatian para karyawannya, apalagi kaum wanita. Mereka menjadi referensi orang-orang yang sudah mempunyai pacar atau tunangan. Mereka pikir keduanya sengaja couple untuk menunjukkan betapa mesranya mereka.


Syeilla masih sangat lelah, karena ia memang tidak bertenaga hari ini. Mungkin bawaan bayinya.


"Mas duluan saja, aku istrirahat sebentar." ucap Syeilla dengan wajah lelah.


Aiden menggelengkan kepalanya, ia segera menggendong istrinya dan membawanya ke sebuah lift menuju ruang kerjanya.


"Apa susahnya menggendong istrinya, toh hanya cukup berdiri diam dalam lift dan wuss mereka sampai.


Romi yang melihat kedatangan keduanya, segera membuka pintu ruangan bosnya. Ia jomblo yang teraniaya.


"Silahkan bos." ucapnya.


"Terima kasih, Romi." ucap Syeilla tulus.


"Jangan membalas senyumannya Romi." peringat Aiden saat bibir Romi baru hendak tertarik.

__ADS_1


"Baik, Bos." Romi segera keluar dari sana. Tatapan bosnya semakin hari kian menakutkan.


Ia tidak boleh menatap istri bosnya saat berbicara. Ia diwajibkan menatap tembok Cina yang terpajang di dinding ruangan bosnya.


Iangin rasanya Romi bernyanyi.


"Ingin kuteriak 🎶" tapi Romi lupa liriknya. Ia hanya mengusap dadanya, berharap ada donasi stok kesabaran dari relawan Palang Merah Kesabaran dalam menghadapi cobaannya.


Punya bos yang kejam memang merepotkan.


❤❤❤❤❤


Ngidam yang Unique...


ada ya ngidam harus makek baju warnanya sama. kenapa Aiden nggak minta makek baju yang bentuknya sama. kayak daster.


**Guys jangan lupa mampir ke lapak emak sama eyang kuhh yakk....


Emak Depa Drew


Judul : First Night


Eyang Ratna Aleefa

__ADS_1


Judul : Virtual Friend


Mereka jebolan penulis yang karyanya lumayan diperhitungkan. Tulisan mereka juga bagus. Silahkan mampir yes 😘😘**


__ADS_2