
Kondisi Dirga sudah mulai membaik dan operasinya berjalan dengan lancar. Hari ini ia sudah bisa membuka matanya. Ia melihat ke sekeliling dengan pelan. Sinar lampu membuatnya sedikit mengernyit karena silaunya yang masih belum terbiasa dengan korneanya. Zia dan Ariel dengan setia menemani putra mereka.
"Sayang, kamu sudah bangun," ucap Zia dengan penuh haru.
"Mama ...." panggilnya pelan.
Perutnya masih terasa perih saat ia bergerak, ia memegang bagian itu dan sesekali meringis.
"Nak, jangan bergerak dulu," peringat Zia lembut.
Dirga memejamkan matanya pelan, ia hendak bertanya kondisi Alya. Namun, ia urungkan saat perutnya terasa perih. Ia akan menanyakan hal ini nanti.
Di apartemen pria itu, Alya sudah membuka matanya pelan. Ia bingung saat kedua tangannya dalam kondisi terikat.
"Apa ini?" tanyanya pada diri sendiri.
__ADS_1
Ia menggeliat, dan suara pintu terbuka. Di sana Marten datang sambil membawa makanan. Alya segera memberondong pertanyaan pada pria itu.
"Marten, kenapa tanganku diikat seperti ini."
Marten meletakkan nampan di atas nakas lalu tersenyum. Namun, senyumannya terlihat sangat aneh dan mengerikan. Bukan senyuman yang beberapa jam lalu ia pamerkan pada Alya. Gadis itu bahkan sampai dibuat merinding melihatnya.
"Sekarang kau menjadi tahananku."
"Apa maksudnya?" tanya Alya bingung.
"Ah kau polos sekali!"
"Aku tidak mau, sebelum kamu menjelaskan apa maksudnya ini."
"Bukankah sudah kukatakan bahwa sekarang kamu resmi menjadi tahanaku."
__ADS_1
"Apa kamu sedang bercanda?"
Marten meletakkan nampan tersebut sembarangan lalu mendekatkan diri dengan Alya. Ia menarik kasar rambut gadis itu hingga terpekik kaget dan kesakitan.
"Apa di wajahku ada gambaran candaan? Apa ini cukup untuk menjawab pertanyaan bodohmu?"
Marten melepas cekalannya kasar lalu kembali mengambil nampan.
"Buka mulutmu."
Alya menutup mulutnya sambil menggeleng. Hal itu membuat Marten geram dan dengan kasar meraih dagu Alya kasar.
"Buka! Kalau kau tidak segera makan, maka aku akan membuatmu kelaparan! Kau tidak mau kan menguji kesabaranku!"
Alya membuka sedikit mulutnya. Ia bagai kata sebuah pepatah. Keluar dari mulut buaya, masuk ke mulut singa.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺
Tes tes masih adakah yg batja wkwkwkw