LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
SEASON 4 (Bab 6)


__ADS_3

Malam ini Altaf akan memperkenalkan Elena kepada orang tuanya. Ia akan memberitahukan pada mereka bahwa Elena adalah kekasihnya. Dengan segera menelpon seseorang di seberang sana.


"Siap-siaplah akan segera kujemput." ucapnya sambil memasuki mobil mewahnya.


Elena sedang bersiap-siap hingga suara telpon menghentikan aktivitasnya. Belum sempat Elena mengucapkan sepatah kata pun. Ucapan seseorang yang sudah familiar di telinganya untuk menyuruhnya segera bersiap-siap. Tanpa menunggu penelpon, ia langsung mematikan panggilannya yang membuat Elena kesal.


"Dasar beku, tak bisakah ia berbicara panjang lebar." omel Elena kesal.


Elena dipanggil oleh Altaf agar segera menghadap keruangannya. Tanpa menunggu lama Elena segera keruangan Altaf. Gadis itu sangat malas menghadapi bila si beku mengamuk seperti kemarin.


“Apa bapak memanggil saya?” tanya Elena sopan.


"Iya dan ada yang ingin saya katakan padamu," jawab Altaf datar. "Besok lusa aku akan membawamu bertemu kedua orang tuaku." beritahu Altaf enteng.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Elena dengan mata melototnya memandang Altaf dengan horor. Mau apa pria itu dengannya memperkenalkan dia pada kedua orang tuanya. Selama Altaf menjalin hubungan dengan Syeilla. Elena belum pernah melihat kedua orang tua Altaf.


“Apa maksud, Pak?”


"Apa telingamu perlu dibawa ke THT Elena!" omel Altaf dengan kesal.


"Bu ... bukan begitu, Pak. Hanya saja saya tidak terbiasa diperkenalkan begitu. Apalagi harus berjumpa dengan kedua orang tua, Pak Altaf." cicitnya takut-takut.


"Tidak ada bantahan Elena! Ingat, sekali kau membantah posisimu jadi taruhannya!" ancam Altaf final.


“Baiklah, Pak.” desah Elena dengan lesu.


"Good girl," ucap Altaf santai dan entah kenapa ucapan itu terdengar sangat mengesalkan di telinga Elena. Namun, kembali lagi pada posisinya, ia tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Kini mereka berdua Sudah berdiri di depan mansion mewah milik keluarga Malex. Tepatnya mansion orang tuanya Altaf. Elena menunggu cemas, semua terlihat dari tangannya yang tidak henti meremas jemarinya.


Menyadari itu Altaf segera menautkan tangan Elena yang terasa dingin ke dalam genggamannya. Mendapat perhatian seperti itu, membuat pipi Elena sedikit merona. Ketika pintu mansion tersebut dibuka oleh pelayan di sana. Muncullah wanita dengan balutan gaun sederhana. Namun, tetap terlihat menawan di usianya yang sudah berkepala lima.


"Halo sayang, wah lihat siapa gadis cantik ini Al." pujinya sambil menggoda anaknya sambil mengedipkan mata dan membawa Elena masuk menuju meja makan.


“Halo, son.” Charli mendekati putranya semata wayangnya lalu memeluknya.


“Hai, Dad.” jawab Altaf datar.


"Kau ini, apa kosakatamu hanya itu, ckck." kekeh Charli bosan. Altaf hanya diam tanpa membalas ucapan ayahnya.


"Lihatlah anak itu sayang, dia sungguh anakku?" Carli menatap istrinya sembari menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tentu saja itu anakmu Carl." ucap Merisa sambil mencubit pinggang suaminya.


 


__ADS_2