LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 53 (Season 3)


__ADS_3

Marten menatap lekat tubuh Alya yang tidur meringkuk di ranjangnya. Sepertinya ia sudah mengurung Alya terlalu lama. Walau bagai manapun gadia itu butuh refresing agar tidak stres. Ia tidak ingin direpotkan oleh Alya yang tiba-tiba jatuh sakit dan berakhir seperti kemarin. Ia mengguncang pelan tubuh Alya. Mata gadis itu terbuka perlahan dan menatap lesu ke arahnya.


"Bangunlah, gue akan bawa lo jalan-jalan ke taman," ucapnya datar.


Kening Alya berkerut drastis mendengar hal tersebut. Namun, ia tidak banyak bertanya, takut pria ini mengurungkan niatnya. Mana tahu ia bisa mencari celah saat di taman. Ia juga sudah lelah berada di sini, ibunya pasti sangat mengkhawatirkannya. Apalagi Cally, gadis itu pasti sedih karena dirinya menghilang. Ia teringat dengan Elka.


Mereka berdua akhirnya berangkat ke sebuah taman yang tidak jauh dari apartemennya. Tentu saja pakaian yang di kenakan oleh Alya berbeda dari biasanya. Ia diharuskan memakai hoddie dan masker untuk menutupi wajahnya. Marten tidak ingin mengambil risiko dengan membiarkan wajah Alya tanpa di tutupi oleh apa pun.


Di sisi lain ada Cally yang sedang merenungi semuanya. Bahkan ia mengabaikan panggilan yang berasal dari ayahnya. Ia butuh ketenangan untuk sesaat. Hati yang dipatahkan butyh waktu untuk disembuhkan.


"Alya, lo di aman sih, buruan kembali semua orang sudah menunggu kehadiran lo." Alya bergumam pelan.


Alya yang sedang berjalan bersama Marten pun seolah memiliki ketertarikan untuk berjalan ke ujung taman. Setelah mengerahkan segala jurus bujukan, akhirnya ia bisa meyakinkan Marten bahwa ia tidak akan pergi ke mana pun. Awalnya Marten terdengar tidak senang dengan idenya.


"Aku janji tidak akan macam-macam, kamu bisa memantauku dari sini atau ikut denganku ke sana," tunjuk Alya pada sebuah danau.


"Aku sudah sangat lama tidak melihat danau," bujuk Alya dengan mata berbinar.


Marten mendesah oelan mendengar ucapan Alya, ia pun mengiyakan permintaan Alya setelah beberapa pertimbangan. Lagi pula ia percaya bahwa gadis itu tidak akan berani macam-macam.


"Gue hanya memberi lo waktu lima belas menit, setelah itu lo harus balik ke tempat ini!"

__ADS_1


"Terima kasih, Marten."


Alya berjalan dengan senang menuju sebuah danau tersebut. Ia sudah lama tidak menikmati angin segar seperti yang sekarang. Saking menikmati kebebasan bersyaratnya, ia sampai tidak memperhatikan langkahnya. Ia menabrak tubuh seseorang yang baru saja bagun dari kursi panjang yang disediakan di sana.


"Maaf, Mbak. Saya tidak sengaja," ucap Cally dengan pelan.


Telinga Alya menangkap suara itu tidaklah asing di telinganya. Ia menatap gadis yang kini masih berdiri si hadapannya. Matanya sangat bahagia melihat saudarinya. Namun, Cally perlahan pergi meninggalkannya setelah meminta maaf.


Alya mengedarkan pandangannya dan tidak melihat Marten di temoat terakhir ia meninggalkannya. Dengan tergesa-gesa gadis itu menarik tangan Cally ke sebuah tanaman yang sedikit rimbun.


"Apa yang kau lakukan!" teriak Cally dengan jantung berdebar. Ia takut orang yang menariknya akan berbuat jahat padanya.


"Alya ... kau dari mana saja," ucap Cally dengan tangis bahagia.


"Sttt ... Cally, aku mohon padamu, jangan sampai kita terlihat oleh siapa pun," ucap Alya dengan tangan bergetar.


"Kenapa?" tanya Cally bingung.


"Aku sedang diculik, Cally. Hari ini entah apa yang merasukinya sampai mengajakku keluar. Untunglah aku bertemu dirimu di sini." bisiknya.


"Jika dia melihatku bersamamu, maka kamu akan menjadi sasaran selanjutnya. Aku tidak mau kamu kenapa-napa Cally."

__ADS_1


"Siapa dia?" tanya Cally.


"Aku tidak bisa memberitahumu tapi yang pasti, dia ingin mebalaskan dendam atas kematian ibunya. Ia mengatakan kalau Papa sama Mama yang menyebabkan semua itu. Sekarang aku nggak bisa lama-lama bersamamu. Aku harus kembali menemuinya.


"Tidak ... tidak, Alya dengarkan aku, kondisi Mama sangat memburuk semenjak kamu pergi. Aku akan menggantikan posisimu."


"Tidak, Cally. Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu," ucap Alya sambil menggelengkan kepala.


"Alya, tidak siapa pun yang tahu kalau kamu diculik, itu artinya orang itu sangat profesional. Kita tidak akan bisa pergi dari taman ini tanpa ketahuan. Aku mohon sama kamu," ucap Cally memberi pengertian.


"Pikirkan kesehatan Mama, Papa juga sangat sedih, kamu harus segera menemuinya bagai mana oun caranya. Setidaknya kamu tahu di mana letak tempatmu diculik. Kamu bisa menyelamatkanku bersama pihak berwajib."


Alya akhirnya mengalah, dan keduanya pergi ke toilet terdekat yang ada di sana. Tentunya dengan sangat hati-hati. Mereka harus berganti pakaian.


"Ingat! Jangan khawatirkan aku, Mama, Papa, Dirga dan Nevan sangat membutuhkan kamu," ucapnya.


Mereka berdua berpisah di sana.


🌺🌺🌺🌺🌺


Kalian pasti bertanya kenapa mereka tidak kabur bersama ya kan? 🤫🤫🤫 karena akan ada kejutan hahaha

__ADS_1


__ADS_2