LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 19 (S2)


__ADS_3

Pagi itu Syeilla berjalan sendirian memasuki lobi perusahaan suaminya. Aiden sendiri sudah berada di ruangannya. Kenapa mereka pergi dengan terpisah, karena tadi Syeilla membuat makanan untuk Aiden yang ingin makan masakannya.


Syeilla berjalan dengan pelan sambil membawa rantang pelangi empat tingkat. Ia sesekali tersenyum pada OB yang kebetulan baru selesai mengerjakan pekerjaannya.


Ia juga tidak luput menyapa orang yang sudah menyapanya sehingga sosoknya berganti menjadi bak malaikat. Yang tadinya mereka bilang tidak cocok, kini menjadi cocok berdampingan dengan bos mereka yang tampan.


"Dia wanita yang beruntung bukan, bisa dicintai oleh bos setampan dan sekaya CEO kita." ujar seorang karyawan wanita sambil menatap kepergian Syeilla dengan tatapan takjub.


"Kita hanya tidak tahu saja, apa yang sudah bu Syeilla lewati selama ini." ujar temannya yang tampak acuh membahas mengenai kehidupan orang lain.


"Selamat datang nyonya," sapa sekretaris suaminya yang bernama Romy dengan sopan.


Syeilla tersenyum sembari mengatakan.


"Jangan panggil saya nyonya, panggil saja ibu Syeilla." ujar Syeilla kemudian berlalu dari hadapan Romy.


Aiden sedang serius memeriksa beberapa berkas dan tidak menyadari kedatangan Syeilla.


Tanpa berniat mengganggu pekerjaan Aiden, Syeilla duduk di sofa sambil membaca majalah bisnis dan matanya terpaku pada satu sosok yang menurutnya sangat tampan.


Ia terus membolak balik halaman demi halaman sambil sesekali tersenyum dengan mata berbinar melihat beberapa pria tampan di majalah bisnis tersebut. Setelah puas dengan majalah, ia melirik Aiden yang masih tampak asyik dengan dunianya.

__ADS_1


Syeilla memutuskan untuk membaca novel kesukaannya yang beberapa hari kemaren baru saja diterbitkan. Ia sangat menghayati alur serta jalan cerita dari novel yang ia baca sehingga sesekali ia tampak menangis.


Aiden mengalihkan tatapannya, ia sudah melihat Syeilla duduk manis di sofa sambil menangis. Dengan cemas ia datang menghampiri istrinya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Aiden sambil memeriksa mana tau ada bagian tubuh istrinya yang sakit.


"Aku tidak apa-apa mas." ujar Syeilla sambil mengusap air matanya dengan gerakan pelan.


"Lantas kenapa menangis?" selidik Aiden penasaran.


Syeilla menunjukkan novelnya sambil berkata.


"Claudia sangat menyedihkan mas." ia kembali terisak saat mengingat kisah seorang tokoh wanita yang baru saja ia baca.


"Claudi itu nama tokoh wanita dalam novel ini mas, hidupnya sangat menyedihkan. Ia juga tidak dicintai oleh suaminya." curhat Syeilla tanpa sadar telah menyentil sudut hati terdalam suaminya.


"Mas." panggil Syeilla saat Aiden bungkam.


Aiden tersentak lalu menyahut kembali, sejenak ia cukup terganggu dengan kisah wanita dalam novel yang dibaca istrinya.


"Ah, iya. Ada apa sayang?"

__ADS_1


"Mas, sakit?"


Aiden menggelengkan kepalanya tanda ia baik-baik saja. Namun, wajah pucat suaminya membuat Syeilla tidak tenang. Ia tau pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh Aiden. Apa Syeilla tidak menyadari bahwa dia lah penyebabnya.


"Mas," kembali Syeilla membuyarkan lamunan Aiden yang tampak murung.


"Apa sedang ada masalah?"


"Tidak sayang, hanya saja mas lapar." ujar Aiden dengan senyuman pepsodent nya.


"Syeilla dengan segera membuka bekal yang tadi ia bawa dan wangi masakan pun sudah menguar membuat perut siapa saja bisa keroncongan.


"Sayang, bagaimana kalau setelah makan kita keluar." usul Aiden dengan senang.


"Untuk?"


"Mas ada hadiah spesial untuk sayang."


"Baiklah mas. Tapi ingat, tidak ada kata membolos." peringat Syeilla yang langsung membuat semangat Aiden meredup.


Istrinya polos atau pura-pura polos.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Semoga kalian masih betah menunggu wkwkwk...


__ADS_2