LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 17 (S2)


__ADS_3

Malam itu, Syeilla keluar dari kamar mandi sambil mengenakan handuk kesukaannya. Proxy, sebuah nama yang ia sematkan pada makhluk bernama katak alias kodok. Aiden yang sedang membaca sebuah majalah bisnis di ranjangnya mengalihkan tatapannya pada sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi, misi akan dijalankan. Pikirnya dengan senang hati.


Syeilla segera menuju walk in closed nya untuk memakai pakaian tidurnya, jam masih menunjukkan pukul delapan malam, Aiden sedang senyam senyum tak jelas di tempat ia sedang duduk saat ini. Syeilla pun bertanya dengan hanya menggerakkan bibirnya tanpa bersuara.


"Ada apa?"


Aiden segera bangkit dari ranjang lalu mendekati Syeilla yang saat ini sedang duduk di meja riasnya.


Aiden segera mengambil sisir dan hair dryer untuk mengeringkan rambut basah istrinya.


"Mas mau apa dengan benda itu?" tanya Syeilla dengan heran saat suaminya sudah berdiri di belakangnya dengan memegang kedia benda tersebut.


"Mau menyisir rambut istri mas sama ngeringin rambut kamu sayang." ujarnya dan melakukan kegiatannya.


"Emang bisa?"


"Tentu, mas mah serba bisa sayang?" Aiden tersenyum dengan bangga lalu melakukan tugasnya. Syeilla hanya diam sambil sesekali tersenyum melihat raut wajah suaminya dari cermin.


"Selesai." tunjuk Aiden dengan bangga. Ia baru saja menyelesaikan tugas pertamanya sebagai seorang suami yang baik dan budiman. Tetapi, haruskah? Bagi Aiden harus.

__ADS_1


Ketika istrinya tersenyum, itu artinya istrinya bahagia maka dia menyimpulkan bahwa apapun yang bosa membuat istrinya tersenyum dan tertawa maka ia berkewajiban melakukannya. Pertanyaannya, ada apa dengan Aiden?


"Terima kasih mas." ucap Syeilla dengan tulus.


Aiden menganguk sambil tersenyum.


"Ehem, sayang mas mau malam ini kita menunaikan ibadah." ucapnya sambil nyengir kuda. Syeilla menepis tangan suaminya yang tadi ada di pundaknya.


"Mas bisa tidur duluan." ujarnya dan melanjutkan aktivitasnya, sedangkan Aiden melangkah dengan lesu ke arah ranjangnya, semangatnya yang tadi berkobar kini hancur berantakan. Ia lebih memilih pergi dari pada harus membentak istrinya karena jujur saat ini ia sedang dalam mode kesal.


Syeilla memperhatikan raut wajah masam dan lesu suaminya dari arah cermin, ia lalu tersenyum misterius. Aiden mengambil posisi tidurnya lalu menarik selimut hingga menutupi sekujur tubuhnya. Syeilla terkikik pelan di tempatnya.


"Mas." bisiknya dengan seksi namun Aiden seolah tidak mendengarnya. Ia masih tetap dengan posisinya yang semula.


"Tidak ingin berbalik hm?" kembali Syeilla berbisik di telinga Aiden namun kembali ia di acuhkan.


"Hm baiklah kalau tidak mau, padahal baju ini sangat seksi saat ku kenakan mas. Ya sudah sepertinya harus ganti pakaian dulu." desah Syeilla dengan dramatis.


Hap

__ADS_1


Tubuh Aiden kini sudah berpindah dengan Syeilla berada di bawah, dengan napas memburu Aiden menatap mata teduh istrinya dengan tatapan membara.


"Jangan sampai kamu hentikan sayang." bisiknya dengan serak, matanya sudah diliputi nafsu saat melndengar suara istrinya ditambah dengan pakaian seksi yang saat ini membungkus tubuh ramping istrinya.


"Aku milikmu mas." ujar Syeilla sambil membelai wajah tampan suaminya.


Tanpa aba-aba Aiden segera mencium Syeilla dengan lembut dan penuh perasaan. Ia bahkan memperlakukan Syeilla layaknya barang berharga yang jika disentuh terlalu keras akan mengalami keretakan.


Malam yang panjang mereka lalui dengan desahan dan akhirnya mereka melaksanakan kewajiban masing-masing sebagai suami dan istri.


"Semoga kembali hadir." bisik Aiden sambil mengecup lembut perut rata istrinya.


❤❤❤❤


Masih mau lagi???


Tunggu besok wkwkwk....


Jangan lupa tinggalkan jejak dan komen kalian yang sangat berarti untuk Autor yang kesepian ini wkwkkw...

__ADS_1


__ADS_2