
Satu bulan kemudian.....
Auxillia beserta kedua desainer sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta, pukul 09:20 WIB. Tim pelaksana acara fashion show sudah mengutus seseorang menjemput mereka pun bertiga.
Mereka melihat di sebuah papan nama tertulis nama ketiganya, tanpa menunggu lama, mereka segera mendekat dan pergi dari sana menuju sebuah hotel tempat mereka akan menginap selama berada di Indonesia.
Malam harinya, acara fashion show pun akan digelar di hotel bintang lima, Grand Hyatt Jakarta. Auxillia dengan rancangan musim dinginnya, menggandeng dua puluh model baru yang masih fresh. Auxillia menarik napas panjang, ia hanya berharap fashion show nya akan berjalan dengan lancar.
Syeilla tampak antusias menghadiri acara fashion show tersebut. Ia mengajak Aiden dan Dion untuk menghadiri acara tersebut. Dion sebelumnya hendak menolak. Namun, melihat tatapan nista Aiden membuatnya turut menghadiri acara ini.
"Kabarnya, desainer yang selanjutnya akan tampil sudah bergelut di dunia fashion cukup lama. Namun, ia sempat kecelakaan hingga menghilang dua tahun lamanya. Sekarang ia kembali memulai karirnya dari awal." terang Syeilla pada keduanya yang hanya mendengarkan sepintas lalu.
"Ahh, acaranya akan segera dimulai." ujarnya antusias. Aiden dan Dion tersenyum melihat wajah Syeilla.
"Jaga mata, hati, dan pikiran!" ujar Aiden tajam saat memergoki Dion menatap istrinya sambil tersenyum.
"Kau yang seharusnya jaga mata, hati dan pikiran. Sebentar lagi, kau akan melihat wanita seksi keluar dari sana sambil berlenggok ria." tunjuk Dion membuat Aiden merinding.
Seorang MC datang ke tengah sambil memandu acara tersebut. Ia bersama rekannya wanitanya tampak serasi dengan balutan jas hitam, dan si wanita dengan gaun hitam elegan.
"Selanjutnya mari kita sambut rancangan desainer kedua, asal Inggris, beliau baru bergabung kembali sejak vakum dari dua tahun yang lalu. Nona Lynn.
Tepuk tangan tampak riuh menyambut rancangan selanjutnya.
Lampu pun segera diredupkan, dan mulailah para modelnya berlenggok dengan i dah di catewalk. Wajah mereka masih belum dikenal di dunia permodelan, namun kualitas mereka tidak kalah saing dengan jebolan terdahulu. Syeilla melihat tampak antusias, ia jadi teringat saat dulu pernah menekuni dunia modeling.
Dion sendiri kembali mengenang saat kekasihnya pernah menggeluti dunia yang sama. Model terakhirpun sudah selesai dengan tugasnya. Kini MC memanggil Lynn menuju panggung untuk mengucapkan sepatah dua patah serta ucapan terima kasih.
Tring.... Tring....
Ponsel Dion tampak berbunyi, ia segera mengangkatnya, bersamaan dengan Lynn mengucapkan terima kasih serta memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak, telah mendukung saya selama ini. Maaf karena baru kembali setelah dua tahun lamanya. Saya bahagia karena masih ada tempat untuk saya kembali ke dunia fashion. Sebelumnya perkenalkan, saya Lynn. Atau pamjangnya Auxillia Chalynn."
Deg...
Jantung Dion berdegup kencang saat nama wanita yang selama ini menghantuinya terdengar dari arah panggung. Dion membalikkan badannya, ia menatap seseorang yang sedang tersenyum manis sambil mengucapkan terima kasih.
Raut wajahnya tampak bahagia,
"Auxillia." gumam Dion pelan. Matanya tidak pernah jemu menatap wajah yang selalu memikat raganya.
"Auxillia." gumannya.
"Apa kau mengenalnya?" tanya Syeilla dengan penasaran.
"Dia, wanita yang sudah membuatku seolah kehilangan arah. Dia pelakunya."
Sosok itu sudah selesai dengan kalimatnya dan akan segera beranjak.
"Auxillia...." teriak Dion dengan lantang. Semua mata menatap aneh ke arahnya.
Deg...
"Auxillia...." teriak Dion.
Auxillia membalikkan tubuhnya dan menatap satu sosok yang berdiri dibarisan para tamu undangan.
Ia sangat mengenal sosok laki-laki itu, sosok yang sudah membuatnya mengambil keputusan seperti sekarang.
"Dion." gumam Auxillia pelan.
Dion berlari menghampiri Auxillia yang masih tampak terkejut. Dion segera memeluk ya dengan segudang rasa cinta.
__ADS_1
"Maafkan aku." bisik Dion lembut.
Auxillia tidak mengerti, apakah ia sedang bermimpi atau tidak. Ia mencubit pipinya.
"Aw." ringisnya. Artinya ia tidak sedang bermimpi.
"Dion," ujarnya dengan air mata. Ia sungguh bahagia dan sangat senang. Penantiannya akhirnya terjawab. Penantian yang selama ini ia nantikan kini sudah terjawab. Auxillia sungguh bahagia.
"I love you." bisik Dion.
"Love you too." balas Auxillia.
Malam itu mereka menjadi ikon bukti cinta yang menyatu setwlah sekian lama.
❤❤❤❤❤
**Intinya mereka bertemu, tidak perlu dramatis wkwkkw...
Jangan lupa lemparkan vote kalian seikhlasnya untuk cerita LELAH agar autornya semakin berkembang biak. 😆😆
Oh ya jangan lupa mampir ke lapak anak tetangga TERCEMAR dan master TERCEMAR.
Anak tercemar : Nova Lindah
Judul :The Series Wizard
Yang suka cerita fantasy, silahkan berkepo ria dilapaknya.
Master tercemar,
King Master : Ari Usman
__ADS_1
Judul : Repair love
Catatan : tulisan beliau sungguh TERLALU, gelar Master, tulisan rapi, no typo (kalau ada khilaf sesaat), alur jelas, dan kalian akan suka dengan ceritanya. Why? Karena ceritanya lain dari yang lain. TOP**.