
GAIS MAAF, WKWKWKWW. AKU KURANG VITAMIN CINTA. MAAFKAN DIRUKUHHHH.
------
Dua minggu telah berlalu dan nanti malam mertua Elena akan berkunjung ke rumah mereka untuk makan malam. Dan ia sudah diberitahu oleh suaminya tadi pagi.
“Baikkah kita akan berbelanja nanti siang untuk hidangan nanti malam.” Ucap Elena pada dirinya sendiri.
Akhir-akhir ini Elena sering muntah dan kepalanya berdenyut sakit bukan main hingga beberapa hari belakangan ini ia cepat kelelahan di tambah dengan sikap suaminya yang semakin hari bertambah dingin membuatnya sangat kelelahan lahir dan batinnya. Sebelumnya dokter sudah menyarankan agar Elena tidak terlalu kelelahan karena selain bisa berdampak buruk pada kandungannya juga bisa mempercepat perkembangan penyakitnya. Ia merasakan kembali kepalanya yang berdenyut hebat hingga rasanya mau pecah. Ia merebahkan tubuhnya ke sofa karena tak mampu lagi berdiri. Tiba-tiba pintu rumah terbuka dengan kasarnya.
“Ya ampun kenapa kau masih tiduran di sofa hah!” tegur suara itu dengan keras namun tak lagi tertangkap di indra pendengaran Elena.
__ADS_1
Hingga ia merasakan bahunya diguncang oleh seseorang. Ia menarik napas panjang dan membuka matanya untuk menetralkan rasa sakit yang kini terasa lebih sakit lagi. Bibirnya sudah pucat. Ia memandang suaminya dengan mata sayu kemudian pandangannya tertutup. Ia tak mampu melawan sakit itu. Altaf yang melihat itu jadi khawatir dan segera membawa istrinya ke rumah sakit. Elena sudah diperiksa oleh dokter dan ucapan dokter selanjutnya dapat menghentikan kerja jantungnya karena saking syok nya.
“Istri kamu hanya kelelahan Al. Ini wajar karena ia sedang mengandung. Jadi jangan sampai ia melakukan pekerjaan yang berat.”
“Apa kamu bercanda, mana mungkin dia bisa mengandung.” Ucapnya tak percaya.
“Ckck ekspresi macam apa itu. Apa kau tidak senang.” Tanya Alka bingung.
“Hahaha tentu saja aku senang hanya saja aku baru tau ini.” Ucapnya tertawa sumbang.
Altaf hanya menganguk kecil.
__ADS_1
“Sial, Elena memang sudah membuat ku terkejut. Bagaimana bisa aku menerima anak yang lahir dari rahim seorang pembunuh. Haha aku pasti sudah gila.” Batinnya tertawa aneh.
“Sialan kau Elena, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerimanya. Karena aku tidak ingin mempunyai anak dari wanita pembunuh sepertimu, dasar kau pembawa sial Elena. Aku membencimu. Aku berharap Tuhan mencabut nyawamu.” Altaf meninju samsak yang ada diruang olahraganya dengan sengit. Ia meluapkan kemarahannya pada samsak tersebut.
Orang yang mendengar jeritannya dibalik pintu pun tak kuasa menahan tangisnya. Ia memegang dadanya yang teramat nyeri. Suaminya menginginkan kematiannya.
Ia tersenyum getir. “Tanpa kamu minta pun aku akan segera mati mas.” Ucapnya pilu dan beranjak menuju kamarnya. Ia sangat mencintai suaminya. Ia pernah berharap bahwa Altaf akan memaafkannya jika mengetahui ia sedang mengandung. Namun harapan itu jauh dari prediksinya. Nyatanya suaminya sangat membenci bayinya.
“Sayang jika nanti mama tak sempat melihatmu kamu harus berjanji bahwa kelak kamu akan menjadi sosok anak yang kuat.” Isaknya menangis.
Ia sangat terluka dengan kenyataan ini. Bagaimana bisa takdir kembali kejam padanya. Ia bisa menerima Altaf membencinya tapi ia terluka bila Altaf tak dapat menerima bayi mereka. Ia sangat terluka.
__ADS_1
Merisa yang mendengar kabar kehamilan Elena pun sangat bahagia sampai teriak-teriak di rumahnya. Sang suami yang melihat itupun hanya menggelengkan kepalanya.
-----