
Keluarga besar Elena sedang berduka atas kehilangan sosok seorang ibu bagi Johan dan sosok nenek yang baik bagi Elena. Ia tidak pernah menyangka jika kepergian neneknya akan secepat dan setragis ini. Bahkan wajah neneknya hampir tidak bisa dikenali saking parah nya kecelakaan yang membuat mobil Aisyah terbakar sehingga hampir 90% tubuhnya di lalap si jago merah.
Kabar ini juga baru diketahui oleh keluarga Elena setelah neneknya tidak pulang hingga tengah malam dan sekitar pukul 05:00 pagi sampailah sebuah berita menyakitkan tersebut pada Johan langsung dan Johan segera menghubungi Elena untuk segera menuju ke rumah sakit Mitra Kemala untuk menjemput jenazahnya yang sudah hangus.
"Mama, kenapa malah berakhir seperti ini" Johan menangisi betapa malang cara maut menjemput ibunya, Elena dan kedua putrinya juga ikut menangis. Di mata Elena neneknya adalah sosok yang baik dan penyayang bagi sosok kedua putrinya.
"Sayang, sudah. Tidak baik menangisi orang yang sudah pergi dengan berlebihan. Biarkan nenek pergi dengan tenang ya" ujar Altaf sambil memeluk istrinya dengan sayang.
"Nenek sangat baik mas tapi kenapa pergi secepat ini" tangis Elena di pelukan suaminya.
"Sayang, ini sudah menjadi takdir nenek dan tugas kita sebagai orang yang ditinggalkan harus melepasnya dengan ikhlas dan berdoa agar semua amal ibadah nenek di terima disisi sang maha kuasa" tenang Altaf sembari mengelus kepala istrinya dengan sayang.
*****
Syeilla sudah menunjukkan satu gerakan pada jari tangannya namun masih terlihat lemah. Air matanya mengalir dengan sendirinya meski matanya masih tertutup rapat. Seolah jika ia terbagun dan sadar akan ada kabar buruk yang menyambutnya. Kebetulan saat itu ada Zia disana yang menemani Syeilla.
Mata Zia sekilas menangkap gerakan kecil tersebut, merasa tidak yakin ia pun kembali memfokuskan penglihatannya dan ia langsung memencet tombol yang ada disana. Beberapa menit kemudian datanglah dokter dan dua orang perawat kesana.
"dokter, saya tadi melihat ada pergerakan kecil pada jemarinya" beritahu Zia pada dokter tersebut.
Tanpa menunggu lama lagi dokter yang berjenis kelamin laki-laki itu pun segera melakukan pemeriksaan dan menatap mata Zia dengan serius.
"Ini sebuah keajaiban mengingat riwayat pasien yang menderita tumor ganas stadium empat dan mengalami kecelakaan parah tapi sudah melalui masa koma nya" ujar dokter tersebut dengan takjub sekaligus terharu karena ia memiliki pasien yang tangguh luar biasa.
"Terima kasih Tuhan" ucap Zia penuh syukur.
Kabar itu pin kini sudah sampai ke telinga Aiden yang sedang melaksanakan rapat penting dengan beberapa pemegang saham.
"Maaf karena saya memotong presentasi anda tapi saya harus mengakhiri rapat ini dan sekretaris saya akan menjadwal ulang rapatnya" ujar Aiden dengan tegas tanpa ingin dibantah sama sekali.
Dan semua orang yang ada disana hanya mampu menghela napas dengan berat.
"Ada apa ini?" tanya seseorang pada sekretaeis Aiden karena saat ini Aiden sudah pergi menuju rumah sakit.
"Maaf tuan-tuan semuanya tapi hari ini istri tuan baru melewati masa komanya" ujar sektetarisnya memberi pengertian dan mendapat anggukan dari semuanya.
"Wah saya pikir beliau akan bersikap dingin juga pada istrinya tapi saya tidak menyangka bahwa cinta beliau sangat besar pada istrinya" ucap seorang wanita yang diketahui sebagai pemegang saham terbesar di antara semuanya.
"Terima kasih nyonya atas pengertiannya" ujar sekretaris Aiden yang bernama Trisna dengan sopan dan disambut baik oleh semuanya lalu mereka pun membubarkan diri.
seolah angin ikut berkhianat dan menyampaikan berita tersebut pada Dion yang saat ini sedang menyeringai puas.
__ADS_1
"Bagus Syeilla karena begitu kau sadar sebuah kenyataan pahit dan menyakitkan yang akan menyambutmu hahaha" tawanya membahana memnuhi ruangan tersebut.
Ia lalu menatap foto Elena dengan sendu.
"Aku bahkan kehilanganmu karena ulah Syeilla lalu aku juga kehilangan Alisa karena Syeilla juga. Menurutmu apa yang pantas aku lakukan padanya hm?" tanya nya dengan wajah sebeku antartika.
Ia pun mengenang masa lalunya bersama menyenangkan bersama Elena di masa kecil mereka. Pertemuan yang untuk pertama kalinya meninggalkan memori yang indah untuknya.
*Flashback
Di sekolah Syeilla selalu murung dan tidak mau diganggu oleh siapapun. Lalu seorang anak laki-laki datang dan duduk di sampingnya.
"Apa ada yang membuatmu bersedih?" tanya anak kecil itu dengan serius.
Syeilla menatapnya sekilas lalu kembali menatap langit.
"Kakekku sudah pergi ke tempat yang bernama surga " ujar Syeilla kecil dengan polosnya.
"Itu kabar baik, tandanya kakekmu orang yang baik makanya pergi ke surga jadi tidak ada lagi alasan untukmu bersedih ya" ujar anak tersebut dengan ceria yang diangguki oleh Syeilla kecil.
"Benarkah begitu?" tanya Syeilla dengan wajah cerianya.
"Tentu"
"Baiklah" jawab Syeilla dan menyambut uluran tersebut dan mengaitkannya.
"Namaku Di..." belum sempat ia memperkenalkan diri ia sudah dipanggil oleh salah satu guru dan segera berlalu dari sana.
"Sepulang sekolah akan kutemui kau" teriak Dion dengan gembira. Padahal mereka baru bertemu tapi entah mengapa sosok gadis itu membuatnya merasa sangat bahagia dan ingin terus berada disampingnya.
Syeilla pun membalasnya dengan senyuman dan kembali melakukan aktivitasnya. Ia menatap langit sembari bergumam.
"Apa kakek bisa melihatku dari sana? Apa kakek bahagia menjadi salah satu bintang di langit?"
Tong
Tong
Bel masuk pun sudah berbunyi. Ia dengan segera kembali ke kelasnya yakni kelas III.a dan mengikuti pelajaran selanjutnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 12:30 itu artinya sudah waktunya pulang. Ia berjalan dengan lesu saat keluar dari kelasnya.
__ADS_1
"Hei aku Dion" ujar Dion dengan senang namun wajahnya langsung berubah bingung saat melihat raut wajah sedih itu.
"Kau kenapa? Apa aku menganggumu sehingga membuatmu bersedih seperti ini?" tanya Dion dengan sedih lalu mendapat gelengan dari Syeilla.
"Tidak bukan begitu. Aku hanya sedang teringat saja dengan kakekku"
"Oh yang kau ceritakan tadi saat jam istirahat? Kau tidak boleh lagi bersedih karena kakekmu juga akan ikut sedih" ujar Diin dengan lembut.
"Aku tidak mau melihat kakek bersedih" ujar Syeilla dengan pelan.
"Nah kalau begitu kau tidak boleh bersedih lagi"
"Baiklah, demi kakek aku tidak akan bersedih lagi" ujar Syeilla dan tersenyum.
Dion yang melihat senyuman Syeilla pun tanpa sadar ikut tersenyum lega.
"Aku akan menjagamu ya meskipun sekarang aku masih kecil tapi percayalah aku akan mejadi lelaki yang kuat saat kita sudah besar nanti dan sampai saat itu tiba aku akan melindungimu. Aku berjanji" ujar Dion dengan lembut dan mengelus sayang rambut panjang Syeilla.
"Terima kasih. Ah aku lupa memperkenalkan diriku. Aku... "
"Kakak cepatlah" teriak sebuah suara dari seberang sambil melambaikan tangannya ke arah Syeilla dan Syeilla pun segera kesana dan melambaikan tangannya pada Dion yang menatapnya dengan senyuman.
Pertemuan yang terasa singkat itu pun menjadikan Dion selalu mengingat wajah gadis yang selalu membuatnya merasa bahagia. Namun kabar buruk pun datang dari ayahnya karena mereka harus pindah ke luar negeri karena urusan pekerjaan dan ia harus meninggalkan gadis kecilnya tanpa sempat berpamitan karena ia tidak tahu nama dan alamat rumahnya. ia hanya menuliskan sebuah surat permintaan maaf karena tidak sempat berpamitan namun ia berjanji saat mereka sudah dewasa ia akan datang dan meminang gadis kecilnya.
"kakak sepertinya ada surat untukmu?" ujar Elena sembari memberikan sebuah surat yang dititipkan seseorang padanya.
Syeilla pun segera menerima lalu membacanya dan wajahnya kembali bersedih.
Hai aku Dion. Maaf karena mungkin apa yang akan aku sampaikan ini akan melukai mu tapi percayalah aku juga tidak menginginkannya.
Aku hari ini akan pindah ke Amerika bersama keluargaku dan mungkin akan menetap untuk waktu yang lama.
Aku tidak tau siapa namamu tapi aku sangat meyayangimu meskipun kita baru bertemu tapi satu hal yang harus kamu tau bahwa aku akan selalu mengingat dan menyayangimu.
Aku berjanji padamu saat aku sudah dewasa nanti dan memiliki banyak uang aku akan menjemput dan menjadikanmu sebagai nyonya dalam hatiku. Apa kau mau?
Hehe aku harap kau akan menjawab mau.
Ah sudah dulu aku sudah akan berangkat.
Miss you gadisku*
__ADS_1
❤❤❤❤❤