
Elka dan Salma mendatangi kediaman Aiden dan Syeilla sambil membawa sesuatu untuk kedua bayi Aiden. Pria itu tampak bersenandung riang selama perjalanan hingga sampai ke pekarangan rumah Aiden.
"Yuhuuuu ... para keponakan bocil," teriak Elka dengan gembira. Salma menggelengkan kepala gemas melihat tingkah laku suaminya.
"Biasakan mengucap salam. Supaya setan tidak ngikut ente masuk kedalam," omel Aiden ngasal. Elka mana peduli. Toh tujuannya si bidadarinya.
"Bidadari, paman tampan dan budiman datang," teriak Elka. Syeilla keluar dari kamarnya sambil menatap Elka dengan ekspresi geli.
"Kak Salma," sapa Syeilla dan ikut duduk bersama Salma di sofa ruang tamu.
Aiden memanggil pembantunya untuk menyiapkan minuman.
"Bagaimana kabar si kecil?" Salma menyerahkan sebuah bingkisan pada Syeilla.
"Alhamdulillah baik, Kak. Ini apa lagi?" tanya Syeilla penasaran.
"Kerjaan Mas Elka," tunjuk Salma pada suaminya yang sedang cilukba sama kedua bayi Syeilla.
"Mas, mereka belum paham cilukba," peringat Salma gemas.
"Mereka tertawa sayang," tunjuknya dengan wajah gembira.
__ADS_1
"Mereka merem, Mas. Tertawa dari mananya?" dengus Salma.
"Sudahlah Kak. Tidak perlu diladeni, yang ada nanti kakak stres sendiri haha," mereka berdua terbawa suasana menertawakan Elka.
Aiden datang dari dapur sambil membawa dua gelas kosong dan satu teko berisi minuman.
"Jiwa pembantu yang terpendam," ejek Elka membuat Aiden melotot kesal.
"Aku bisa membayangkan bagaimana kelak saat kamu memiliki seirang anak. Aku jamin Elka, mungkin kau akan mengenakan pakaian compang camping." ejek Aiden membuat Elka mendengus ngeri.
"Bidadari, jangan dengarkan ucapan ayah kalian yang mehong. Suka julis sama paman tampan," ujar Elka sambil mengelus manja kulit keduanya.
"Minggir. Kalau mau minta sana sama Salma," Aiden mengusir Elka dari permukaan area baby nya.
"Kamu pikir perut aku pabrik pencetak bayi, apa?" dengus Salma. Elka terkekeh di pojokan.
Syeilla memperhatikan keduanya sebelum ia tersenyum. "Jodoh memang tidak pernah tertukar," kekehnya. Ia tidak tahu. Namun, ia yakin bahwa Salma akan ketularan jahil seperti Elka.
Tring... Tring...
"Halo," sapa Syeilla pada penelpon yang tidak lain dan bukan adalah si Dion.
__ADS_1
"Dia sedang menjaga the bebies dari terkaman Elka," jawabnya membuat Dion mendengus.
"Woy Elka. Jangan menganggu my angel dong." teriaknya dari seberang.
"Angel kepalamu. Dia bidadariku, kalau mau minta sana sama Auxi," dengus Elka membuat Dion mengeram marah.
"Aku, kalau mau sudah empat lahir kembar. Aku sedang tidak mood membuat bayi kembar," elak Dion membuat jiwa nista Elka merosot ke dasar jurang.
"Bilang saja kalau kamu impoten," ejeknya membuat Dion meremas ponselnya dengan kasar. Auxillia bahkan sampai menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya.
"Mas, itu kamu ngapain meladeni Elka sih," ujar Auxillia sembari menghampiri suaminya yang sedang menahan kekesalan.
"Sayang, kamu lihat dong. Dia sangat menyebalkan. Aku bahkan menyesal pernah mengakuinya sebagai sahabat," adunya pada Auxillia.
"Hey lelaki kamvret. Dulu kau yang mengemis padaku. Ingat nggak?" semangat Elka berkibar semangat bak bendera merah putih.
"Serah lu Soimah," Dion mematikan panggilan secara sepihak membuat Elka mencak-mencak.
Drama pertengkaran keduanya kerap menjadi hiburan semata wayang bagi Syeilla yang memang menyukai karakter mereka semua. Apalagi kalau suaminya sudah bersama Ariel yang kini telah menjadi suami dari sahabat baiknya. Zia.
"Eh Bambang Kuncoro, minggir!" usir Aiden membuat Elka terjengkang.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Guys aku lupa jenis kelamin kedua anak Syeilla hahaha. Aku lupa save kemarin. Kalau ada yang tau jangan lupa dikomen yakkk 😘😘