LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 39 (S2)


__ADS_3

Seminggu menuju hari pernikahan Arielndan Zia, pagi itu Aiden dan Syeilla sudah bersiap-siap dengan kopernya. Hari ini mereka akan pulang ke Indonesia, Syeilla sendiri sudah melakukan serangkaian pemeriksaan dan sudah diijinkan untuk menaiki pesawat.


Syeilla menatap apartemennya untuk yangbterakhir kalinya karena mungkin inilah harinterakhir ia bisa melihat apartemen yang sudah memberinya banyak kisah dan kenangan indah.


"Ayo sayang." Aiden menggandeng tangan Syeilla dan segera turun ke menuju sebuah taksi yang sudah dipesan oleh Aiden. Syeilla kembali menatap area apartemen dengan mata sedih, mobil yang membawa mereka pun sudah melaju membelah jalanan kota Moscow.


Perjalanan mereka memakan waktu selama dua puluh lima menit untuk sampai di Bandara Internasional Domodedovo.


"Thanks." ucap Aiden dan memberikan bayaran lebih pada supir taksi tersebut yang membuat sipir itu sangat berterima kasih lalu pergi dari sana.


"Sayang, kamu tunggu di sini, mas chek in dulu kesana." tunjuk Aiden yang di angguki oleh Syeilla yang kini duduk di kursi menunggu. Syeilla mengambil ponselnya saat bunyi panggilan nyaring terdengar. Ia melihat nama si pemanggil lalu mengangkatnya.


"Halo."


"........... "


Syeilla mengernyitkan keningnya saat tidak ada suara yang mejawabnya. Ia mematikan panggilannya lalu kembali menyimpannya dalam saku. Aiden terlihat sedang berjalan ke arahnya sambil tersenyum.


"Sudah selesai mas?" Aiden mengangguk.

__ADS_1


Mereka segera pergi ke ruang tunggu Gold Lounge yang menyediakan fasilitas kursi pijat, makanan, minuman, toilet yang bersih, dan layanan lain yang sangat memanjakan para penumpang kelas bisnis. sampai menunggu pemberitahuan keberangkatan.


Aiden menatap lembut wajah cantik istrinya.


"Ada apa sayang?"


Syeilla menggeleng dengan pelan dan memberikan senyuman terbaiknya.


Aiden menyenderkan kepala Syeilla ke bahunya, ia pikir Syeilla mungkin lelah, setelah menunggu bebapa lama mereka akhirnya berangakt dan segera menaiki pesawat. Aiden memilih first class agar lebih leluasa mengingat first class jarak kursinya lebih lebar dengan kursi yang super empuk. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya.


Mereka sudah mengambil tempat duduk masing, masing. Kini pesawat siap berangkat. Tidak banyak yang dilakukan Syeilla selain dari tidur karena ia sangat lelah. Mereka menghabiskan sepanjang malam di pesawat yang langsung menuju Jakarta tanpa transit.


"Mas, kakiku lemas." ujar Syeilla. Ia sangat kelelahan meskipun ia hanya duduk namun kakinya sangat lelah.


Aiden menitipkan kopernya sebentar ke tempat keamanan. Sebelum pergi dari sana sambil menggendong Syeilla menuju sebuah mobil yang sudah menunggunya di parkiran.


"Selamat datang tuan." ujar pak Sarmin dengan sopan yang dibalas Aiden dengan jawaban sopan.


"Terima kasih pak Min, oh ya pak. Bisa ambilkan koper saya di pos keamanan." ujar Aiden yang kangsung diiyakan oleh Pak Sarimin.

__ADS_1


Aiden segera masuk ke mobil tanpa melepaskan pelukannya. Ia memangku Syeilla yang tampak sudah tertidur dalam pelukannya. Benar dugaan Aiden bahwa istrinya kelelahan.


Pak Sarimin sudah kembali dengan dua koper di tangan kanan dan kirinya yang ia tarik. Sesampainya di mobil ia pun segera memasukkannya ke bagasi.


Ia langsung beralih ke kursi penumpang dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Pak maaf jika membuat bapak kurang nyaman. Hanya saja istri saya kelelahan." ujar Aiden yang kangsung di angguki oleh pak Sarimin.


"Tidak apa-apa tuan. Nyonya memang tampak lelah." ujar Pak Sarimin dengan pengertian.


Aiden tahu bahwa pak Sarimin tidak pernah mempermasalahkan semuanya karena beliau bekerja sangat profesional dan itulah yang membuatnya dipskerjakan dengan gaji tinggi.


Syeilla tamoak terusik dalam tidurnya.


"Ssttt," Aiden kembali mengusap kepala Syeilla yang ada di dada bidangnya. Ia mengecup kening Syeilla dengan sayang. Syeilla tampak kembali nyenyak dalam tidurnya.


❤❤❤❤❤


Siapa yang punya suami romantis tunjuk tangan...

__ADS_1


Huhhh pengen dong..


__ADS_2