LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 30 (Season 3)


__ADS_3

Dirga mengertakkan giginya geram saat melihat kedekatan Nevan dengan Alya. Jari-jemarinya tampak memutih menahan kepalan di tangannya. Ia tidak suka melihat Alya bersama cowok lain.


Nevan tersenyum menatap wajah ayu Alya. Ia sangat suka memandanginya setiap saat. Gadis itu juga tampak sedikit malu saat mengetahui Nevan memandangnya dengan terang-terangan.


"Jangan menatapku begitu," ucap Alya sambil menutup sebahian wajahnya.


"Kenapa?" Nevan bertanya sambil memangku kedua tangannya di dagu. Perbuatannya menghasilkan wajah yang sangat tampan.


"Aku sedikit malu," ucapnya kembali menutupi wajah cantiknya.


"Untuk apa malu, kamu itu kalau diibaratkan seperti sinar rembulan purnama. Sulit untyk mengalihkan tatapan dari sinarmu yang terang."


"Jangan menggodaku seperti itu," rungut gadis itu kesal dan sedikit malu.


"Aku sedang tidak menggodamu, aku sedang memujimu."


Keduanya tertawa bersama tanpa menyadari seseorang datang dengan wajah merah padam ke arah mereka berdua.

__ADS_1


"Pulang!" desis suara tersebut dengan dingin.


Alya dan Nevan mengalihkan tatapannya pada sosok cowok yang kini memandang Nevan dengan aura sengit penuh permusihan.


"Hei, aku yang membawanya pulang bukan kamu, jadi mau gempa, tsunami ataupun badai ****** beliung sekali pun. Dia tetap pulang bersamaku." Nevan membalas tatapan tajam cowok itu dengan tak kalah sengitnya.


"Jangan ikut campur!"


"Hei, vroh. Di sini yang jangan ikut campur itu kamu! Bukan aku, paham nggak bahasa manusia?"


"Udah-udah, Nevan ayo kita pulang," ajak Alya membuat darah Dirga semakin mendidih.


"Dirga, pegangan kamu lepasin, sakit."


Nevan melihat ekspresi Alya dengan marah. Ia memberi peringatan pada Dirga untuk melepaskan tangan pujaannya.


"Lepaskan tanganmu dari tangannya!"

__ADS_1


"Apa urusanmu *******!"


Nevan tersenyum lalu sebuah pukulan mendarat indah di pipi Dirga. Ia tidak suka jika ada yang menyakiti Alya. Apa cowok itu buta? Jelas-jelas Alya meringis kesakitan akibat ulahnya tapi tidak peka. Dasar cowok brengsek. Makinya dalam hati.


Nevan memperhatikan pergelangan tangan Alya yang sudah memerah. Nevan mengambil tangan itu lalu meniupnya dengan perlahan-lahan. Tangan itu bagai permata yang tidak boleh asal dipegang sembarang.


"Apa ini sakit?" tanya Nevan lembut. Perlakuan Nevan membuat Alya sangat nyaman. Dari dulu Dirga selalu berlaku kasar semenjak kejadian itu. Padahal riwayat pacaran mereka sangat bagus. Namun, akibat kesalahpahaman cowok itu membencinya setengah mati. Mengingatnya saja membuat Alya sedih.


"Hei, jangan menangis. Aku tidak suka melihat air mata yang sangat berharga keluar sia-sia dari pipimu."


Dirga berdecih menatap ke arah Nevan. Cowok itu terlalu belagu baginya. Pura-pura baik dan lembut pada Alya. Apa gadis itu buta, jelas-jelas Nevan sudah memukulnya.


Dirga tidak terima, ia membalas pukulan nevan tepat di wajah cowok itu dengan sangat keras. Alya kaget dan langsung memeluk Nevan. Ia bertanya apa cowok itu baik-baik saja atau tidak. Air mata tampak menganak sungai di matanya. Ia memandang Dirga dengan amarah. Berdiri oerlahan lalu melayangkan tamparan ke wajah tampannya.


"Jangan pernah mendekatiku, kalau kamu hanya ingin menyakiti Nevan."


"Oh, sekarang belain si curut ini?"

__ADS_1


"Kamu sudah punya pacar kan? Bukan aku yang membuangmu tapi kamu yang membuangku. Stop merasaaku menghianatimu karane hubungan kita tidak seperti itu!"


Alya membawa Nevan berjalan menjauh dari sana. Sedangkan Dirga mengeram marah dan menendang angin.


__ADS_2