LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
SEASON 4 (Bab 5)


__ADS_3

Sedangkan Elena juga tak jauh berbeda, iya juga banyak mendapat tatapan menjijikan dari beberapa pria yang seolah ingin menerkamnya hidup-hidup. Namun ia hanya menganggap mereka seperti angin lalu belaka.


Pesanan datang dan mereka makan dalam keadaan diam tanpa saling berbicara sampai selesai. Kemudian Elena berdehem mencoba memecahkan suasana hening dianatar mereka.


“Kenapa kau?” tanya Altaf ketus.


"Tidak ada, hanya memecah keheningan saja, apa kau tidak bosan kalau kita tetap diam." Elena mengedarkan pandangannya dengan malas.


"Tidak ada artinya makan sambil berbicara." balas Altaf datar.


"Pantas saja dia mirip es balok." gumam Elena sangat pelan namun masih terdengar jelas di telinga Altaf.


"Siapa yang seperti es balok?" tanya Altaf kesal.


"Bukan siapa-siapa." jawab Elena pelan sambil menggelengkan kepalanya. Altaf memperhatikan Elena dengan mata memicing curiga dan berlalu ke kasir. Elena kini mengembuskan napas lega.


Saat sedang menunggu Altaf di mejanya datang seorang lelaki yang lumayan tampan. "Hai boleh aku duduk?" tanya lelaki itu.


"Apa kursi disini sudah penuh?" Elena mengamati sekitar restoran dan ternyata masih ada beberapa meja yang masih kosong.


"Tidak, hanya saja aku ingin berkenalan denganmu." Lelaki tersebut tersenyum kikuk karena baru kali ini ia bertemu dengan wanita yang menolaknya secara terang-terangan.


Saat Elena akan berbicara, Altaf berdehem sambil menatap pria tersebut dingin.

__ADS_1


"Saya rasa masih banyak meja yang kosong disini, lantas untuk apa kau duduk di meja seorang gadis yang sudah bertunangan." Altaf menatap lelaki itu dengan tajam.


"Maafkan saya Nona, saya tidak tahu bahwa anda sudah bertunangan."


Ia gemetar sambil melenggang pergi meninggalkan mereka berdua.


Sedangkan Elena masih melongo tak percaya atas apa yang diucapkan oleh bos bekunya ini. Apa iya gila bertunangan dengan lelaki beku ini. Ucapnya dalam hati sambil bergidik ngeri.


"Ayo pulang!" perintah Altaf datar.


Elena mengikuti Altaf menuju parkiran dalam diam. Di dalam mobil juga Elena banyak terdiam, bukan takut pada Altaf. Namun, hari ini ia hanya malas berdebat dengan bos bekunya hingga sampai ke apartemennya.


Esoknya Elena datang dengan sangat riang. Tidak lupa ia selalu menyapa setiap karyawan yang ditemuinya saat memasuki kantor tempatnya bekerja.


"Halo Elena." balas Jimmi tak kalah riang. Hingga beberapa karyawan lainnya juga ikut menyapa Elena.


Sampai di ruangannya, ia langsung menuju ruangan bosnya untuk meletakkan beberapa dokumen penting. Selesai dengan tugas, Elena kembali ke mejanya dan mulai sibuk dengan komputer. Suara lift berdenting Elena segera berdiri dan memberi salam pada Altaf yang hanya dibalas dengan deheman datar.


“Selamat pagi, Pak.” sapa Elena dengan sopan.


"Hm." balas Altaf datar sambil berlalu ke ruangannya tanpa menoleh ke arah Elena sedikit pun.


Elena segera mengetuk pintu dan memberitahukan beberapa rapat penting yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Selesai dengan tugasnya Elena ingin berlalu tapi tertahan oleh suara Altaf.

__ADS_1


"Kau yakin sudah menyiapkan semuanya." intrupsi Altaf datar.


"Yakin Pak." balas Elena sambil mengangukkan kepalanya.


"Ehem." dehem Altaf, ia bingung harus memulai dari mana hingga hanya deheman yang keluar dari mulutnya.


“Apa, Anda butuh sesuatu lagi, Pak.” tanya Elena dengan heran.


"Ya, aku hanya ingin mengatakan apa kau sudah punya pacar atau tunangan mungkin." tanya Altaf intens tapi kurang yakin.


"Bapak menanyakan pacar atau tunangan saya. Maksud Bapak saya sudah memiliki kekasih atau belum begitu?” Tanya Elena meminta kejelasan.


"Ya," ucap Altaf kesal.


"Maaf Pak, saya belum mempunyai kekasih." balas Elena sedikit malu.


Entah apa yang membuatnya malu, ia pun kurang tau.


"Bagus kalau begitu," ucap Altaf sambil senyum misterius.


Elena hanya ber oh ria malas bertanya sebenarnya. Lagi pula mana mungkin bosnya menyukainya pikir Elena dan berlalu keluar.


Tanpa Elena sadari ada sepasang mata yang sedang tersenyum sinis karena rencananya akan segera dijalankan.

__ADS_1


-----


__ADS_2