LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
SEASON 4 (Bab 7)


__ADS_3

Meskipun sudah tua, tapi pasangan dari Carli Kennan Maleq dan Merisa Auxelia Malex tetap harmonis bak pasangan muda yang baru mengenal cinta. Di meja makan mereka sedang menikmati sajian makan malam yang sudah disiapkan oleh koki terbaik keluarga Maleq. Mereka makan dalam diam, satu peraturan dalam keluarga Maleq yaitu dilarang makan sambil berbicara.


Selesai makan, Altaf segera mengumumkan sebuah kalimat yang mampu membuat fungsi saraf Elena gagal berfungsi. Bagaimana tidak dihadapan keluarganya Altaf mengatakan bahwa mereka sudah resmi berpacaran. Elena ingin protes tapi tatapan tajam Altaf berhasil membuatnya bungkam.


Mendengar hal itu kedua orang tuanya sangat bahagia. Kini anaknya sudah bisa mencintai wanita selain tunangannya yang telah meninggal dunia. Melihat Altaf yang hampir gila saat kehilangan Syeilla, membuat perasaan Merisa sebagai ibu sangat terluka.


"Ah, benarkah? Ternyata anak Mommy masih normal." kekeh ibunya antusias.


"Mommy apa-apaan sih, aku memang masih normal." kesal Altaf sambil memberenggut.


Charli dan Merisa hanya tertawa, karena jika kedua makhluk yang sangat dicintainya sudah berjumpa pasti akan terjadi keributan yang selalu membuatnya bahagia.


"Mommy mu hanya terlalu bahagia son, makanya dia sangat antusias. Terlebih kau menjadi dingin sejak ditinggal pergi tunanganmu," ucap ayahnya tanpa sadar.

__ADS_1


Mendengar hal itu, memori kelam kembali memenuhi kepalannya yang semakin membuat dendamnya membara pada Elena. Altaf segera berlalu meninggalkan mereka bertiga tanpa melihat Elena.


Di ruang keluarga Elena melongo melihat tingkah Altaf. Menurutnya sifat bosnya sangat kekanakan hingga terdengar suara bantingan pintu dengan cukup keras.


"Gila aja si beku sampai banting pintu segala ckck." gumam Elena pelan takut didengar oleh kedua orang tua bosnya.


"Tante, sebaiknya saya pulang sekarang," ucap Elena tak enak hati.


"Tunggu biar saya suruh Altaf mengantarmu sayang," ucap Merisa dengan lembut.


"Panggil mommy saja ya sayang, jangan panggil Tante lagi." pinta Merisa sambil tersenyum lembut.


"Tapi saya bukan siapa-siapa tante Merisa," ucap Elena pelan tak enak hati.

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian Elena, kamu sudah saya anggap sebagai anak sendiri." ucapnya dan tersenyum dengan lembut.


"Baiklah Mom." Elena mengalah dan berpamitan pada kedua orang tua Altaf.


Di ruangannya Altaf tengah meredam emosinya. Bayangan-bayangan saat kekasihnya kecelakaan terus berputar, bagai sebuah film rusak di kepalanya. Kebenciannya pada Elena kian lama kian besar. Akan terus bertambah bila bayangan kelam itu muncul.


Ia sangat ingin mengakhiri hidup Elena, tapi menurutnya itu tidak seberapa bila dibandingkan dengan cara bagaimana kekasihnya meninggal. Ia akan membuat Elena mengalami apa yg kekasihnya Alami bahkan lebih dari itu.


"Ini baru permulaan Elena, kau akan merasakan kesakitan dan penderitaan yang jauh lebih sakit dari penderitaanku," ucapnya dengan geraman yang mengerikan.


Saat diperjalanan mobil Elena diikuti oleh beberapa orang yang tidak dikenalnya. Ia bingung karena setahunya ia tidak pernah ada bermasalah atau berseteru dengan siapapun lalu apa maksud mereka mengikutinya pikir Elena heran.


"Siapa sebenarnya mereka," ucap Elena, ia melajukan kecepatan mobilnya hingga sampai ke sebuah apartemen. Tanpa menunggu lama, ia segera berlalu memasuki apartemennya.

__ADS_1


--------- 


__ADS_2