
Aiden beserta kedua putrinya sudah kembali ke rumahnya. Syeilla tampak sangat bahagia melihat putri yang sangat dia sayangi sudah kembali. Ia bahkan tidak bisa tidur menunggu kepulangan mereda. Lantunan doa tidak hentinya bergema dari bibirnya. Syeilla memeluk Cally dan mencium pucuk kepalanya dengan sayang.
"Sayang, syukurlah anak Mama kembali dengan selamat."
"Semua atas doa Mama, Papa dan Alya aku bisa kembali pada kalian semuanya."
Cally mengelus lembut punngung ibunya. Sungguh tidak ada kebahagiaan selain dari apa yang ia alami sekarang. Keluarga adalah segalanya bagi Cally, ia memahami apa arti sebuah keluarga yang sesungguhnya. Keluarga bukan soal pilih kasih yang dinilai sepihak, tapi kasih sayang yang tanpa henti diberikan oleh wanita yang sudah melahirkan mereka. Aiden dan Alya juga berjalan mendekati keduanya dan ikutan memeluk mereka. Itulah sejatinya sebuah keluarga, saling melengkapi bukan saling mencacati.
Syeilla melihat mata suaminya setelah mereka merungkai pelukan. "Mas, bagaimana sama yang menculik putri kita?"
Aiden tampak menghela napas, "dia adalah anak dari Jeslyn, terjadi kesalahpahaman di sini akibat hasutan dari ibu Jealyn Sayang."
"Iya Ma, aku awalnya mengira Mama bemar-benar sudah melakukan kejahatan tapi ternyata Marten sudah salah paham."
"Ma, Marten juga anak yang baik, selama Cally diculik tidak pernah dia berbuat kasar," ucap Cally.
Mereka semua sepakat akan memaafkan Marten dan meringankan hukumannya jika mereka bisa nantinya. Sebuah ketukan pintu menyadarkan mereka dan Alya pergi untuk membuka pintu. Di sana sudah ada Nevan dengan tampilan rapi. Ia juga seperti menyembunyikan sesuatu di belakang tubuhnya.
"Nevan, ayo masuk," ucap Alya senang. Bahkan wangi cowok maskulin itu menguar dan membuatnya sangat damai.
"Malam Om, Tante." sapa Nevan dengan sopan.
Aiden dan Syeilla yang melihat kedatangannya menjadi sangat senang. Cowok dengan mata jernih itu sangat disukai oleh Syeilla. Tingkah konyolnya mengingatkan dia pada Elka yang selalu berhasil menghibur mereka semuanya. Elka adalah air di padang gurun, tingkahnya yang konyol selalu berhasil membuat Syeilla tersenyum. Selain konyol ia juga memiliki kasih sayang yang sangat besar untuknya. Pertemanan mereka ibarat payung yang meneduhkan.
"Ayo duduk dulu Nevan."
"Kamu sangat manis," ucap Syeilla menggoda Nevan.
"Mama, sepertinya kita harus pergi dari sini karena ada yang mau mengatakan sesuatu sepertinya." goda Cally tertawa dan pergi dari sana sebelum Nevan mencekiknya.
Syeilla dan Aiden tersenyum mendengar ucapan putrinya. Tapi sepertinya ada benar juga karena Nevan membawa sebuket bunga untuk Alya. Wanginya bahkan menguar, Syeilla jadi ingat zaman dia masih belum memiliki putrinya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama meski keterbatasannya membuat gerak terhambat.
__ADS_1
"Nevan, gunakan waktu sebaik-baiknya kalau kamu tidak mau ditikung lagi." bisik Aiden membuat cowok itu menganguk patuh.
"Sayang kamu bilang apa sama Nevan sampai dia sesemangat itu?" tanya Syeilla penasaran.
"Hanya mengatakan yang seharusnya dikatakan sejak dulu."
Aiden tersenyum misterius dan membawa istrinya ke kamar. Semenjak kehilangan Cally, dia tidak pernah lagi bermanja dan ia sangat merindukan pelukan hangat sang istri. Syeilla dan Aiden segera meninggalkan keduanya yang sedang dimabuk asmara.
"Em, Al ada yang mau kukatakan sejak lama," ucap Nevan sedikit gemetar.
"Iya, katakan aja Nevan."
"Sebenernya, aku ... aku sebenernya anu, anu aku mau kamu jadi anu pacarku," ucap Nevan gugup.
Alya yang mendengar itu pun dibuat tertawa oleh tingkah Nevan yang sangat menggemaskan. Alya melihat mata Nevan yang sangat tulus terhadapnya. Tatapan yang selalu membuatnya merasa benar-benar dicintai oleh seorang kekasih. Tidak ada hal selain cinta, Nevan sangat berbeda dengan Dirga yang sangat mudah membalik hatinya pada wanita lain. Itulah yang membuat Alya lebih menyukai Nevan. Sedangkan di rumah lainnya, Dirga sedang bersiap-siap ke rumah Alya untuk memperbaiki kesalahannya.
"Sayang, kamu mau kemana? Rapi banget keliatannya."
"Ya sudah, kamu hati-hati dan sampaikan salam Mama sama Tante Syei ya."
"Siap bos."
Dirga segera pamitan dan menyalami ibunya. Dengan mengendarai mobil audi kesukaannya ia melajukan mobil itu menuju kediaman Alya.
"Aku berharap kesalahanku masih bisa kutebus Al, aku sadar bahwa cinta hanya tertuju padamu bukan pada yang lainnya."
Senyuman terlihat sangat mekar di bibirnya yang penuh. Ia tidak sabar sampai ke rumah Alya, gadis itu pasti akan sangat senang melihat kedatangannya. Ia sudah lama menunggu momen di mana ia akan mengutarakan perasaannya di hadapan Alya. Kini ia sudah sampai di depan rumah Syeilla. Setelah pagar dibuka, ia memasukkan mobilnya kesana dan segera bersiap masuk ke dalam.
"Duh, jantungku berdegup kencang," ucapnya. Ia mengambil sebuket mawar besar dari mobil dan mengetuk pintu.
Nevan dan Alya yang sedang kenikmati waktu bersama pun terganggu oleh ketukan tersebut. "Van, bentar ya aku buka pintu dulu."
__ADS_1
Nevan mengangguk dan melanjutkan kegiatannya menyusun puzzle kayu tersebut. Sedangkan Alya pergi ke depan pintu lalu membukanya. Dia sedikit kaget melihat kedatangan Dirga.
"Malam, Alya." sapa Dirga dengan detak menggila.
"Malam juga Dirga, mau ketemu Cally kan? Bentar kuoanggilkan dulu."
Belum sempat kakinya melangkah, tangannya sudah ditahan oleh Dirga. "Gue ke sini mau ketemu sama lo Al."
Kening Alya tampak mengerut mendengar ucapan Dirga yang menurutnya sangat aneh. "Sama aku?"
"Iya sama lo, ada yang mau gue bilang sama lo. Ini soal perasaan gue," ucapnya
Tentu saja hal tersebut membuat Alya curiga, "Al siapa yang datang, kok lama banget."
Nevan datang dari velakang dan menghampiri mereka berdua. "Oh, ada Dirga di sini."
"Ngapain lo di sini?" tanya Dirga sedikit ketus.
"Emang seorang pacar nggak boleh main ke rumah kekasihnya?" tanya Nevan sarkas.
Mendengar hal tersebut membuat Diega menatap Alya penuh pertanyaan. Alya menggandeng tangan Nevan dan mengatak hal yang tidak ingin Dirga dengar.
"Aku sama Nevan sekarang pacaran."
Bunga besar yang berada di tangannya jatuh begitu saja ke lantai.
----------------
Bagaimana bagaimana bagaimana. 🤣🤣🤣
__ADS_1