
Dion tersenyum puas menatap berita yang saat ini sudah menjadi tranding topik karena menggemparkan sejagad raya. Beritanya bahkan disiarkan hampir di seluruh saluran televisi nasional maupun televisi swasta. Bagaimana tidak? Seorang Roy dikenal publik sebagai panutan bagi mereka yang memulai usahanya dari nol mengingat Roy banyak memberi motivasi pada pengusaha muda yang baru merintis usahanya namun sekarang ia sudah tidak mampu lagi berkutik karena semua kejahatannya perlahan mulai terbongkar.
"Pemimpin perusahaan D&C Group Roy Angkasa Putra terlibat skandal dengan sekretarisnya yang sudah memiliki suami dan dua orang anak. Diketahui hubungan mereka sudah berjalan selama satu tahun namun yang lebih mengejutkan lagi adalah keterlibatan almarhum nyonya Aisyah yang juga menjadi selingkuhan dari tuan Roy selama kurang lebih lima belas tahun yang artinya mereka selingkuh saat masih memiliki pasangan masing-masing. Selain itu diketahui beliau juga ikut terlibat atas kecelakaan yang menimpa pak Demian belasan tahun yang lalu dan masih ada beberapa kejahatan yang beliau lakukan namun hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai hal ini. Sekian untuk berita hari ini saya Senna Mutiara mengabarkan langsung dari studio 5. Selamat beraktivitas dan sampai jumpa."
Elena yang sempat drop kini kembali masuk ke rumah sakit akibat tekanan yang menyebabkan ia stres dan harus di rawat di rumah sakit. Johan sendiri hanya bisa mengurung dirinya di kamar saat kabar yang tidak mengenakkan datang dari almarhum ibunya yang ketahuan telah menyelingkuhi ayahnya selama lima belas tahun lamanya. Ia sebagai anak merasa sangat bodoh karena sudah dicurangi hidup-hidup selama ini.
Lita turut sedih atas apa yang menimpa keluarganya. Belum sirna kesedihan yang mereka atas kepergian Aisyah kini sudah ditambah dengan kabar tidak menyenangkan yang turut menyeret nama Aisyah dan kejadian pbelasan tahun yang lalu.
"Kenapa ma. Kenapa Tuhan menghukum kita seperti ini. Apa salah kita ma."lirih Johan dengan suara lemahnya. Ia bahkan sampai menepuk-nepuk dadanya yang terasa sangat menyesakkan.
"Sabar pa mungkin ini sebuah teguran untuk keluarga kita yang jauh dari kata baik pa." ujar Lita mencoba menenangkan suaminya.
"Tapi kenapa semuanya harus terbongkar disaat mama sudah tidak ada lagi ma. Kenapa mama tega menghianati papa seperti ini, papa pasti akan sedih disana."
Suara telpon Lita berdering ia segera melihat pada layar yang menampilkan nama menantunya.
"Halo nak."
"Lagi? Baiklah mama dan papa akan segera ke sana." Lita segera mematikan panggilannya.
"Pa Elena masuk rumah sakit lagi pa. Kita harus kesana sekarang, dia pasti sangat terpukul dengan berita ini." beritahu Lita pada suaminya. Lantas Johan pun segera keluar dari kamarnya dan segera berangkat menuju rumah sakit tempat Elena berada. Ia harus kuat untuk memberi kekuatan pada putrinya.
****
Syeilla tidak heran lagi mengetahui berita mengenai perselingkuhan neneknya dengan Roy ayah angkat Dion. Hanya saja ia penasaran dengan orang yang sudah menyebarkan aib keduanya sampai menjadi tranding topik dan menjadi perbincangan dimana-mana.
"Apa ini pekerjaan Dion?" tanya Syeilla pada dirinya sendiri.
Di lain tempat Zia beserta Ariel tersenyum puas melihat berita yang pagi ini disiarkan secara keseluruhan mengingat citra Roy sangat baik dalam masyarakat.
"Aku tidak tau siapa yang menyebarkan beritanya tapi aku sangat berterima kasih padanya yang sudah membongkar kebusukkan keduanya. Ah aku bahkan sangat muak pada wanita tua itu untung saja sudah almarhum." omel Zia dengan semangat 45 nya.
Sedangkan Ariel hanya menjadi pendengar setia dari kekasihnya ini. Bahaya kalau tidak didengarkan bisa berabe dia di omeli sampai kupingnya tersembat kotoran dan makian ala Zia, wanita yang sangat ia cintai dan sebentar lagi akan ia sunting.
"Ah bagaimana kabarnya Syeilla, aku rindu padanya." ujar Zia dengan sedih.
"Kita akan segera bertemu dengannya, kita disini tinggal seminggu lagi dan setelahnya kita akan pulang ke Jakarta dan bertemu lagi dengan Syeilla kesayangan kita bertiga." kekeh Ariel sambil mengusap sayang kepala Zia hingga membuat rambutnya kusut.
__ADS_1
"Sudah berapa kali aku katakan kalau kau gemas tolong jangan merusak tatanan rambutku." dengus Zia dengan kesal.
"Aye aye tuan putri."
Saat ini mereka sedang mengadakan bakti sosial di provinsi Aceh yang terletak di ujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia.
Elka sendiri seedang berada di pusat informasi rumah sakit tempatnya bekerja, ia tersenyum kecil saat memorinya mengingat satu nama yang sangat berambisi meruntuhkan masa kejayaan Roy.
"Dion." kekehnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ternyata kamu tidak pernah main-main auhhh aku jadi merinding." serunya.
""""""""
"Sayang apa kamu baik-baik saja." tanya Aiden saat ia melihat berita yang mampu membuatnya ternganga.
"Aku baik-baik saja mas."
"Kamu jangan sampai terbebani dengan semua pemberitaan yang beredar ya sayang. Mas nggak mau kamu kenapa-kenapa." ujar Aiden dengan lembut tentu saja jawaban suaminya membuatnya sangat bahagia.
"Serius?"
"Iya itulah kenapa nenek sangat terobsesi untuk memyingkirkan aku mas. Mungkin nenek pikir aku akan membongkar aibnya padahal aku niat saja tidak pernah mas."
"Ya Tuhan sayang, kamu menyimpan rahasia sebesar ini selama bertahun-tahun? Mas tidak tau apa yang sudah kamu lalui selama ini sayang. Mas hanya terpaku pada kehidupan mas sendiri. Sungguh mas sangat egois padamu." Aiden menunduk dengan sedih saat membayangkan kesulitan apa saja yang sudah dilalui istrinya ditambah sikapnya yang selalu memusuhi.
"Mas sudah berapa kali aku katakan, semua hanya masa lalu dan sekarang kita hanya perlu menata masa depan dan menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran untuk kehidupan yang lebih baik lagi." Aiden memeluk istrinya dengan sayang. Ia sungguh beruntung memiliki istri sebaik Syeilla dan ia ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama Syeilla sampai mereka menua bersama.
"Kamu sangat baik sayang. Aku mencintaimu dengan seluruh hidupku."
"Aku juga mencintai kamu mas." Syeilla mengusap lembut punggung suaminya dengan lembut.
Malam harinya mereka pun segera beranjak menuju kamar untuk beristirahat karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas. Aiden menuju kamar mandinya untuk mencuci muka sedangkan Syeilla sudah anteng di ranjangnya sambil bersandar ke kepala ranjang. Selagi menunggu Aiden ia pun kembali membaca novel kesukaannya.
"Andai aku bisa sependirian Clara yang bahkan tidak goyah saat ayah dari putranya kembali hadir dalam kehidupannya." Syeilla terus membaca dengan kusyuk.
Tes
__ADS_1
Tes
Dua tetes merah jatuh dan mengotori lembaran novel yang ia baca. Ia dengan cepat mengambil tisu lalu membersihkan hidungnya dan menyembunyikannya dibalik dalam saku celana baju tidurnya serta ia menutup novel tersebut lalu menyimpannya ke dalam laci nakas saat pintu kamar mandinya terbuka dan menampilkan sosok Aiden yang sudah selesai dengan aktivitasnya.
"Sudah selesai." tanya Syeilla basa basi.
"Sudah sayang."
"Kalau begitu gikiranku ya mas."
Syeilla melangkah pelan menuju kamar mandi dan menguncinya dari dalam. Dibalik pintu ia merosot ke bawah dan menangis dalam diam.
Tangannya bergetar melihat darah yang tertinggal dalam tisu. Ia menangis sejadi-jadinya. Bagaimana nanti kehidupan suaminya jika ia pergi untuk selamanya. Apakah Aiden akan membencinya karena mengingkari janjinya.
"Aku tidak bisa bersedih seperti ini. Aku harus menghubungi Zia besok." ujarnya lalu berdiri menuju sebuah cermin untuk melihat penampilannya saat ini.
"Sayang... Apa kamu masih lama?" teriak Aiden dari luar.
"Sebentar mas ini sudah mau selesai." balas Syeilla dari dalam. Air matanya kembali menetes namun segera ia usap dan mencuci wajahnya setelah selesai ia keluar dan bergabung bersama suaminya di atas ranjang.
Setelah berada di satu ranjang dengan Aiden ia menatap lekat wajah tampan suaminya sampai membuat Aiden keheranan karena tidak biasanya Syeilka bersikap seperti sekarang.
"Ada apa sayang hm?" tanya Aiden dengan lembut.
"Suamiku sangat tampan." jawab Syeilla lalu memeluk erat tubuh tegap suaminya. Ia takut tidak bisa merasakan lagi pelukan hangat suaminya. Ia sangat takut.
Mereka pun tidur dengan Aiden yang memeluk Syeilla.
"Aku tidak berharap banyak Tuhan hanya saja berikan aku waktu yang cukup untuk bersamanya." bisik Syeilla dengan pelan. Ia mengusap wajah suaminya dengan lembut.
"I love you husband."
❤❤❤❤
Btw aku lupa nama Roy wkwk
Kalau kalian ingat silahkan di komen nanti akan aku ubah...
__ADS_1