
Flashback
Maksud baik hendak meminang si cantik dari Rusia. Namun, datang sebuah kabar dari dunia maya bahwa Angel telah dilamar dan menikah dengan putra salah satu orang terkaya di sana. Elka jatuh terduduk dalam keterkejutannya. Ia bahkan belum sempat berjuang.
Ia menangis siang dan malam selama satu hari penuh. Bahkan kedatangan Dion pun ia abaikan. Padahal saat itu Dion ingin memberinya surat undangan pernikahannya dengan Auxillia.
Ia ingat dulu pernah bercanda dengan Dion dan ternyata Tuhan mengabulkan candaannya. Padahal saat itu ia hanya bercanda. Mengapa di saat ia serius Tuhan mengacuhkan perkataannya. Tapi di saat ia hanya bercanda Tuhan malah mengabulkan doanya.
Elka menarik napas lesu. Baru saja mendapat penerang atas status jomblonya. Kini malah jarus kembali mendekam dengan statusnya yang karatan.
Apa Tuhan senang ia jomblo.
"Sudahlah, Elka. Masih banyak wanita pribumi yang cantik. Nanti aku akan mencarinya untukmu," hibur Dion dari balik pintu.
"Kamu pikir semudah itu berpindah ke lain hati?" hardiknya. Dion menukik alisnya dengan bingung.
"Kamu yakin nggak mau melihat yang ini?" pancing Dion sambil mengirim sebuah foto pada ponsel Elka melalui aplikasi Whatsapp.
"Aku tidak tertarik," tolaknya mengacuhkan ucapan Dion.
"Ups, sudah terkirim ke wa mu," kekeh Dion. Sontak Elka memalingkan wajahnya ke arah ponsel dan melihatnya secara langsung.
__ADS_1
Detik pertama, kedua dan ketiga Elka bengong tanpa kata. Detik ke empat.
"Kapan acaranya?" Tanya Elka sambil membuka pintu kamarnya dari dalam dan mempersilahkan Dion masuk.
"Dua minggu lagi, dia sepupu jauh pihak ibuku. Tapi ingat, jangan menyakitinya. Dia wanita baik-baik," peringat Dion tajam.
"Aku akan mencobanya, urusan cocok tidaknya belakangan. Aku tidak akan menyakitinya," seru Elka dengan serius.
Dion tahu, Elka bukan lelaki yang plin plan. Ia sangat menghargai perasaan wanita. Untuk itu, Dion mau menjodohkan sahabatnya dengan sepupu jauh dari pihak ibunya. Elka meskipun konyol tapi memiliki sisi romantis versi dirinya.
"Sekarang segeralah bersiap dan temui dia di taman kota," perintah Dion yang langsung di ancungi jempol olehnya. Ia segera ke kamar mandi.
Elka melihat dengan seksama, dan matanya tertuju pada satu objek. Wanita berkerudung biru. Ia teringat akan sebuah lagu, kau gadis berkerudung merah. Tapi ia lupa liriknya.
Gadis itu berbalik ke arahnya, wajahnya yang seputih pualam membuat jantung Elka berdetak tak karuan.
"Bahkan kecantikannya melebihi Angel. Apa dia benar-benar manusia," gumam Elka pada dirinya sendiri. Tatapan itu sungguh memabukkan.
"Hai penghuni surga," sapanya tanpa sadar. Wanita yang tadi sedang menikmati pemandangan pun dibuat kaget oleh kedatangan Elka.
"Assalamualaikum," sapa wanita itu dengan suara selembut sutra.
__ADS_1
"Waalaikumsalam," jawab Elka dengan suara seperti katak beranak dalam kubur.
"Sungguh indah ciptaan Allah," pujinya membuat si gadis tersipu malu.
Plak
Dion menampar kepalanya dan memperkenalkan keduanya. Elka melotot tak terima.
"Kau mau memperkenalkan diri atau memperkenalkan alam, bahasamu dari tadi nggak jelas," dengus Dion kesal. Gadis itu tertawa melihat keduanya.
"Salma, kenalkan ini sahabatku. Namanya Elka," gadis itu menatap Elka lalu tersenyum.
"Saya Salma," ujar Salma lembut.
"Eeehhhh, main serobot aja, belum muhrim kalau kata tante. Jangan aneh-aneh," ancam Dion dan pergi dari sana.
Elka menatap kepergian Dion dengan berbagai sumpah serapah dari jenis katak beracun. Ia kembali menatap Salma dan tersenyum.
❤❤❤❤❤
Gelap bang Elka.
__ADS_1