LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 13 (Season 3)


__ADS_3

Kedekatan Dirga dengan Cally sudah ke tahap yang lebih serius. Di sekolah mereka dikenal sebagai pasangan paling serasi dan menjadi bahan perbincangan setiap siswa. Bella yang merasa ditinggalkan tidak terima dipermalukan. Bahkan gonjang ganjing mengenai dirinya kian merebak.


Banyak pihak mengatakan Bella gadis posesif sehingga ditinggalkan oleh Dirga. Mereka yang awalnya dikatakan cocok, kini seperti sebuah bumerang bagi Bella. Setiap hari ia harus mendengar omongan jelek tentangnya.


Alya yang sangat mencintai Dirga, hanya mampu tersenyum pahit. Baginya Dirga dan Cally sama-sama orang yang berharga.


Saat Alya masuk kelas, Dirga melempar senyum padanya. Namun, Alya tidak mengubris sama sekali. Baginya, ketika Dirga memilih bersama Cally maka ia tidak lagi memiliki hak.


Seperti biasa kelas mereka lalui dengan berbagai macam rasa. Seperti pagi ini misalnya, mereka sedang diberi tugas kerja kelompok.


"Duh, gue deg-deg an kira-kira bakal sama siapa," ucap salah satu siswa.


"Iya nih, gue juga, semoga kita berdua satu kelompok ya." Teman di samping siswa tersebut memberi respon.


"Kalau bisa sama orang pinter sih, kita berdua mah oon dari lahir."


Kelompok mereka pun sudah dibagi menjadi tiga orang setiap kelompoknya.

__ADS_1


"Kelompok empat, Dirga, Alya dan Cally," ucap Guru yang mengajar Bahasa Indonesia tersebut.


Cally sangat bahagia karena satu kelompok dengan Dirga, tapi sialnya ada Alya di antara mereka. Namun, sekelibat bayangan licik tergambar jelas di otaknya.


"Waktu yang tepat di saat yang tepat untuk menghancurkan perasaan Alya," ucap batinnya.


"Baiklah, anak-anak kerjakan tugasnya ya. Kalau tidak selesai hari ini, kalian bisa menyesaikannya di rumah dan kumpulkan lusa."


"Baik, Bu," jawab mereka serentak.


Setelah berkutat lebih dari tiga puluh menit, bel berbunyi menandakan kelas sudah berakhir.


"Baik, Bu!"


Guru tersebut lalu keluar setelah mengucap salam.


"Eh, tugasnya susah banget masa, udahlah gue satu kelompok sama yang oon." Keluh salah satu dari siswa yang ada di sana.

__ADS_1


"Iya nih, gue juga pusing. Eh, tapi untungnya dikumpul besok lusa. Jadi masih ada waktu main ke mall besok." mereka bertos ria.


"Alya, kamu mau ngerjain tugas di mana?" tanya Dirga serius.


"Di rumah aja!"


"Nggak! Aku mau kita ngerjain di cafe."


Alya menatap Cally lalu mengembuskan napas lelah. "Ikuti kemauan Cally aja." Alya memilih mengalah.


Cally tersenyum miring, ia tahu bahwa Alya sedang ingin memojokkannya. Namun, sengaja menunjukkan wajah malaikat. Inilah pikiran Cally.


jam menunjukkan pukul 14:10 WIB, mereka bergegas pulang saat bel terakhir berbunyi. Seperti biasa Alya pulang dengan sopir pribadinya. Sedangkan Cally pulang bersama Dirga. Keduanya setiap hari berboncengan. Dirga lebih suka membawa motor ke sekolah. Mobil hanya dia gunakan saat jalan ke mall atau oun saat melakukan hal di luar sekolah.


Alya melihat dari balik kaca hitam mobilnya, setitik air mata lagi-lagi lolos dari sudut mata.


"Kalian sangat bahagia, mungkin sepantasnya memang begitu. Aku harus selalu ditinggalkan." gumamnya.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺


Maaf guys aku lama baru update


__ADS_2