LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 8 (S2)


__ADS_3

Setelah sekian lama akhirnya mata itu pun terbuka dengan perlahan. Mata indah yang dulu pernah meredup kini sudah kembali mekar.


"Engghhh." erangnya saat matanya belum bisa menyesuaikan dengan sekelilingnya.


"Ssttt jangan banyak bergerak dulu." ujar Mark, Ariel menatap Syeilla dengan sendu.


"Kamu siapa?" tanya Syeilla dengan suara lemahnya yang lebih terdengar seperti bisikan.


"Saya seorang dokter yang menangani kamu selama ini."


"Dimana suami ku?" ujarnya lalu kemjdian ia kembali mengerang.


"Jangan dipikirkan dulu, istirahatlah, kau baru saja terbangun dan tidak baik jika langsung berpikir keras." peringat Mark sambil tersenyum ramah.


Ariel mendekati ranjang Syeilla,


"Ariel." ujar Syeilla dengan pelan.


"Kamu istirahat dulu, jangan memikirkan hal yang tidak-tidak dulu ya."


Syeilla menganggukkan kepalanya, ia masih pusing dan lemah bahkan ada beberapa bagian yubuhnya yang tidak bisa ia gerakkan salah satunya kaki.


"Apa aku lumpuh?" tanya nya daat ia tidak merasakan apaoun di kakinya meski sudah di gelitik.


"Bukan lumpuh Syei, hanya saja kamu sudah koma selama dua tahun dan anggita tubuhmu tidak ada yang bergerak maka dari itu rasanya sangat kaku tapi dengan latihan kembali kamu akan bisa berjalan seperti dulu." terang Ariel yang membuat Syeilla merasa tenang.

__ADS_1


Mata sayunya menatap Ariel dan ngan seksama.


"Di mana Aiden?" tanya nya dengan lirih.


Ariel menatap mata itu dengan lama.


"Kamu akan segera bertemu dengannya tapi tidak sekarang, kamu harus benar-benar sehat terlebih dahulu."


Syeilla menghela napasnya dengan pelan namun ia menganguk tanda mengerti. Mungkin suaminya tengah sibuk sampai tidak bisa menjenguknya. Ia hanya harus terus berpikir positif.


""""""


Aiden sedang mengerjakan pekerjaannya dengan serius tanpa berniat mengalihkan tatapannya pada sekretarisnya yang terbilang selalu mengenakan pakaian seksi sampai belahan dadanya hampir tumpah. Namun yang namanya Aiden, walaupun wanita itu tanpa bisana sekali pun ia tidak akan pernah tertarik sama sekali.


"Apa bos kelelahan, saya bisa memijitnya kalau bos mau." ujarnya dengan suara sensual.


Aiden menatap datar wanita yang kini sedang menatapnya dengan lapar. Ia mengeluarkan ponselnya lalu memanggil seseorang di seberang.


"Masuk ke ruangan saya sekarang juga, dan bawakan sampah yang ada di hadapan saya."


Sekretarisnya pikir ia sudah berhasil menjerat Aiden masuk dalam pesonanya namun ekspektasinya seketika melayang jauh saat dua orang masuk sambil menyeretnya keluar dari ruangan Aiden.


"Kamu! DIPECAT!" seru Aiden sembari tersenyum sinis. Ia sangat muak dengan wanita murahan seperti itu.


"Carikan sekretaris pria yang kompeten." ujarnya melalui panggilan telpon.

__ADS_1


Ia merebahkan dirinya ke kursi kebesarannya sembari menghela napas dengan berat.


"Sayang, sedang apa dirimu saat ini? Apa kau bisa melihatku dari surga sana?" bisiknya sambil tersenyum lirih.


"Bahkan kehilanganmu mampu membuatku mati dalam segala hasrat, aku tidak suka bersama wanita manapun kecuali dirimu seorang sayang." setetes air matanya jatuh membasahi pipinya.


Ia sangat meri dukan sosok yang selalu membuatnya merasa dicintai tanpa henti sekaligus sosok yang selalu ia sakiti.


Elka menatap nyalang wanita yang dulu menjadi sahabatnya.


"Pergi sendiri ke Rusia tanpa mengajakku heh." desisnya dengan geram.


Ia mencekik poto Zia yang sedang tersenyum ke arah nya dengan gemas.


"Lihat saja Zia kalau sampai kita berjumpa di sana, aku akan mencekikmu, ah tidak-tidak nanti kau bisa mati, aku akan menggelitikmu sampai kau kehabisan oksigen."


Elka segera mengambil tiketnya dan berangkat ke Rusia.


❤❤❤❤❤


**Mereka semua oergi ke Rusia dan memulai petualangan baru di sana....


Bagaimana? Masih mau lanjut???


Komen sebanyak-banyaknya biar kakak lanjut muehehheh 😆😆**

__ADS_1


__ADS_2