LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 48 (Season 3)


__ADS_3

"Marten, tolong jangan lakukan ini. berikan obatnya aku mohon," ucapnya dengan lirih.


Napasnya sudah mulai tidak beraturan. Ia memejamkan mata untuk mengatur napasnya. Namun, semua upayanya tidak berhasil. Tubuhnya mulai kejang-kejang dan wajahnya membiru. Marten yang melihat itu dilanda kepanikan, ia berusaha menguncang tubuh Alya.


"Alya jangan main-main, aku tahu kamu cuma bohong."


Namun, sekuat apa pun ia mengguncang tubuh gadis itu, ia tetap bergeming. Wajahnya pucat pasi dan terbaring lemah. Marten menjadi panik, bagaimana jika Alya meninggal sebelum waktunya. Ia belum puas menyiksa gadis itu, dendamnya belum terbalas sedikit pun! Rasa sakitnya bahkan hanya terobati sedikit dan itu belum membuatnya puas.


"Alya ...!" Teriaknya, ia segera menghubungi dokter pribadinya untuk segera datang dan memeriksa kondisi Alya. Gadis itu harus selamat bagaimana pun caranya.


Pria yang ditunggu Marten sudah tiba. Ia segera membawa dokter tersebut ke kamarnya—tempat Alya dibaringkan.

__ADS_1


"Dokter, pastikan ia tidak kenapa-napa."


"Baik, Pak Marten, saya akan periksa terlebih dahulu," ucap dokter tersebut dan langsung mengeluarkan peralatan dari tas yang ia tenteng sejak tadi.


Ia mulai memeriksa kondisi Alya, setelah selesai ia menarik napas panjang lalu mengembuskan perlahan. Ia menatap mata Marten dengan cemas.


"Kondisinya tidak sedang baik-baik saja, gadis ini menderita penyakit Asma akut dan ia tidak boleh telat minum obatnya. ia harus segera di tangani oleh pihak rumah sakit."


Pria dengan dengan stelan kemeja biru kotak-kotak itu pergi meninggalkan Marten. Kini Marten menatap wajah pucat Alya dengan tatapan yang tidak bisa ia jabarkan. ia benci gadis itu. Namun, sisi hatinya yang terdalam sangat membenci gadis itu. Tidak, bukan gadis itu yang salah. Marten segera membawa Alya ke rumah sakit terdekat.


------------

__ADS_1


Nevan terus menyusuri tempat yang pernah ia datangi bersama Alya. ia duduk termenung di bawah pohon palem. Candaannya bersama Alya terekam jelas di kepalanya. Ia menangis memikirkan kemana Alya pergi dan siapa yang membawanya. Selama ini ia tidak pernah menggunakan kesempatannya untuk membahagiakan Alya. Gadis itu sudah sangat menderita.


"Alya, kamu mau kan maafin aku kalau Tuhan kembali menakdirkan kita ketemu."


Nevan memejamkan matanya, ia menikmati setiap aliran belaian angin yang mengusap lembut wajahnya dan memberikan sentuhan sejuk.


"Aku mencintai kamu Alya," ucap Nevan lemah.


"Aku mencintai kamu Alya," ucap Dirga yang termenung di kamarnya.


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


TBC


__ADS_2