LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 48


__ADS_3

Setelah selesai dengan Dion Syeilla akan menemui Altaf dan Elena pagi ini karena semalam mereka meminta bertemu dengannya di sebuah taman.


"Maaf apa sudah lama menunggunya?" ujar Syeilla saat melihat keduanya sudah duduk di sebuah kursi taman yang memanjang.


"Kami baru tiba kak" ujar Elena sambil tersenyum tulus.


Syeilla melihat keduanya dengan seksama saat keduanya meminta bertemu dengannya.


"Ada apa?" tanya Syeilla pelan.


Elena segera meraih Syeilla ke pelukannya, ia menangis dengan bahu bergetar.


"Kakak maafkan semua kesalahanku selama ini padamu. Aku sudah menjadi orang jahat padahal kakak selalu melindungiku selama ini."


Syeilla mengusap punggung Elena dengan lembut.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan karena kamu tidak salah apa-apa sama kakak. Melindungi sudah menjadi tugas kakak sebagai keluargamu" seru Syeilla dan tangis Elena semakin menjadi saat mengingat betapa naifnya ia dulu.


Suara bunyi panggilan terdengar dari ponselnya, Syeilla pun segera melihatnya yangbternyata dari suaminya.


"Iya mas" ujarnya.


"Aku sedang di taman mas. Ada apa?" tanya Syeilla dengan lembut. Interaksinya tidak luput dari pandangan Altaf.


"Iya mas.... Love you too." jawabnya sambil tersenyum.


Ia kemudian kembali megalihkan tatapannya pada Elena.


"Maaf ya Elena kakak harus pergi. Suami kakak sudah menunggu di depan." Syeilla segera pergi setelah berpamitan dari keduanya.

__ADS_1


Altaf dan Elena menatap kepergian Syeilla dengan tatapan berbeda.


*****


Altaf sudah berdiri di luar mobilnya sambil bersedakap, beberapa pasang mata melihatnya dengan tatapan lapar bahkan ada yang mencoba mendekatinya.


"Hai" sapa seorang perempuan dengan pakaian yang tergolong seksi bahkan mata Aiden sampai juling sebelah. Melihat gelagat Aiden perempuan itu pun tersenyum dan merasa pesonanya sudah menguasai jiwa Aiden. jika ada mesin pendeteksi kejujuran sudah dipastikan perempuan itu akan menangis nanah.


"Wife" lambai Aiden saat melihat istrinya.


Sontak perempuan itu pun kaget bukan main. Targetnya kali ini seorang pria yang sudah bersuami.


"Mas sudah lama" ujar Syeilla sambil tersenyum manis lalu matanya menatap silau penampilan perempuan yang kini berada disamping mobil suaminya.


"Siapa sayang?" tanya Syeilla penasaran.


"Ohhh dia hanya buih di lautan dan tidak penting. Silahkan my queen" Aiden membukakan pintu mobil untuk istrinya lalu smia pun segera masuk ke kursi kemudi dan pergi dari sana. Namun sebelum itu Syeilla membuka kaca mobilnya dan berkata.


"Mas kenapa mengatakan begitu padanya?" tanya Syeilla pelan.


"Ciri-ciri wanita penggoda memang harus disadarkan sayang. Kamu lihat bajunya tadi ya Tuhan mataku sampai sakit sayang." desah Aiden dan membuat Syeilla terkekeh geli melihatnya.


"Suamiku sekarang tidak menyukai yang bening-bening lagi nih"


"Karena kamu sudah mencakup segalanya sayang. Kamu limited edition" puji Aiden dengan bangga.


"Kamu bisa aja mas" kekeh Syeilla pelan.


Aiden sangat bahagia bila istrinya bisa tersenyum dan tertawa. Ia tidak masalah jika image nya sebagai pria maskulin harus tercemar dengan tingkah konyolnya asalkan istrinya bisa tersenyum dan tertawa. Dia bahkan sudah berencana untuk mengikuti kelas komedi

__ADS_1


"Sayang...." Aiden menggenggam lembut tangan istrinya.


"Ia mas"


"Love you so much" bisiknya dengan lembut.


Syeilla tersenyum mendengarnya...


"Ya ya mas tau jawabannya apa sayang. Terima kasih." seru Aiden tersenyum.


"Mas kamu seperti bukan dirimu yang sebenarnya. Kamu tau sekarang sudah sering melawak" ujar Syeilla.


"Karena kamu menyukai sesuatu yang lucu bahkan sampai tertawa dan setiap tawamu adalah sebuah kebahagiaan untuk mas."


Syeilla menatap penuh cinta mata suaminya yang memancarkan kilatan yang sama dengannya.


"Asal bersama mas aku akan selalu bahagia. Tapi kalau mas sudah bisa melucu ya lakukanlah hitung-hitung sebagai bonus" kekeh Syeilla lalu mengaduh kesakitan.


"Kenapa sayang?" tanya Aide dengan khawatir.


"Cinta kamu baru saja memanahku mas, disini" tunjuk Syeilla pada jantungnya dan sontak Aiden pun menjawil gemas pipi istrinya sampai merah.


"Sejak kapan kamu menggombal seperti ini hm" tanya Aiden.


"Sejak mas melakukan hal yang sama"


Mereka pun tertawa bersama, sesuatu yang sederhana nyatanya mampu membawa mereka pada tawa kebahagiaan.


❤❤❤❤

__ADS_1


Nanti sore/malam autor akan up lagi ya....


Btw ini cuma part receh..


__ADS_2