
Dalam minggu ini Aiden belum masuk bekerja, ia masih mengkhawatirkan kondisi Syeilla yang bisa drop kapan saja. Ia tidak mau lagi kehilangan seperti masa lalu yang membuatnya pernah menyesal setengah mati.
"Mas, kamu tidak pergi ke kantor?" Syeilla keluar dari kamar mandi kemudian duduk di meja riasnya.
Aiden memperhatikan istrinya dengan seksama. Ia kemudian mendekat lalu mengambil handuk kecil tersebut dari tangan istrinya.
Ia melakukan kegiatannya sambil tersenyum menatap wajah cantik Syeilla di depan cermin.
"Kamu sangat cantik." mata keduanya bertemu di dalam cermin. Tatapan Aiden sangat lembut.
Syeilla tersenyum lalu membalikkan badannya menghadap Aiden.
"Mas, apa alasan kamu tidak bekerja hari ini?"
Syeilla menatap mata suaminya dengan dalam.
"Mas ingin menjaga kamu untuk sementara waktu sayang."
"Mas, aku baik-baik saja. Mas tidak perlu khawatir." Syeilla tersenyum memberi pengertian. Namun Aiden menggelengkan kepalanya.
"Tidak sayang, mas akan bekerja tapi bukan hari ini." Aiden meminta pengertian istrinya dengan tatapan sendunya.
Syeilla menghela napasnya dengan pelan.
"Baiklah, Mas." hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya. Ia tidak bisa membantah jika suaminya sudah mengatakan tidak.
"Ya sudah, ayo kita turun." Aiden mengakhirinya setelah selesai menyisir rambut istrinya.
__ADS_1
Mereka berjalan keluar kamar sambil bergandengan tangan. Lalu turun untuk sarapan pagi.
"Selamat pagi cucu Oma yang cantik." Lisa memeluk Syeilla lalu menyuruhnya duduk berdekatan.
"Pagi juga Oma." balas Syeilla dengan wajah cerianya.
"Sayang, kamu harus makan, makanan yang banyak nutrisinya." Lisa menyendokkan sayur brokoli ke piring Syeilla yang sedang menelan air liurnya dengan susah payah. Bukan karena tidak enak, hanya saja ia tidak menyukai sayuran itu, begitu juga dengan suaminya.
Aiden tamoak berbinar melihat sayur brokoli yang terhidang dihadapan istrinya. Tangannya tampak meraih sayuran tersebut namun segera dihentikan oleh omanya.
"Kamu tidak boleh makan itu, itu untuk ibu hamil. Lagi pula kamu juga tidak menyukainya." peringat omanya sambil menggeser sayuran tersebut. Wajah Aiden tampak sedih. Syeilla melihat itu semua lalu menyuapkan satu sendok nasi beserta sayuran brokoli ke mulut suaminya yang tampak antusias menerimanya.
Wajah Lisa dan Wira sontak bingung dan.
"Tunggu," Lisa menatap penuh tanya ke arah Syeilla.
"Jadi siapa yang mengidam?" tanya Lisa seolah butuh jawaban lebih pasti. Ia tidak suka menerka-nerka. Syeilla menunjuk Aiden yang sedang lahap makan dengan sayuran Brokoli yang tadi ditarik omanya menjauh. Wira yang mendekatkan sayuran tersebut saat ia melihat Aiden tampak kesusahan menjangkaunya.
Mulut Lisa terperangah melihat betapa lahapnya cucu laki-lakinya saat makan sayuran yang sangat ia benci.
"Kamu habiskan saja semuanya sayang." ucap Lisa sambil kembali menambah stok nasi ke piring cucunya.
"Terima kasih Oma. Nanti siang Aiden mau makan tumis bayam campur sosis." ucapnya membuat Lisa mengangguk dengan sempurna.
"Apa dia sering mengidam?" tanya Lisa pada Syeilla yang sedang menyodorkan sebuah tisu pada suaminya.
"Pernah beberapa kali Oma." terang Syeilla sambil tersenyum melihat sayur brokolinya ludes tanpa sisa. 'Syukurlah' ucap batinnya.
__ADS_1
"Ahhh, kenyang." ucap Aiden sambil menatap mereka semua dengan berbinar.
"Oma, Aiden mau makan cupcake yang topingnya dari buah kiwi." ujarnya dengan wajah polos.
Lisa segera memanggil pelayannya lalu menyuruh mereka memasak cupcake permintaan Aiden.
"Mbok, jangan lupa toping kiwinya." peringar Lisa yang langsung di angguki oleh Mbok Astri. Mbok Astri terkenal dengan masakannya yang setara dengan chef hotel bintang lima.
"Oma, Aiden juga mau es krim rasa vanila."
Lisa mengangguk dan hendak memanggil pelayannya.
"Oma, sama salad buah."
"Jangan lupa puding buah naga."
"Oma, satu lagi. Aiden mau makan rujak goreng."
Lisa menghela napasnya dengan pelan, sambil menyodorkan sebuah pena beserta buku note mini.
"Tuliskan pesananmu." tawa Syeilla dan Wira meledak begitu saja melihat keduanya.
❤❤❤❤❤
Di mana ada jual rujak goreng?
Autor mau donk 😳😳
__ADS_1