LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Ekstra Part 3


__ADS_3

Cally melamun di kamarnya. Putusnya hubungan dengan Dirga masih membuat luka di hatinya. Dia ingat saat malam itu, di mana Dirga datang ke rumahnya untuk menemui Alya. Bahkan sampai membawa sepaket bunga, ia tahu betapa hancur hati Dirga saat mengetahui Alya sudah bersama Nevan. Tatapannya yang menyimpan luka, sama dengan apa yang dia rasakan.


"Cally aku boleh masuk nggak?" sambut sebuah suara dari luar.


Cally berhenti melamun dan berjalan untuk menggapai pintu lalu membukanya. Di sana sudah ada Alya yang berdiri sembari membawa sesuatu di tangannya. Sebuah kue kesukaan gadis itu, cake banana isi cokelat.


"Tara, aki bawain kue kesukaan kamu." Alya menyodorkan kue tersebut ke Cally dengan wajah girang. Gadis itu tersenyum kecil dan mengambilnya.


"Ayo kita makan bersama," ucap Cally dan menutup kembali pintu saat Alya sudah di dalam.


Mereka berdua memakan kue tersebut tanpa bicara sedikit pun. Setelah beberapa menit terdiam, Cally memulai pembicaraan. Sejujurnya ia enggan menanyakan hal ini karena takut melukai hati Alya. Namun, ia tidak bisa lagi menahan beban dari pertanyaannya yang tidak kunjung ada jawaban.


"Alya, aku mau nanyak sesuatu."


"Tanyakan aja."


"Ini soal Dirga," ucap Cally. Suapan Alya berhenti seketika saat mendengar nama Dirga di sebut. Ia menatap serius Cally. Cally kemudian melanjutkan kalimatnya.


"Kenapa kamu lebih memilih Nevan dari pada Dirga?"


Alya menarik napas pelan dan membuangnya, lalu menjawab pertanyaan Cally dengan tenang. "Itu karena aku tidak mencintainya lagi."


"Apa semua karena diriku?" tanya Cally sedih. Ia tahu bahwa dirinya sudah menjadi penghancur hubungan antara Dirga dan Alya.


"Tentu aja enggak, aku tidak mau kembali pada cowok yang masih suka menyakiti hati wanita yang dia cintai. Dirga sangat berbeda demgan Nevan. Nevan itu cowok yang selalu mengutamakan ceweknya di atas segala kepentingannya. Sedangkan Dirga, dia adalah cowok paling egois yang pernah kukenal."

__ADS_1


Entah kenapa jawaban Alya sangat benar. Dia juga sependapat dengannya. Dirga selalu bersikap egois saat mereka berpacaran dulu. Ia mengatakan cinta. Namun, hatinya terus menjauhi Cally. Bahkan, ia tidak bisa melihat betapa Cally sangat mencintainya dengan tulus. Bagi Dirga, Cally bukan siapa-siapa dan hal itu sangat membuat Cally terluka.


Alya menepuk bahunya pelan dan Cally tersadar. "Jika kamu ingin bahagia, carilah kebahagianmu dengan orang lain."


Apa yang dikatakan Alya memang benar adanya, ia tidak bisa terus menerus mengharapkan cowok seperti Dirga. Sudah cukup selama ini ia disakiti, mungkin air matanya terlalu berharga untuk kembali disia-siakan untuk cowok seperti Dirga.


"Makasih Alya dan kamu benar, tidak seharusnya Dirga mendapatkan cinta kita berdua." Cally tersenyum lepas. Seolah beban yang selama ini menempel di pundaknya lepas seketika.


"Sama-sama Cally," ucap Alya senang. Ia segera pamit saat melihat jam, karena di jam itu Nevan akan menerornya dengan cinta. Alya bagai gadis yang sedang kasmaran dan Cally seperti gadis yang beru terbebas dari belenggu cinta yang salah.


-------------


Zia kini sudah duduk di ruang tamu bersama Syeilla. Mengetahui kedatangan Zia, Alya tentu sangat senang. Ia menuruni anak tangga sambil berlari mendekati wanita yang paling baik padanya.


"Tante Zia!" teriak Alya dan memeluk wanita itu. Zia tersenyum melihat Alya yang terlihat sangat ceria.


"Biar Cally aja yang buka." ia berjalan menuju pintu utama. Di sana sudah berdiri Salma yang menatap Cally dengan senyuman hangat.


"Makasih sayang udah dibukain pintu, Mama mana?" tanya Salma lembut.


"Ada di dalam Tante, ayo masuk."


Salma tersenyum dan masuk sambil menggaddeng Cally. Zia sendiri tampak kaget melihat kedatangan Salma ke sana. Ia mendadak menaruh curiga. Begitu juga dengan Salma yang tampak kaget melihat Zia sudah berada di ruang tamu bersama Syeilla. Zia dan Salma saling cipika cipiki begitu pun dengan Syeilla. Sedangkan Alya dan Cally duduk di samping Zia dan Salma. Keduanya tampak diapit oleh dua calon mertua.


"Jadi Zia, apa yang mau kamu katakan tadi?" tanya Syeilla serius.

__ADS_1


Zia tampak menimbang perihal yang mau dia katakan, sambil melirik ke arah Salma yang juga melakukan hal yang sama. Ia baru saja akan membuka mulut namun ditikung langsung oleh Salma.


"Ayo katakan Mbak Zia, apa yang mau Mbak sampaikan. Aku juga penasaran dan ingin mendengarnya."


Salma merasa ini seperti jebakan yang sedang mengintainya. Ia yakin Salma datang kemari juga dengan tujuan yang sama dengannya. Karena seperti yang dia ketahui, Nevan juga menyimpan perasaan yang sama dengan apa yang Dirga rasakan pada Alya.


"Ini masalah anak kita Syeilla. Dirga sudah sehari tidak mau keluar dari kamarnya. Bahkan makan saja dia enggan." wajah Zia tampak sedih saat mengingat putranya.


"Ya ampun Dirga, kenapa dia sampai tidak makan. Apa yang terjadi memangnya Zi?" tanya Syeilla bingung.


Sedangkan Alya dan Cally saling berpandangan. Zia sendiri heran saat Syeilla menanyakan hal yang ia pertanyakan sejak kemarin. Tidakkah sahabatnya itu tahu kalau putranya sangat mencintai putrinya. Ia melihat ke arah Alya dan meminta jawaban.


"Sayang, apa yang terjadi sama Dirga. Setahu Tante, semalam dia pamitan akan menemui kamu." tatapan Zia tertuju pada Alya yang sedang memilin ujung kukunya karena sangat gugup. Ia tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan yang terdengar sangat sulit.


"Alya, apa Dirga kemarin malam kemari?" tanya Syeilla serius. Gadis itu menganguk pelan.


"Sayang, kenapa tidak mengatakan pada Mama. Terus apa yang terjadi?"


"Dirga cuma sampai di depan pintu, Ma. Dia juga hanya sebentar lalu dia pergi setelahnya. Hanya itu saja," cicit Alya. Ia sangat takut jika Zia salah paham padanya.


"Kenapa dia hanya sampai di depan pintu? Saat dari rumah dia semangat banget mau ketemu sama kamu sayang."


"Karena ... karena pada malam itu aku bersama Nevan Tante."


Salma tampak tersenyum senang. Putranya meski memiliki pemikiran yang aneh. Namun, ia lebih gercap kalau urusan wanita. Tidak seperti Elka yang menunggu ditinggalkan berkali-kali sampai berlabuh padanya. Mungkin Salma menjadi pilihan terakhir Elka yang malas mencari wanita lain. Sungguh keterlaluan suaminya.

__ADS_1


-----------------


Ekstra Part 4 Soon. betewe hanya sampai ekstra Part 5 ditambah 1 bonus. ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2