LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 41 (S2)


__ADS_3

Syeilla bergerak dengan pelan saat tangan kekar suaminya memeluk perutnya dari belakang. Aiden mengecup daun telinga Syeilla dengan lembut.


Engggg....


Erang Syeilla saat tidurnya terganggu.


"Selamat malam sayang." ujar Aiden dengan lembut.


"Mas, ini sudah jam berapa? Apa kita sudah sampai di rumah?"


Aiden terkekeh, apa sebegitu lelapnya Syeilla sampai tidak menyadari kalau mereka sudah sampai sejak beberapa jam yang lalu.


"Sayang, ini sudah malam. Kita sudah di rumah."


Syeilla tampak terkejud mendengarnya.


"Aku pasti ketiduran ya mas." ujar Syeilla dengan malu.


"Kamu kelelahan sayang. Untuk itu Oma tidak mengijinkan mas membangunkanmu." terang Aiden membuat Syeilla merasa bersalah.


"Maafkan aku mas. Aku tidak tau akan selelah itu." cicit Syeilla.


Aiden mengecup puncak kepala istrinya.


"Ssttt, mas tau kalau kamu sangat kelelahan. Oma juga memakluminya sayang."


"Terima kasih mas."


"Mas ini sudah jam berapa?"


"Masih jam tujuh sayang." jawab Aiden.

__ADS_1


"Sepertinya Oma sudah menunggu di bawah, ayo turun makan malam." ajak Aiden.


Syeilla segera bangun dan berjalan menuju kamar mandinya. Sedangkan Aiden memilih baju santai untuk istrinya dan meletakkannya di atas ranjang. Kemudian membuka ponselnya untuk sekadar browsing mengenai kehamilan beserta pantangannya.


Klik


Syeilla sudah keluar dengan tubuh yang lebih segar.


"Sayang, baju kamu mas taruh di ranjang." ujar Aiden yang masih sibuk berselancar.


"Terima kasih mas." Syeilla segera memakai pakaiannya.


"Mas, aku sudah selesai. Ayo turun."


Aiden menaruh ponselnya di atas meja lalu menggandeng tangan Syeilla turun untuk makan malam.


Lisa dan Wira tampak audah berada di meja makan sambil tertawa. Pasangan tua itu tak ubahnya seperti pasangan muda pada umumnya. Masih tetap mesra meski usia tak lagi muda.


"Oma, maafkan Syeilla karena tertidur lama."


"Tidak masalah nak, asal cucu beserta cicit Oma tetap sehat." ujar Lisa membuat hati Syeilla menghangat.


Mereka segera duduk untuk melanjutkan sesi makan malamnya.


Makan malam pun berlanjut dengan obrolan ringan dari keempatnya.


""""""""""


Dion menatap surat pengunduran dirinya, hari ini ia akan kembali ke Indonesia, mungkin ia akan menetap di sana mengingat ada perusahaan yang harus ia lanjutkan. Dulu kepergiannya ke Rusia hanyalah pelarian semata. Kini nasib ribuan karyawan bergantung padanya.


"Selamat tinggal Auxillia." bisiknya saat ia sudah keluar dari perusahaan yang sempat ia naungi selama ini.

__ADS_1


Tring.... Tring....


Ia menatap nama Elka tertera di sana.


"Hem."


"Jam berapa kau berangkat?" tanya suara dari seberang sana.


"Aku berangkat jam 8 malam." jawab Dion datar.


"Tunggu aku, aku tidak bisa tanpamu."


Klik


Dion segera mematikan panggilan yang menurutnya unfaedah. Ia segera pulang ke apartemennya untuk istirahat sebelum ia kembali ke Indonesia.


Elka sedang mengumpat segala jenis terumbu karang, mungkin telinga Dion akan panas namun siapa yang tau.


"Cih, pria ini benar-benar minta dilindas." kesal Elka kesal. Ia segera turun dari atas dahan setelah aksi penyelamatannya yang dramatis.


Induk kucing tampak menatapnya dengan tatapan terima kasih karena sudah menurunkan putrinya.


Elka hanya mengibaskan tangannya tanpa tak masalah dan langsung pergi dari sana.


Aksinya tak luput dari perhatian Angelina yang sedang senyam senyum menatap kepergian Elka. Ia tidak tau bahwa lelaki yang menurutnya menyebalkan memiliki keprihewanan seperti yang ia lihat barusan. Meski ia terlihat serius namun percayalah, Angelina menyukai lelaki humoris dan lucu.


"Kau menyebalkan namun juga menggemaskan." Angelina pergi sambil menggelengkan kepalanya.


❤❤❤❤❤


**Elka sehat?

__ADS_1


Guys coba deskripsikan satu kata untuk Elka dan Aiden yang cetar membahana. Hahahahah next capt aku akan masukin ke cerita khusus mereka berdua**.


__ADS_2