LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
SEASON 4 (Bab 25)


__ADS_3

GAIS MAAF YA, AKU KEKURANGAN VITAMIN CINTA SAMPAI COPAS DUA KALI DONG. MAAFKAN DIRIKUHHH YANG TELAT MEMAHAMI KALIAN WKWKWKW.


----


“Sayang ingat umur, buat apa teriak-teriak begitu.” Charli mengingatkan istrinya.


“Elena hamil dad makanya mommy sangat bahagia.” Ucapnya antusias.


“Benarkah begitu, artinya sebentar lagi kita akan menjadi seorang nenek dan kakek.” Tanya Charli tampak begitu antusias menyambut calon keluarga mereka.


Usia kandungan Elena sudah mencapai tujuh bulan. Ia sudah berjuang selama ini dan sampai saat ini Altaf dan keluarganya belum mengetahui tentang penyakit Elena karena Elena begitu pintar menutupinya. Dan mirisnya sampai sekarang pun suaminya masih bersikap dingin terhadapnya.


“Mas, kamu mau kemana..” tanya Elena dengan pelan.


“Bukan urusan kamu.” Jawab Altaf dingin.


“Mas aku sangat lelah dengan kemelut rumah tangga kita. Sekarang ayo kita selesaikan.” Ucap Elena lemah.

__ADS_1


“Kau pikir aku tidak lelah hah! Harus menghadapi wanita sepertimu.”


“Aku wanita seperti apa maksudmu mas.”


“Kau mau tau hah! Kau itu hanya wanita PEMBUNUH!!” Altaf menekankan kata pembunuh tepat di depan wajah Elena..


“Apa maksud kamu? Sudah berapa kali aku katakan bahwa aku tidak pernah membunuh kak Syeilla mas, kenapa kamu terus-terusan menyalahkan aku atas kematiannya?”


“Tch kau mencoba mengelak brengsek! Kau ingat tunanganku Syeilla, Pada saat itu kami akan menikah tapi kau dengan teganya merenggut dia dariku!!” teriakan Altaf memenuhi gendang telinga Elena.


“Karena wanita sialan sepertimu aku harus kehilangan dirinya.” Hujamnya dengan dingin.


“dan sekarang kau merasa sebagai korban! Seharusnya kau yang mati bukan dia!!!” Altaf meninju sebuah kaca yang tergantung indah disana.


”Aku memang korban mas. Andai kalian tau kejadian yang sebenarnya.” Elena melangkah menjauh dari sana dengan hati yang terluka. Ia bahkan mengabaikan tangan Altaf yang terluka. Namun ia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Altaf yang juga sedang menatapnya dengan dingin.


“Aku tidak mungkin membunuh kakakku sendiri mas karena bagiku ia sudah seperti sahabat.” Terang Elena.

__ADS_1


“Apanya yang tidak mungkin! Semua bisa menjadi mungkin karena wanita sepertimu sangat mengerikan!! “ ucapnya penuh emosi.


“Kau hanya salah paham mas, aku tidak pernah membunuhnya. Bagaimana mungkin aku membunuh sepupu ku sendiri.” Elena menggelengkan kepalanya tanda tak percaya akan semua tuduhan itu.


“Apa kau sekarang mencoba membela diri hah! Jangan pernah mengatakan bahwa Syeilla sepupumu. Aku sangat membencimu!”


“Lantas aku harus apa? Apakah aku harus mengakui sesuatu yang bukan kesalahanku mas.” Elena sangat lelah menghadapi situasi ini. Mata nya dipenuhi kekecewaan pada suami yang sangat dicintainya.


“Cih ****** sepertimu bagaimana mungkin mengaku. Kau tau kau bahkan lebih hina daripada Pelacur.” Teriak Altaf di depan wajah Elena yang sudah pias.


Plakk


“Tutup mulutmu jika kau tidak tau yang sebenarnya terjadi.” Elena menampar dan berujar dengan dingin.


“Kau berani-beraninya tangan kotormu menyentuh wajahku, ckck apa yang tidak aku ketahui hah! Bahkan kematian pun tak layak untuk orang sepertimu. Kau tau kenapa? Karena kau lebih hina dari kematian.” Altaf berucap dingin penuh penekanan allu berlalu dan meninggalkan Elena dalam kesedihan.


Saat ini kondisi Elena sedang tidak dalam keadaan baik. Ia menarik napasnya dengan terputus-putus karena kekurangan oksigen. Ia memejamkan matanya dan kembali membukanya. Merisa dan Charli yang pada saat itu akan berkunjung ke rumah mereka karena merindukan menantu dan calon cucu mereka pun terdiam dibalik dinding. Mereka mendengarkan dengan diam pertengkaran anak dan menantunya.

__ADS_1


------


__ADS_2