My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 100


__ADS_3

"Gue ke kemar, ya." ucap Keenan lalu di angguki oleh Natha,


"Sekalian panggilkan bibi," ucap Natha, Keenan hanya mengangguk lalu pergi.


"Maaf ya, tadi bibi lagi gosok baju," ucap Bibi Mela, Natha hanya mengangguk,


"Iya bi, gak apa, ini gula di mana Bi?" tanya Natha,


"Sini, biar Bibi aja, kamu ke sana gih, nanti bibi antar," jawab Bibi Mela, Natha hanya mengangguk lalu pergi menghampiri Vio dan Bunda Gita. Natha mendudukkan dirinya di sofa yang hanya muat satu orang,


"Ta, Bunda kira kamu baik-baik aja sama Aksa, soalnya Aksa gak pernah cerita sama Bunda, kemarin juga, karena Vio yang ngasih tau, jadi Bunda tau deh." ucap Bunda Gita membuka suara,


"Gak apa, bun. Lagian Natha gak apa-apa kok." jawab Natha,


"Pantesan, akhir-akhir ini kamu jarang ke rumah, Aksa juga gak pernah lagi bilang kalo dia mau jalan bareng kamu, paling dia izin mau jalan sama temen." ujar Bunda Gita lagi,


"Nanti Natha sempat-sempatin ke rumah Bunda kok, kalo Natha gak sibuk, nanti Natha mampir deh, kerumah Bundaa," jawab Natha membuat Bunda Gita tersenyum girang,


"Aduhhh, sayang banget sama kamuu, kamu udah Bunda anggap kayak anak kandung bunda sendiri, Vio jugaaa, kalian sama-sama baik." ucap Bunda Gita, ia merangkul pundak Vio dan menarik lengan Natha,


"Kalian jangan pernah lupain bunda, yaa?" ujar Bunda Gita,


"Iyaa, bun..." jawab Natha dan Vio berbarengan.


"Ini minumnya," ujar Bibi Mela menaruh minuman di atas meja dan juga menaruh makanan ringan di atas meja.


"Makasih, ya bii," ucap Natha, Bibi Mela mengangguk,


"Bibi tinggal dulu ya," jawab Bibi Mela dan di angguki oleh Natha. Mama Lian datang dan mendudukkan diri di sofa yang di duduki oleh Natha tadi, sedangkan Nathanya berpindah duduk di samping Bunda Gita.


***


Mereka mengobrol hingga jam delapan malam, Bunda Gita dan Vio berpamitan untuk pulang ke rumah.


"Ya sudah, kami pulang dulu ya," ujar Bunda Gita,


"Iya, Hati-hati," jawab Mama Lian dan Natha yang berdiri di teras. Setelah Bunda Gita dan Vio pulang, Natha dan Mama Lian juga masuk kembali ke dalam rumah.


"Mama mau ke kamar dulu, ya," ucap Mama Lian, Natha mengangguk, ia mendudukkan dirinya di sofa panjang, Keenan keluar dari kamarnya dan menghampiri Natha.

__ADS_1


"Lo udah makan?" tanya Keenan, Natha menggeleng, ia asik memainkan hpnya.


"Mau makan di luar gak?" tanya Keenan lagi, Natha mengalihkan pandangannya ke hadapan Keenan, ia mengangguk dengan semangat, Keenan terkekeh karena kelakuan adeknya ini.


"Ya udah, tunggu di sini, gue izin sama Mama dulu," ujar Keenan, ia berjalan ke arah kamar Mama Lian, mengetuk pintu kamarnya sebelum membuka.


"Maa....Keenan sama Natha izin keluar, ya? Nyari makan. Mama mau nitip sesuatu?" tanya Keenan,


"Ya udah, Hati-hati yaa, mama gak nitip apa apa, tanya Bibi gih, siapa tau nitip sesuatu" jawab Mama Lian, Keenan hanya mengangguk. Ia berjalan ke kamar Bibi, pintu kamar Bibi tak tertutup, jadi Keenan hanya mengetuknya lalu mendorong pintunya agar lebih terbuka.


"Bii, Keenan mau jalan, bibi mau nitip sesuatu?" tanya Keenan,


"Bibi mau nitip martabak boleh? Ini uangnya," jawab Bibi Mela sembari berjalan menyerahkan uang ke Keenan,


"Oke bi, uangnya simpan aja!" jawab Keenan lalu pergi dari kamar bibi agar ia tak di paksa oleh bibi untuk mengambil uang itu.


"Nak, ini uangnya hei?" ujar Bibi Mela,


"Gak usah bii, pake uang Keenan aja, Keenan jalan dulu, ya." jawab Keenan lalu ia pergi keluar rumah dengan Natha sekalian.


"Mau makan dimana?" tanya Keenan,


"Maksud gue, lo maunya makan di mana? Gitu!" ujar Keenan sembari mencubit pipi kanan Natha.


"Ya, terserah aja, yang penting makan." jawab Natha, Keenan hanya mengangguk, kini mereka berdua menaiki motor milik Keenan lalu Keenan melajukan motornya untuk pergi ke tempat makan.


Sesampainya di Rocket Chicken, Natha dan Keenan turun, ia masuk ke dalam warung makan itu dan memesan makanannya.


Akhirnya pesanan mereka telah tiba, Natha dan Keenan membeli Ayam Geprek, Mereka memakannya hingga habis tak tersisa.


//selesai makan//


Keenan membayar makanannya tadi lalu keluar dari Rocket Chicken tadi. Mereka berjalan ke arah parkirannya,


"Langsung pulang, atau mau jalan-jalan dulu?" tanya Keenan,


"Jalan-jalan dulu, deh." jawab Natha, Keenan hanya mengangguk, mereka berdua naik ke motor lalu pergi ke tempat yang ingin mereka kunjungi. Ke taman, mereka sudah sering ke sini, namun mereka tak bosan sama sekali dengan taman ini, banyak anak kecil bahkan orang tua, pacaran dan lainnya.


Kini Natha dan Keenan mendudukkan dirinya di kursi taman, Keenan mengeluarkan kotak rokonya dari saku celananya.

__ADS_1


"Lo rokok mulu, gue aduin mama juga, lo!" ujar Natha setelah melihat Keenan yang menyalakan rokoknya dengan korek miliknya.


"Aduin aja, gak takut, wlee!" jawab Keenan sembari menjulurkan lidahnya ke arah Natha.


"Wah, nantangin," ujar Natha, ia menyalakan layar hpnya yang ada ditangannya, ia membuka aplikasi whatsapp dan memencet kontak yang bernama "Mama" Keenan panik dibuatnya.


"Weh weh, jangann!!" ujar Keenan merebut hp Natha dari tangannya.


"Ya walaupun mama udah tau, ya pasti mama bakal marah lah, kalo tau gue selalu ngerokok gini." ujar Keenan lagi,


"Nah tuh tau, kenapa masih di lakuin, ha?" tanya Natha,


"Hehe!" cengir Keenan.


"Haha hehe haha hehe, hih!" ujar Natha merebut kembali hpnya dari tangan Keenan.


"Lo bisa gak sih? Sehariii aja, jangan ngerokok, emang kalo gak ngerokok lo bakal mati? Enggak kan?" tanya Natha,


"Gue gak tiap hari, beneran deh, tanya aja Tala sama Jaden." jawab Keenan, Natha hanya memutarkan bola matanya malas. Ia lebih memilih untuk memainkan hpnya dan membuka chat dari Jaden, ia baru melihatnya sekarang, padahal Jaden mengirim pesannya dari jam tujuh tadi, sekarang sudah jam setengah sepuluh malam.


"Chattingan lo sama Jaden?" tanya Keenan yang mengintip hp Natha,


"Kenapa? Gak boleh?" tanya Natha sinis,


"Gak ada yang larang, tapi pesan gue cuman satu sih, jangan pacaran lagi kalo gak mau sakit hati." jawab Keenan,


"Iyee, tauuu, gak lagi kok." jawab Natha juga,


"Janji?" tanya Keenan,


"Eumm, gak janji, haha!" jawab Natha dengan tertawa. Natha berhenti tertawa karena pesan dari nomor tak di kenal, tapi ia tak ingin membaca pesan itu sekarang, ia hanya ingin membalas pesan Jaden lalu mematikan layar hpnya.


"Udah larut malam, ayo pulang, gue mau beliin pesanan Bibi," ujar Keenan, Natha dan Keenan berjalan ke arah motornya lalu pergi dari taman itu.


Setibanya ia di rumah.


"Bibi, ini martabak punya bibi."


...***...

__ADS_1


__ADS_2