
Setelah selesai matkul, Natha dan Ola seperti biasa, mereka akan bersantai di pinggir jalan dulu sebelum pulang.
Natha memesan burger dan teh es cup di taman. Duduk di kursi taman yang ada mejanya, angin berhembus kencang, cuacanya juga tidak panas.
"Keenan sama Shabita udah gak ada hubungan lagi." ucap Natha membuka suara, "Udah putusan?" tanya Ola yang di angguki oleh Natha.
"Tadi pagi, makanya kak Bita gak ngampus hari ini, lagi sakit juga. Mau ikut gue gak lo? Jenguk Kak Bita." tanya Natha ke Ola, Ola mengangguk.
"Kapan?" tanya Ola balik, "Besok kayaknya, kalau hari ini gak bisa." jawab Natha yang dibalas anggukan oleh Ola.
Tiga puluh menit kemudian, Natha dan Ola memutuskan untuk kembali ke rumah.
Sesampainya Natha dan Ola dirumah, Natha langsung saja masuk ke dalam rumahnya.
Di ruang tamu, ada keenan yang menggunakan pakaian tak beraturan, kancing kemeja di atas tak tertutup dua. Rambut yang acak acakan, ada rokok juga di atas meja.
Natha menghampiri Keenan, "Gue kekamar duluan ya." izin Ola yang di angguki oleh Natha.
Natha mendudukkan dirinya di samping Keenan, Natha mengambil dua bungkus rokok milik Keenan beserta mancisnya, Natha memasukkannya ke dalam tas miliknya, takutnya kalau mama tiba-tiba datang.
"Kalau mau nangis, nangis aja, jangan di tahan. Nangis bukan berarti orang itu lemah, sini." ucap Natha merentangkan tangannya, Keenan mendekap badan Natha dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Natha.
Keenan menangis, Natha tau Keenan masih sayang kepada Shabita, tapi ini salahnya juga karena jalan dengan cewek lain di belakang Shabita.
Natha melepaskan tas yang masih bergantung di pundaknya, ia menaruhnya di lantai, Natha setelah itu kembali memeluk Keenan.
Satu jam telah berlalu, Keenan masih setia memeluk Natha, tapi kali ini ia menyembunyikan wajahnya di samping perut Natha, ia tertidur. Natha tidak tega untuk membangunkan Keenan dari tidurnya, Keenan sangat nyenyak.
__ADS_1
Ola keluar dari kamarnya, ia mendudukkan dirinya di sofa satunya, ia memandangi Naha dan Keenan bergantian.
"Merah bener tu hidung, haha!" ejek Ola, Natha hanya terkekeh. Tak lama dari itu, turun hujan, mulai dari gerimis doang hingga hujan itu sangat deras.
"Bego, pake mati lampu segala lagi." ucap Ola, ruangan sangat gelap, sekarang masih jam enam sore, tapi ini sudah gelap karena cuacanya.
"Gue takut anjir lah," ucap Ola mendekati Natha dan menyalakan flash HP.
"Bibi Mela mana, Ta? Anjir kok gue takut ya... Aduh, mana kebelet pipis lagi..." adu Ola, "Bibi Mela gak ada, lagi pergi ke rumah sakit nyusulin suaminnya Bibi Mela." jawab Natha.
"Siapa yang sakit? Suami Bi Mela?" tanya Ola, Natha menggeleng. "Saudara Suami Bi Mela kalau gak salah." jawab Natha.
"Ini kita bertiga doang di rumah? Anjirrr, Ta, gue mau buang air kecil, gimana ini cokk!" keluh Ola. "Ya ke toilet sana, ngapain ngadu ke gue?" ucap Natha.
"Ya.... Gue takut, gelap weh!" jawab Ola, "Gue gak bisa bantu lo, gue gerak aja susah." jawab Natha. Tak lama kemudian, Keenan terbangun dari tidurnya karena terganggu suara air hujan yang mengenai atap rumahnya.
"Nah, tuh Keenan udah bangun, ayolahhh temenin guee... Takut..." ucap Ola, Natha hendak berdiri untuk menemani Ola pergi ke kamar mandi, tapi Natha di tarik kembali oleh Keenan.
"Sini aja, gelap gini, mau kemana lo?" tanya Keenan dengan suaranya yang parau karena menangis.
"Bentar ke toilet." jawab Natha, akhirnya Keenan melepaskan Natha.
Natha dan Ola berjalan ke arah Toilet, Natha menunggu Ola selesai, di depan toilet sambil memainkan hp. Setelah selesai buang air kecil, Ola keluar dari kamar mandi dengan tergesa-gesa karena takut.
"Hehe! Lega juga akhirnya." ucap Ola, kedua gadis itu kembali pergi ke ruang tamu.
"Mama naruh lampu cas di mana, bang?" tanya Natha yang masih berdiri di depan meja ruang tamu.
__ADS_1
"Dalam kamar mungkin, cari aja." jawab Keenan. "Gak jadi, takut gue masuk kamar Mama, gelap. Hehe!" ucap Natha terkekeh, Keenan tidak akan mau mengambil lampu cas itu, karena apa? Karena ia males untuk berdiri.
"Makin deras hujannya, Mama pulang gak, ya?" tanya Natha pada dirinya sendiri, Ola sedang bermain HP sambil mendengarkan musik menggunakan Earphone. Keenan juga duduk di sofa sambil memainkan hpnya, entah apa yang sedang ia tonton.
"Ta, gue jahat ya?" tanya Keenan secara tiba-tiba. "Baru nyadar lo?" sambar Ola, ternyata ia bisa mendengarkan ucapan Keenan, bukankah dia sedang menggunakan Earphone? Iya, dia menggunakan Earphone, namun musiknya belum ia mainkan.
"Nyaut lo bocah, diem lo." ucap Keenan, Ola tak menggubris ucapan Keenan, ia lebih memilih untuk memainkan hpnya.
"Gue jahat ya, ta?" tanya Keenan sekali lagi pada Natha, Natha hanya membalas dengan anggukan, matanya masih fokus ke layar HP. Keenan merasa di anggurkan oleh Natha, mengambil hp yang ada di tangan Natha lalu menyembunyikan di belakangnya.
"Ta... Gue nanya..." ucap Keenan, Natha menatap ke arah Keenan, ia masih belum selesai membalas chat grub dari teman-temannya, Keenan malah mengambil hpnya.
"Iya.. Lo jahat udah ngehancurin kepercayaan orang tau gak? Dia udah percaya sama lo kalah lo gak akan ngebohongin dia lagi, tapi apa? Kepercayaannya lo patahkan begitu aja." jawab Natha, Keenan sadar, ia sadar bahwa dirinya salah.
"Sekarang gue tanya, lo ada hubungan apa sama Sherly?" tanya Natha kepada Keenan, "Lo sama Sherly hampir tiap hari jalan berdua, ada hubungan apa?" sambung Natha.
"Gue gak ada hubungan apa apa sama Sherly, gue juga gak tau kenapa selalu nerima ajakan Sherly buat jalan bareng gue.... Gue udah pernah nolak, tapi Sherly tetap maksa buat jalan sama gue." jawab Keenan.
"Kenapa gak bilang sama gue? Biar gue yang balesin chat dia kalau dia ngajak lo jalan. Dan kenapa lo selalu bohong kalau lo mau ke rumah Jaden padahal sebenarnya lo jalan sama Sherly?" tanya Natha lagi, Ola tak mendengarkan Natha dan Keenan karena ia sedang asik mendengarkan musik.
"Maaf, gue takut lo marah, gak ngizinin, dan gue takut lo bakal bilang ke Bita. Tapi apa? Sekarang bahkan bita tau sendiri dan lihat sendiri kalah gue jalan sama Sherly." jawab Keenan.
"Sherly masih ngechat lo?" tanya Natha, Keenan mengangguk. "Kasih nomornya ke gue." suruh Natha.
"Buat apa? Chat di Hp gue aja, gak perlu ngasih nomor dia ke lo." ucap Keenan, Natha hanga memutarkan bola matanya malas.
"Ya udah. Sini blikin HP gue, gue belum selesai bales chat temen gue." jawab Natha, Keenan mengembalikan HP Natha.
__ADS_1
***