
"Serius, gak papa?" Aksa meyakinkan.
"Hooh, serius! Ga papa, kok," Jawab Natha.
"Beneran?" tanya Laura lagi.
"Udah ah, bawel lo. Tinggal dibawa aja ribet." Natha dengan wajah yang sedikit kesal.
"Lalu, siapa yang nyetir?" Tanya Vio kemudian.
"Aksa! Lo mau gak? Atau Gibran?" Ujar Natha.
"Jangan gue, gak berani bawa mobil orang," sahut Gibran.
"Ya udah, gue aja!" Kata Aksa.
"Sipp! Bentar, gue ambil kuncinya dulu." Natha beranjak dari tempat duduknya. Berlari kecil menaiki anak tangga lalu mengambil kunci mobil yang berada di kamar tidur milik Lian.
"Nih, mobilnya ada di sebelah." Ujar Natha, seraya menyerahkan kunci mobil tersebut. Aksa meraih benda kecil itu dan mereka semua pergi keluar rumah, tak lupa Natha mengunci pintu rumahnya terlebih dahulu sebelum berangkat.
Aksa mengeluarkan mobil milik Natha, semua temannya memasuki mobil itu. Gibran berada disamping kiri Aksa, Natha, Vio berada kursi tengah, dan Gabriella, Laura berada di kursi belakang.
"Lo tau aja kan tempatnya di mana?" Tanya Natha kepada Aksa.
"Iya, tau kok" Jawab Aksa, Aksa mengemudikan mobil tersebut keluar dari rumah Natha. Di depan pagar, mobil nya berhenti karena Natha ingin menutup pagar rumahnya terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian.
Mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan sebuah rumah makan, yang di mana pengunjungnya sangat ramai. Aksa memarkirkan mobilnya di tempat parkir. Sementara Natha dan teman temannya memasuki tempat makan itu lalu memesan makanan yang mereka ingin makan.
Natha, Vio dan Aksa selesai memesan makanan yang sama. Mereka mendaratkan bokong mereka di kursi yang berada agak jauh dari tempat pemesanan. Gabriella, Laura dan Gibran juga sudah selesai memesan makanan.
"Ini gimana duduknya?" Tanya Natha.
"Haduhhh, gini aja, Gibran sama Aksa di samping atau di belakang nih," Ucap Gabriella.
"Enak aja" Ucap gibran, di tempat itu masing masing meja cuma terdapat empat kursi.
"Emang lo mau ikut gabung sama cewe, hah?" Tanya Gabriella kepada Gibran.
"Ya, gak lah."
"Nah, makanya sana lo berdua tuh." Ucap Gabriella meminta Gibran dan Aksa untuk duduk di belakang mereka. Natha dan Vio duduk bersampingan, begitu juga dengan Gabriella dan Laura.
Sedangkan Aksa dan Gibran memilih untuk duduk di belakang Gabriella dan Laura, lebih tepatnya seperti berhadapan dengan Natha dan Vio. Makanan yang mereka pesan juga sudah diantar.
Beberapa menit kemudian, mereka telah selesai menyantap makanan mereka dan perut yang lapar pun akhirnya menjadi kenyang.
"Pulang, nih?" Tanya Gabriella.
"Ya, iyalah. Emang mau ke mana lagi?" Jawab Natha.
__ADS_1
"Ga ada, nanya doang. Ya udah, ayo bayar terus pulang." Ujar Gabriella. Mereka membayar pesanan mereka. Setelah selesai mereka keluar dari tempat makan itu, memasuki mobil dan bergegas untuk pulang ke rumah Natha.
"Lo, udah izin sama nyokap lo, Nat?" Tanya Gibran ke Natha.
"Udah, pake aja katanya," Jawab Natha.
"Oh, syukurlah," Sahut Gibran.
Di perjalanan pulang mereka berhenti di depan sebuah Alfamart untuk membeli snack serta beberapa camilan lainnya untuk dinikmati bersama ketika di rumah Natha nantinya. Yang turun dari mobil cuman Natha, Vio, dan Aksa. Sementara sisanya memilih menunggu di mobil karena gak mau ikut. Selesai membeli, mereka pun pulang.
Beberapa menit kemudian. Mereka sudah berada di rumah Natha. Aksa memarkirkan mobil tersebut di tempat asalnya. Sementara Natha menaruh makanan yang mereka beli tadi.
"Ngantuk deh" Ujar Laura.
"Lo mau tidur? Tidur aja tuh, di kamar tamu, atau di kamar gue, terserah," Ujar Natha menunjukkan kamar tamu yang tidak terlalu jauh dari ruangan itu.
"Ga usah, hehe," Jawab Laura sambil terkekeh pelan.
"Eh, btw esok ada tugas gak?" Tanya Gibran.
"Ga ada, besok kayaknya jam kos semua deh," Jawab Laura.
"Kenapa?" Tanya Gibran juga.
"Semua guru keknya sibuk buat acara nanti."
"Acara apa?" Tanya Natha, bingung.
"Dih, mainnya rahasia-rahasia'an," Ujar Gabriella menyela.
Ruangan itu mendadak hening. Tak ada yang bersuara. Hanya terdengar suara ponsel yang mereka mainkan masing-masing. Tak lama kemudian ada seorang laki laki memasuki rumah Natha. Gibran, Gabriella, dan Laura sudah mengenali siapa orang itu, sedangkan Vio dan Aksa sama sekali tidak mengenalinya. Mereka baru tau siapa lelaki itu setelah Natha memberi tahu.
"Itu, Abang gue. Tunggu bentar, ya" Ujar Natha memberi tahu Vio dan Aksa. Lalu beranjak dari duduknya, ia berjalan nyamperin Keenan yang berjalan menuju dapur.
"Bang, Natha," Belum sempat menyelesaikan pembicaraan nya dipotong oleh Keenan.
"Hush! Jangan ribut, gue pusing." Ujar Keenan.
"Iya, iya, gue gak ribut."
"Tumben pulang lebih awal? Biasanya malah duluan gue," goda Keenan kepada Natha. .
"Tadi gurunya ada rapat, katanya," Jawab Natha, Keenan hanya mengangguk paham.
"Nanti malam, jangan kemana mana, temenin gue," Kata Keenan kepada adik perempuannya, Natha.
"Ke mana?" Tanya nya dengan sedikit bingung.
"Ikut aja."
"Ya udah, Bang. Makanan ga ada. Tadi gue makan di luar. Gue juga udah beli buat lo. Tuh, ada di dalam lemari. Makan, ya! Awas kalo gak dimakan," ucap Natha dengan setengah mengancam. .
__ADS_1
"Iya, bawel!" Ujar Keenan mencolek pipi Natha dengan gemas.
"Bawel bawel gini adek lo," Ujar Natha, lalu pergi meninggalkan Keenan yang ingin menyiapkan makanannya. Natha pergi ke ruang tamu, di mana mereka berkumpul.
"Itu, abang lo gak marah kan kita disini?" Tanya Vio.
"Gak, kok" Ujar Natha, Vio menganggukkan kepalanya mengerti. Jarum jam sudah menunjukkan ke angka 06:15.
"Gue, pulang dulu, ya" Ujar Gibran.
"Iya, hati hati." Kata Natha.
"Gue juga pulang duluan, ya." Kata Laura juga.
"Ya." Laura dan Gibran sudah pulang duluan, yang tersisa hanya Aksa, Vio, dan Gabriella.
"Gue pulangnya nanti, soalnya orang tua gue belum pulang, lo berdua?" tanya Gabriella kepada Vio dan Aksa.
"Nanti deh, di rumah gue juga ga ada siapa siapa. Orang tua Aksa tadi katanya mau berangkat meeting." Jawab Vio, Natha dan Gabriella hanya menganggukkan kepalanya. Tak berselang lama, Keenan keluar dari kamarnya kemudian menghampiri Natha.
"Kenapa?" tanya Natha kepada Keenan.
"Lo, liat kertas tugas gue, gak?" ujarnya.
"Ga ada, lagian gue ga ada ke kamar lo," Jawab Natha, lalu Keenan kembali ke kamarnya lagi.
"Nat, gue pulang deh. Orang tua Aksa udah pulang. Duluan ya, Gab," Ujar Vio.
"Iya, hati-hati." Setelah Aksa dan Vio pulang. Natha mengambil snack-snack sisa yang dibelinya tadi, ditaruh ke dalam kulkas.
"Ke kamar gue, Gab," Ujar Natha, lalu menaiki anak tangga dan memasuki kamarnya. Mendudukkan diri di tepian kasur, sedangkan Gabriella, mendudukkan diri di kursi belajar milik Natha yang terletak tidak jauh dari tempat tidur gadis itu.
"Gue mau mandi, lo mau mandi juga?" tanya Natha.
"Lo, duluan aja. Nanti kalo lo udah selesai, baru giliran gue," jawab Gabriella.
"Oke." Natha beranjak dari tempat duduknya, mengambil bathrobe dan handuk, lalu pergi ke kamar mandi yang berada di kamar tidurnya. Ia Membersihkan diri, setelah selesai ia keluar lalu mengambil baju yang ingin ia pakai.
"Noh, sana gih, mandi. Tuh handuknya di dalam lemari," ujar Natha.
"Oke!" Lalu Gabriella bergegas untuk mandi.
Natha memakai pakaiannya, ia memakai celana pendek serta baju kaos lengan pendek. Natha mendudukkan diri di atas kursi yang berada di depan meja rias. Meraih hair dryer lalu mengeringkan rambutnya yang agak basah. Setelah kering ia lalu merapikan rambutnya dan memoles sedikit bedak ke wajah cantiknya.
Tak berselang lama, Gabriela keluar dari kamar mandi. Melakukan hal yang sama seperti Natha, tetapi ia memakai pakaian celana panjang dengan baju kaos lengan pendek.
"Gab, gue ke kamar Keenan dulu bentar,." ujar Natha.
"Iya," jawabnya. Natha pergi dari kamarnya menuju kamar Keenan yang berada tak jauh dari kamarnya tersebut lalu memasuki kamar kakak lelakinya itu.
"Bang, jam berapa emang?" tanya Natha kepada Keenan.
__ADS_1
*****