My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 73


__ADS_3

"Kapan lo balik? Gak denger suara motor lo tadi." tanya Keenan,


"Udah dari jam delapan tadi. Udah, jangan berisik lo pada, kalo berisik gue lempar sendal satu persatu." jawab Natha, ia pergi dari depan kamar Keenan untuk pergi ke dalam kamarnya, tak lupa untuk mengunci pintunya kembali. Natha mendudukkan dirinya di sisi kasurnya, memainkan hp untuk membalas pesan-pesan dari teman-temannya.


//grub mereka berempat khusus cewek.//


[Eh lo tau gak, tadi gue ketemu Eve sama cowok coi!] - Laura


[Di mana?] - Vio


[Di taman] - Laura


[Gue tadi malah lihat si Dera, tapi dia kayak sembunyi-sembunyi gitu dari gue, padahal gue udah liat.] - Gabriella


[Kenapa gitu?] - Laura


[Gak tau. Kayaknya ada yang di sembunyiin gak sih?] - Gabriella


[Oh iya, Cakra masih di rumah lo kan, Ta?] - Gabriella


[Iya, main game berisik banget di kamar Keenan.] - Natha


[Gak sih, dia kayanya gak ada nyembunyiin sesuatu, cuman dia malu aja, soalnya kan dia udah pernah ngebully kita, tapi selalu gagal. Gak taunya dia malah di permainkan sama teman-temannya sendiri, gak nyangka.] - Laura


[Jangan gibah. Ta lo udah belum ngerjain pr?] - Vio


[Loh? Ada pr?] - Natha


[Nah, iya, lupa ngasih tau, besok di kumpulkan. Ini foto soalnya, Ta, tinggal jawab aja, jangan di salin soalnya.] - Vio


[Makasih, Vi] - Natha


Sekarang Natha tak memperdulikan grub chat itu lagi, ia sekarang mengerjakan tugas yang di kasih oleh guru di saat ia libur hari ini tadi. Pelajaran Kimia yang membuat Natha pusing, jadi ia mensearching di google.


Sekitar jam sebelas malam, ia baru selesai mengerjakan tugasnya, ia mengambil baju ganti untuk mengganti pakaiannya dan mencuci wajahnya.


***


Natha sudah selesai mengganti baju dan juga mencuci wajahnya. Ia seperti biasa memakai pakaian tidur, tapi kali ini ada gambar kelinci-kelincinya di baju dan celana itu. Natha turun ke lantai bawah untuk mengambil powerbanknya yang tertinggal di ruang tamu. Ternyata di ruang tamu ada Keenan dan teman-temannya, Natha acuh tak acuh, ia berjalan ke keruang tamu untuk mengambil powerbanknya itu. Tetapi tidak ada di sana, jadi ia bertanya kepada Keenan.


"Liat powerbank gue gak?" tanya Natha,


"Gue pinjam bentar," jawab Keenan, Natha sadar jika Keenan memainkan hpnya dengan di cas.


"Lo punya hp dua, pake hp yang satunya kek. Jangan sambil di cas gitu, kalo mama tau kena omel mama, lo." ucap Natha, Keenan hanya menjawab


"Iya, bawel deh, bentar, gue menangin ini dulu, baru ganti." jawab Keenan Natha hanay memutarkan bola matanya malas,


"Terserah, lo." jawab Natha, ia kembali berjalan menaiki anak tangga,


"Berani bener lo sendirian di kamar, tadi gue denger suara loh di atas genteng, makanya gue semua keluar." ucap Keenan


"Gue tau lo cuman nakut-nakutin." jawab Natha, ia masih melanjutkan menaiki anak tangga, tabi tiba-tiba langkahnya terhenti di saat ia mendengar ada suara di atas genteng. Ia berbalik arah untuk turun kembali ke lantai bawah.

__ADS_1


"Ngapain balik lagi?" tanya Keenan,


"Bang, udah deh ya, gue jadi takut. Aih, gue jadi gak berani ke kamar, bego, geser lo." jawab Natha, ia menyuruh Keenan untuk bergeser agar Natha bisa duduk di sampingnya. Untungnya Natha sekarang menggunakan pakaian panjang.


"Ta, udah berapa lama lo sama Aksa?" tanya Tala tiba-tiba,


"Ngapain lo tanya hubungan adek gue?" tanya Keenan kepada Tala,


"Nanya doang, elah." jawab Tala,


"Satu tahun dua bulan." jawab Natha, Tala mengangguk,


"Kalo sama Jaden? Berapa lama?" tanya Tala,


"Apaan banget lo nanya gitu?" ucap Jaden tak terima,


"Dua tahun enam bulan? Kalo gak salah." jawab Natha lalu ia kembali fokus ke layar hpnya.


"Gak jelas lo sumpah, Tala." kelas Jaden karena Tala mempertanyakan hal yang tak seharusnya di tanyakan.


"Kepo doang gue, sewot apa bang, gamon ya?" ejek Tala,


"Tolol" umpat Jaden sembari menoyor kepala Tala, Tala yang di toyor kepalanya hanya tertawa.


"Udah jam dua belas malam, gue pulang dulaun ya," ucap Jaden,


"Gue juga," susul Cakra,


"Kapan-kapan lo bisa ikut nginap di apart guekan, Nan?" tanya Tala, Keenan mengangguk.


"Iya, lain kali kalo di izinin." jawab Keenan, mereka sudah tak terlihat di depan rumah Keenan, ia menutup pintu rumanya, pagar rumahnya tadi sudah di tutupkan oleh Tala.


"Balik ke kamar lo, Ta," ujar Keenan, Natha menggelengkan kepalanya,


"Gak berani." jawab Natha, Keenan menghampiri Natha,


"Percaya lo sama kata gue? Tadi palingan cuman kucing main kejar-kejaran sama tikus. Udah sama tidur, besok lo masuk sekolah." ujar Keenan, Natha mengangguk,


"Temenin, nanti kalo gue udah tidur baru lo balik ke kamar lo," ucap Natha, Keenan mengangguk. natha merebahkan badannya di atsa kasur lalu menutupi tubuhnya dengan selimut. Meng charger hpnya di atas nakas, meminta Keenan mematikan lampu kamarnya. Keenan duduk di kursi belajar Natha, menunggu Natha tertidur, baru dia akan kembali ke kamarnya.


Sekitar dua puluh menit, Natha sudah tertidur, Keenan keluar dari kamar Natha dan tak lupa untuk menutup pintunya kembali. Ia kembali ke kamarnya dan membereskan semua kamarnya yang sedikit berantakan karena teman-temannya tadi, lalu ia juga merebahkan badannya di kasur untuk tidur.


***


Jam sudah menunjukkan jam setengah enam pagi, Natha harus bangun lebih awal karena ia harus memasak sarapan karena Bibi Mela dan Mama Lian tak ada dirumah. Jadi ia langsung saja turun untuk pergi ke ruang makan yang di sana ternyata sudah ada Keenan sedang memasak nasi goreng.


"Mandi dulu, kalo udah selesai nanti baru turun lagi, sarapan." ucap Keenan, Natha mengangguk, ia kembali berjalan ke kamarnya sendiri untuk mandi bersiap-siap pergi ke sekolah.


Jam sudah menunjukkan jam tujuh pagi, Natha sudah siap dengan seragam sekolahnya, ia turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama Keenan. Keenan sekarang ternyata juga sudah siap untuk berangkat ke kampus, Natha sedikit terkejut, cepat banget dia mandinya, padahal tadi diakan juga menyiapkan sarapan.


"Makan nih," ujar Keenan menyerahkan piring yang sudah terisi Nasi goreng dengan telur mata sapi di atas nasi itu. Natha memakannya hingga selesai, sampai tak ada sisa sedikit pun di dalam piring itu.


"Berangkat bareng Aksa?" tanya Keenan, Natha mengangguk,

__ADS_1


"Tuh, Aksa di depan, suruh masuk, makan bareng dulu." jawab Keenan, Natha mengangguk, ia berjalan ke depan rumahnya, menyuruh untuk Aksa masuk, tetapi Aksa menolaknya, ia sudah sarapan.


"Gak masuk, gak gue izinin lo berangkat sama adek gue." ucap Keenan dari dalam rumah, Aksa terkekeh lalu masuk bersama dengan Natha,


"Udah sarapan?" tanya Keenan kepada Aksa yang mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu, Aksa mengangguk,


"Iya, sudah tadi," jawab Aksa,


"Bang, gue berangkat dulu, dadah!" ucap Natha, Keenan mengangguk,


"Hati-hati," jawab Keenan,


"Syap, kaka ipar, haha!" jawab Aksa, Keenan hanya terkekeh. Aksa dan Natha berangkat ke sekolah bersama. Sesampainya di sekolah, Aksa dan Natha berjalan menaiki anak tangga, tapi mereka berdua berhenti melangkahkan kakinya karena mendengar suara teriakan dari teman-temannya yang berada di belakang mereka.


"Halo bestieh, gue pikir lo bakal gak masuk hari ini karena di kelas lo ada pak Kimia, haha!" ujar Gabriella,


"Yee enak aja, gue emang gak suka pelajaran Kimia, tapi gue gak kayak lo, kalo ada pelajaran yang gak di suka malah gak masuk sekolah." jawab Natha sembari mengejek Gabriella, Gabriella hanya memutarkan bola matanya malas, walaupun itu benar tapi ia tak terima.


"Idih, gitu banget muka lo, nanti tambah jelek!" ejek Natha lagi,


"Heh, secara gak langsung lo ngatain gue jelek gitu?!" tanya Gabriella,


"Iya!!" jawab Natha lalu ia berlari menaiki anak tangga dan di kejar oleh Gabriella di belakangnya. Mereka berlarian sampai ke lantai paling atas, kelas mereka. Dua gadis itu berhenti karena kecapean, ia mendudukkan dirinya di depan kelas Aksa.


"Gila lo, pagi pagi dah nyuruh gue buat olahraga," ucap Gabriella,


"Ye, lagian lo yang ngejar gue," jawab Natha, teman-temannya akhirnya sampai juga di lantai atas. Mereka berdelapan memasuki kelas Aksa, yang di sana ada, Eve dan Raya, Eve melihat Natha seperti orang yang baru pertama kali melihat manusia.


"Apaan lo lihat-lihat?" tanya Natha kepada Eve yang melihat dari atas hingga ke kaki Natha. Bukannya menjawab, ia malah mendorong badan Natha hingga terdorong ke belakang.


"Apa-apaan lo?!" kesal Natha, ia kembali mendekati Eve. Natha hendak menampar wajah Eve, tapi Gabriella menahannya,


"Tahan." Gabriella berujar, ia melepaskan tangan Natha,


"Mana Nita?!" tanya Eve dengan Natha, bukan menjawab, Natha dan teman-temannya malah tertawa terbahak-bahak.


"Gak salah denger nih gue? Nyariin Nita kok di kami, lo pikir kami siapanya Nita? Kakaknya? Ogah sih gue!" ujar Laura diiringi tawaan oleh teman-temannya.


"Gue gak lagi bercanda, ngapain kalian tertawa kayak gitu?!" tanya Eve,


"Lah, lo sendiri ngelawak, nyariin temen lo di musuhnya, gak jelas!" jawab Laura. Kini mereka meninggalkan Raya dan Eve yang masih berdiri di depan pintu kelas. Natha masuk ke dalam kelas Aksa sambil memikirkan sesuatu, kemana Nita? Bukannya setiap pagi dia selalu sama Eve dan Raya? Tas Nita ada, tetapi orangnya tidak ada.


"Mikirin Nita?" tanya Aksa, Natha dengan cepat menggeleng,


"Enggak, ngapain juga," bohong Natha, ia sekarang asik membucin bersama Aksa.


Beberapa menit kemudian.


Bel sudah berbunyi, Natha, Vio, Cakra dan Gibran pergi keluar kelas Aksa lalu berjalan ke kelas mereka yang berada di samping kelas Aksa. Di dalam kelas, sudah ramai anak kelas,


"Ta, maaf ya, dulu gue pernah jahatin lo...."


...***...

__ADS_1


__ADS_2