My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 167


__ADS_3

Tiga minggu telah terlewatkan. Kini Natha bersiap untuk menghadiri acara perpisahan untuk para siswa siswi kelas 12 di SMA Negeri 1.


Para perempuan menggunakan pakaian dress yang berwarna mocca, begitu juga dengan pria, mereka menggunakan Jas berwarna biru, dalaman putih dan celana biru. Itu yang di beri tahukan oleh kepala sekolah untuk anak murid kelas 12 kemarin.


Natha sudah siap, ia juga menghias rambutnya sebelum acara perpisahan di laksanakan. Ia membawa rambutnya ke salon untuk disemir dengan warna kemerahan. Ia juga tak lupa untuk me rebonding rambutnya karena ia sudah eneg dengan gaya rambut yang sebelumnya.


Natha turun kebawah, ia sangat terlihat cantik hari ini. Tapi ia tak terlalu bersemangat, karena hari ini adalah hari terakhir teman-temannya berkumpul dengan Aksa dan Vio.


"Sudah siap, sayang?" tanya Mama Lian, Natha mengangguk. Mereka menunggu sesuatu? Natha tidak tau. Bukankah mereka mempunyai dua buah mobil? Tapi apa yang di tunggu lagi? Apakah mungkin Mama Lian memesan grab? Hah???


Tak lama kemudian ada satu mobil fortuner putih berhenti di depan pagar rumahnya. Tunggu, Natha kenal dengan mobil ini,


"Tunggu apa lagi? Ayo!" ucap Papa Leo membuka kaca jendela mobil, Natha tak menyangka, wishlist Natha akhirnya tercapai. Ia ingin perpisahannya di hadiri oleh kedua orang tuanya.


"Natha gak sedang mimpi kan ini?" tanya Natha, Mama Lian tersenyum mengangguk. Mereka tanpa basa basi langsung saja masuk ke dalam mobil Papa Leo.


/flashback/


Satu minggu sebelum acara perpisahan Natha. Mama Lian memutuskan untuk bertemu dengan Leo, Papa dari Natha dan Keenan. Mereka bertemu di kantor Papa Leo, bertemu di ruangan khusus Papa Leo.


Tok! Tok! Tok!


Lian mengetuk pintu ruangan Leo.


"Masuk!" ucap Leo, Lian membuka pintu ruangan dengan perlahan lalu masuk.


"Mau ngomong apa?" tanya Leo, ia sudah tau jika Lian akan berbicara sesuatu. Karena sebelum Lian ke kantor Leo, Lian memberi tahu dulu lewat whatsapp bahwa ia ingin bertemu dan berbicara tentang kedua anaknya.

__ADS_1


"Apakah aku tidak di perbolehkan untuk duduk?" tanya Lian, Leo terkekeh.


"Silahkan duduk." ucap Leo, Lian lalu mendudukkan dirinya di kursi yang berhadapan dengan Leo.


"Natha bilang, dia mau kalah acara perpisahan nanti, yang datang Kita bertiga. Kamu mau? Demi Natha, aku takut dia bakal kayak dulu lagi sama aku." ucap Lian.


"Boleh aja. Dia juga ada ngajak aku buat ke gedung perpisahan sekolahnya nanti. Aku juga gak mau bikin dia kecewa lagi, jadi nanti aku saja yang jemput kalian." jawab Leo, Lian mengangguk.


/flashback off/


Kini mereka berempat sudah sampai di gedung yang sudah di sewa khusus hari ini untuk perpisahan mereka.


Natha masuk dengan di ikuti oleh Keenan, Papa Leo, dan Mama Lian di belakang. Tempat orang tua murid sudah di sediakan khusus di belakang, sedangkan para murid tempat duduknya di belakang.


Natha duduk sesuai dengan Absen perkelas, ada juga nomor absen Natha yang tertera di kursi itu. Natha absen ke 16 ia bersampingan dengan Nana, sedangkan dengan teman-temannya? Sangat beda jauh. Tapi jika Cakra lumayan dekat, Cakra berada di depan Natha.


MC mulai membuka acara tersebut, setelah acara resmi terbuka, mereka bertepuk tangan. Banyak suara tepukan tangan di dalam gedung itu menggema.


Banyak lagi hal yang mereka lakukan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan lagu mars sekolah bersama, sambutan ketua panitia perpisahan sekolah, sambutan dari kepala sekolah TK/SD/SMP/SMA lainnya. Sambutan dari perwakilan wali murid juga, pemberian penghargaan dan hadian untuk murid yang berprestasi dan mendapatkan ranking pertama sampai ke tiga.


Natha termasuk di sana, ia mendapat ranking ketiga dari seluruh kelas, kelas Mipa 1,2,3 IPS 1,2,3. Natha mendapat ranking ketiga. Ia bersyukur, ia naik ke atas panggung untuk mengambil hadiahnya yang lumayan besar. Ia berterima kasih dan tersenyum, melambaikan tangan ke arah Mama Lian, Papa Leo dan Keenan yang sedang tersenyum bangga dari belakang sana.


Setelah itu mereka melepaskan atribut sekolah dari perwakilan ketua OSIS dan wakil ketua OSIS.


Puisi, pidato, dan lainnya di bawakan oleh salah satu murid perwakilan Kelas. Puisi yang membikin mereka semua banjir air mata.


Selesai? Belum. Mereka masih berhiburan dengan memainkan musik yang lumayan keras. Orang tua dari murid juga sudah ada yang pulang lebih awal, tapi orang tua Natha tidak, begitu juga dengan teman-temannya.

__ADS_1


Mereka berjoget dan berfoto bersama, membuat vlog mini bahkan bersenang-senang bersama. Kini rambut Natha yang panjang itu sekarang di kuncir oleh Mama Lian karena ia merasa gerah walaupun sudah ada AC.


Sekitar tiga jam acara hiburan itu, akhirnya selesai. Mereka istirahat sebentar untuk penutup acara perpisahan sekolah ini. Jam sudah menunjukkan jam 3 sore, Natha dan teman-temannya duduk di kursi orang lain, karena pemilik kursi juga tak ada.


Natha juga tadi sempat berfoto bersama keluarganya, ada juga yang hanya berfoto bersama Keenan. Ada juga ia berfoto dengan Aksa, kata Aksa, ia ingin menyimpannya untuk kenangan terakhir bertemu.


Setengah jam sudah berlalu. Kini acara kembali mulai, mereka duduk di tempat masing-masing, acara penutupan sudah di mulai. Kini mereka hanya bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing, sekitar dua puluh menit. Akhirnya acara telah selesai, ada yang pulang, ada yang berkumpul dulu, ada juga yang masih berfoto-foto.


Natha dan teman-temannya? Ia pulang bareng, tapi ia tetap ikut di mobil Papa Leo bersama Mama Lian dan Keenan.


Natha dan teman-temannya akan berkumpul nanti malam. Karena besok, Aksa dan Vio sudah akan pergi ke Singapura, Bunda Gita memberi kesempatan lagi untuk mereka menghabiskan waktu bersama sampai malam nanti.


Natha dan keluarganya belum pulang, mereka pergi ke restoran dulu untuk makan dan juga merayakan Natha yang sudah dapat meraih ranking ke tiga di antara seluruh kelas 12.


Sesampainya di restoran, mereka duduk berseberangan, Natha berhadapan dengan Keenan, Mama Lian berhadapan dengan Papa Leo.


"Mba!" panggil Mama Lian kepada pelayan restoran. Perempuan itu menghampiri mereka, mereka mulai memesan makanan yang mereka inginkan.


Sambil menunggu pesanan tiba, Natha juga di belikan kue yang sangat cantik. Natha sangat bahagia hari ini, akhirnya yang ia inginkan dari dulu, tercapai juga.


Natha mulai berdoa dalam hatinya, lalu memotong kue yang berapis cream putih dan pink, ada juga hiasan Pondan yang berbentuk kupu kupu cantik di kue itu.


"Ada yang mau Papa omongin. Maaf, sebenarnya ini salah, tapi Papa sudah tidak bisa menahannya dari lama. Maaf, Papa tau Papa salah waktu itu pernah ninggalin Mama kalian. Tapi sekarang, Papa mau ngasih tau kalian." ucap Papa Leo yang membuat mereka terdiam dan sangat penasaran apa yang akan di ucapkan oleh Papa Leo.


"Maaf lancang, Lian. Aku sudah tidak bisa menahannya, sudah dari lama Aku ingin mengungkapkan nya, tapi aku tidak ada keberanian untuk mendekati dirimu. Jadi, apakah kamu mau menjadi istri ku kembali?......"


...***...

__ADS_1


__ADS_2