
Kini jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Natha sudah berdandan untuk jalan bersama Aksa, Aksa juga sebentar lagi akan menjemput nya. Natha keluar mengenakan dress hitam yang cantik jika di pakai oleh Natha. Teman-teman Keenan masih ada di rumah, mereka memuji dan menggombali Natha di saat ia keluar dari kamarnya.
"Gue jalan dulu, dah." ucap Natha kepada Keenan, Keenan hanya mengangguk. Di luar rumah ada Aksa yang menunggu sendirian, ia pikir Aksa menggunakan motor, ternyata ia menggunakan mobil.
"Kenapa gak pake motor aja?" tanya Natha, "Motor aku kan rusak parah karena kecelakaan kemarin, jadi motor ku gak ada, makanya pakai mobil, hehe." jawab Aksa.
"Pakai motor gue aja, mau ya? Motor Keenan deh. Males kalau pakai motorku, bensinnya abis." tanya Natha, "Emang gak apa?" tanya balik Aksa, Natha hanya mengangguk.
"Bentar, masukin aja sini mobilnya." ucap Natha sembari membuka pagarnya lebar lebar untuk Aksa masuk. Natha berjalan ke dalam rumah untuk mengambil kunci motor milik Keenan dan meminta izin sekalian.
"Bang, pinjam motor lo boleh ya?" izin Natha, Keenan mengangguk lalu ia melemparkan kuncinya ke arah Natha. Natha menyambut kuncinya lalu pergi kembali keluar.
"Makasih!" ucap Natha.
"Cowoknya gak modal kah? Haha!" ejek Tala, "Gak modal mata lo, noh coba intip," ucap Cakra. Mereka mengintip di tirai dekat Sofa, mereka terkejut sedikit, haha, melihat Aksa menggunakan mobil, ia mikir bahwa cowoknya tidak bermodal.
"Anjir lah, ini gue juga kalah." ucap Ikhsan menggeleng. Teman-temannya tertawa, apalagi Cakra dan Keenan yang tertawa terbahak bahak. "Sialan lo pada, malah ketawa." ucap Ikhsan lagi.
Kembali ke Natha dan Aksa. Natha memberikan kunci motor Keenan ke Aksa, motor Keenan terletak di depan teras rumah, jadi mereka tak perlu repot untuk mengambil motornya di dalam garasi.
"Lo gak apakan, bawa motor?" tanya Natha yang di angguki oleh Aksa.
"Iya, udah boleh kok. Tadi pagi aja aku ke sekolah pakai motor punya bunda." jawab Aksa yang di angguki oleh Natha. Mereka berdua pergi dari rumah untuk pergi ke tempat yang ingin di tuju. Natha dan Aksa ingin pergi ke mall karena di sana ada permainan baru, 'Rumah Hantu' yang mengajak adalah Aksa. Natha sempat menolak, tapi setelah itu Aksa menelponnya yang ternyata itu adalah bunda. Kata bunda tidak apa, jadi Natha hanya mengikuti saja.
Sesampainya mereka berdua di mall, mereka langsung saja memarkirkan motornya, setelah itu langsung masuk ke dalam mall itu. Mereka berjalan jalan di keliling mall dulu sebelum naik ke lantai paling atas. Natha melirik ke arah toko parfum, Natha ras ingin membeli parfum lagi, Natha mengajak Aksa untuk masuk ke dalam sana.
__ADS_1
"Mau beli parfum?" tanya Aksa, Natha mengangguk meng iyakan pertanyaan Aksa. Mereka mencari cari parfum yang di rasa cocok dan wangi setelah itu membelinya.
***
Skip saja, mereka telah tiba di lantai paling atas, yang di sana hanya terdapat permainan berbagai macam. Mereka langsung saja pergi ke arah permainan yang mereka ingin masuki tadi, Rumah Hantu. Mereka memesan tiketnya dahulu sebelum masuk. Mereka masuk hanya berdua, pembelanjaan Aksa dan Natha di taruh di penitipan.
Kini giliran mereka untuk masuk ke dalam, mereka di tuntun oleh penjaga ruangannya itu, hingga tiba di tempat yang sangat gelap. Natha dan Aksa hanya di tingga berdua, penjaga tadi hanya menuntun hingga di tirai berwarna merah besar.
"Sialan!" pekik Natha di saat ia merasa jika kakinya di pegang oleh seseorang, ia tidak takut, hanya saja ia merasa kaget. "Hihihihi!" suara dari dalam ruangan itu menakut-nakuti mereka berdua, tapi Natha dan Aksa biasa saja, bahkan mereka hanya berjalan seperti biasa.
"Aksaa, tangan lo!" ucap Natha di saat ia merasa ada tangan di pinggangnya, ia berfikir bahwa itu adalah Aksa, Aksa menggeleng, "Apaan? Tangan ku nge genggam tangan kamu." jawab Aksa, Natha kali ini merasa takut, ia kira akan seperti permainan lainnya, para setannya tidak boleh memegang atau di pegang. Lah yang sekarang malah main pegang pegang, sungguh, Natha takut walau ia tahu bahwa ini hanyalah makeover.
"AKSAA! GILA APAAN ANJIR!!" teriak Natha berlarian, begitu juga dengan Aksa, tetapi Aksa berlari sambil tertawa, sedangkan Natha berlari terjerit-jerit. Mereka tiba di ruangan yang terang, di sana juga ada penjaganya dua orang, Aksa hanya asik tertawa, sedangkan Natha mengatur nafasnya. Mereka berjalan lagi untuk mencari jalan keluar, di tuntun sebentar untuk melalui jalan tadi.
"Hahaha!" tawa Aksa, Natha menepuk ahu Aksa, sungguh, ia masih mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Anjir lah, kalau tau gini gak mau masuk." ucap Natha, "Udah ah apaan, gitu doang takut kamu. Sekarang mau naik apa lagi? Naik rollercoaster?" ajak Aksa. Natha menggeleng.
"Terus, mau naik apa? Sini ayo, kita liat liat." ucap Aksa menarik paksa Natha.
***
Kini, jam sudah menunjukkan jam sepuluh malam, Natha dan Aksa sudah sangat puas bermain main di mall itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, merek turun ke lantai paling bawah, mengambil barang titipan mereka lalu berjalan ke parkiran.
Sesampainya di parkiran, Natha mengambil helmnya, begitu juga dengan Aksa, mereka memasang helm itu. Merka mengendarai motornya menuju tempat pembayaran parkiran.
__ADS_1
Setelah selesai mereka langsung saja pulang menuju ke rumah Natha.
Sesampainya di rumah Natha.
Mereka masuk ke halaman rumah Natha, Aksa memberikan kunci motor Keenan ke Natha. "Hati-hati, jangan ngebut." ucap Natha, Aksa hanya mengangguk, "Makasih ya, aku langsung pulang aja, dadah!" jawab Aksa, Natha hanya mengangguk. Menunggu Aksa pergi dari rumahnya, baru ia akan masuk ke dalam rumahnya.
Mobil Aksa sudah tak terlihat, ia langsung saja masuk ke dalam, di dalam rumah masih ada teman-temannya Keenan. "Nah" Natha memberikan dua bungkus rokok yang di sukai oleh Keenan, rokok Camel ungu, karena ia tahu jika teman-temannya Keenan masih ada di rumah, jadi ia membelinya dua bungkus. Teman-temannya Keenan tidak mungkin pulang awal, paling lama pulang jam dua malam, emang dasar lelaki.
"Wihh, tumben" ucap Keenan, Natha memutarkan bola matanya malas. "Tanda terimakasih gue, udah minjamin motor." jawab Natha.
"Adek lu pekaan, lah si Kate? Boro boro mau beliin gue rokok, gue minta beliin bensin aja gak mau, padahal dia yang make." ujar Tala, "Nah, berarti lu yang kurang beruntung dapet adek yang kayak gitu, haha!" jawab Cakra.
"Diem lu, anak bungsu." ucap Tala, "Sialan." sinis Cakra.
"Gue tinggal ya, nanti kalau ada apa apa panggil aja." ucap Natha, Keenan mengangguk.
Natha masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan menaruh barang barang belanjaannya tadi. Besok hari minggu, Natha akan kerja kelompok bersama teman-teman nya, mereka akan mulai dari jam sembilan pagi.
Natha telah selesai mengganti bajunya, jam sudah menunjukkan jam sebelas malam. Ia turun ke bawah untuk makan, ia merasa lapar, ia juga ingin makan mie instan.
"Mau pulang kah?" tanya Natha kepada teman-teman Keenan, teman-teman Keenan menggeleng. "Enggak, kami nginap di rumah lo, ini kami mau nyari sesuatu, kenapa? Mau ikut?" jawab Tala.
"Nginap? Oh. Enggak, gue nitip aja, apa aja yang penting makanan. Gue laper males keluar." jawab Natha juga, mereka mengangguk lalu keluar dari dalam rumah.
...***...
__ADS_1