My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 98


__ADS_3

"Yang lain bilang kalo kami harus putar balik arah, tapi gue ngelarangnya, kalo kami putar balik, yang ada kami bakal lebih masuk ke dalam hutan. Terus gue lihat sekeliling sama lihat google maps punya Rafa, di maps itu gue sama yang lain harus jalan terus, kami bakal nemuin jalan keluar dari hutan itu." ucap Natha mencoba menjelaskan ke Keenan berharap Keenan mempercayainya.


"Mereka semua gak lihat atau ginana? Cuman gue yang lihatkah? Masa gue yang salah lihat? Tapi beneran deh, itu hutan." ucap Natha lagi, Keenan mengangguk lalu tiba-tiba Mama Lian duduk di sofa kecil yang muat satu orang di dekat Natha juga.


"Udah, jangan terlalu mikirin itu, sekarang bersihin diri kamu, terus tidur, oke?" ucap Mama Lian, Natha hanya mengangguk, ia bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah kamarnya.


Di ruanh tamu hanya tersisa mama Lian dan Keenan, mereka berdua menatap Natha yang berjalan ke arah kamar, setelah Natha masuk kamar, Keenan Langsung bertanya kepada Mama Lian.


"Kenapa emang Ma?" tanya Keenan,


"Gak apa, adek kamu hanya kecapekan. Udah, sana, kamu mending tidur." jawab Mama Lian, Keenan hanya mengangguk.


//pagi hari//


Seperti biasa, Natha bersiap untuk kesekolah, kini ia sedang berada di ruang makan. Natha terlihat lesu, ia hanya makan nasi beberapa suapan, jadi mama Lian memberi bekal untuk Natha makan di sekolahnya.


Kali ini, Natha berangkat sendiri ke sekolah.


Sesampainya di sekolah, Natha Langsung berjalan ke arah kelasnya, ia merasa tidak Bersemangat untuk sekolah pada hari ini.


"Ta!" panggil Cakra sembari menarik lengan Natha, mengajaknya untuk naik ke rooftop. Di rooftop hanya ada mereka berdua,


"Ngapain lo narik gue ke sini?" tanya Natha,


"Lo gak sendiri tentang tadi malam." jawab Cakra membikin Natha bingung akibat ucapan Cakra,

__ADS_1


"Maksud lo? Lo juga lihat kalo itu hutan, bukan jalan?" tanya Natha, Cakra mengangguk sebagai jawabannya. Kan, benar jika Natha itu tidak ngelantur tadi malam, Batin Natha.


"Kenapa mereka bisa lihat kalo itu jalan? Bukan hutan?" tanya Natha lagi,


"Gue juga gak tau, tadi malam saat gue bangun gue bingung, ngapain lo berhenti di tengah hutan gitu, gue juga lihat mobil Rafa yang berhenti di depankan? Gue pikir kita salah jalan."


"Tapi yang bikin gue bingung, kalian cuman ngebahas untuk tetap ikuti maps atau putar balik. Emang kalian gak lihat di sana cuman ada hutan gelap, gue cuman diam karena gak mau bikin kalian panik di sana. Gue juga tau kalo Gabriella penakut akan hal hal kayak gitu." ucap Cakra,


"Gue yakin, salah satu dari kita, ada yang bikin masalah jadi sampai kita jadi kena kayak gitu. Masa mereka lihat itu jalan biasa? Jelas-jelas itu hutan." ucap Natha,


"Kita gak ada bikin masalah apa apa, kecuali Aksa sama Debby, tu dua orang selalu jauh-jauhan sama kita. Jadi kita gak tau dia berdua ngapain aja atau mereka berdua membikin orang disana marah." jawab Cakra,


"Maksud lo? Mahluk gaib?" tanya Natha, Cakra hanya mengangguk.


"Lo pikir deh, gak mungkin kalo kita gak ngapa ngapain, dia jadi bikin kita semua tersesat kayak gitu." jawab Cakra


"Dih, bikin gue merinding, udah lah, cepet masuk kelas, udah bel." ujar Natha lalu mereka berdua berjalan ke arah kelas. Natha dan Cakra masuk ke kelas berbarengan, mereka mendudukkan dirinya di tempat masing-masing.


***


Kini semua murid tengah istirahat, jam sudah menunjukkan ke angka dua belas siang. Natha dan teman-temannya berada di dalam kelas IPS 3, kelasnya Aksa.


Mereka asik berbicara membahas cerita random mereka, berbeda dengan Cakra dan Natha, mereka berdua hanya diam saja.


"Lo yakin gak mau bilang ke yang lain tentang kemarin?" bisik Natha di dekat Cakra, Natha duduk hampir bersampingan dengan Cakra yang di samping kanan Cakra juga ada Gabriella. Cakra hanya menggeleng, lalu Natha mengangguk saja.

__ADS_1


Natha memainkan hpnya karena ia sangat bosan jika hanya mendengarkan cerita cerita dari teman-temannya. Tiba-tiba di dalam kelas itu ada Nita dan dua temannya masuk ke dalam kelas Ips 3, kelasnya sendiri.


"Eh, tadi pagi, gue dengar dengar, papa lo bangkrut, ya? Pfthh! Kasiann," ucap Nita kepada Natha,


"Apaan sih? Ngapain lo datang datang langsung ngomong kayak gitu? Mau gue lempar sepatu, lo?!" tanya Gabriella,


"Apaan sih? Sok akrab lo! Gue ngomong sama Natha, bukan sama lo!" jawab Nita membuat amarah Gabriella semakin memuncak. Ia hendak berdiri namun lengannya lebih dahulu di cengkram oleh Cakra.


"Biarin aja, anggap saja gak ada suara." ucap Natha kepada Gabriella, Gabriella kembali mendudukkan dirinya. Sebenarnya Natha juga kesal, mengapa Nita tiba-tiba bilang seperti itu.


"Emang lo gak kasihan sama Papa lo? Udah bangkrut, terus di usir sama istri mudanya, aduhh," ucap Nita lagi,


"Ya iyalah di usir sama istrinya, orang nyokap lo cuman mau harta dari bokap gue, bukan karena emang cinta sama bokap gue. Bokap gue aja yang aneh, tergila-gila sama nenek lampir kayak nyokap lo!" kesal Natha, ucapannya membikin semua teman-temannya cengo, tidak ada yang bisa membuka suara karenanya.


"Apa? Mau marah? This is real!" ucap Natha sekali lagi,


"Lo pikir gue gak tau sama semuanya? Gue udah tau. Gue sih, lebih kasihan ke lo, gak punya bokap ya? Sampai sampai bokap gue lo ambil? Tapi gak apa sih, jika bukan karena nyokap lo, mungkin gue gak akan tau gimana kelakuan bokap gue dulu." kali ini, Nita hanya diam, bahkan Raya dan Eve juga terkejut karena hal ini. Hal ini selalu di sembunyikan oleh Nita agar tidak di ketahui oleh siapapun, tapi mengapa? Mengapa Natha tau akan hal itu?


"Udah ya, Nita, lo dulu temen gue, temen yang paling gue percaya, tapi setelah kejadian empat tahun yang lalu, gue gak mau nge-anggap lo sebagai teman gue."


"Bentar, Bentar, ini maksudnya gimana? Bisa jelasin? Lo berdua dulu temenan? Really? Hah?!" tanya Vio terheran heran. Natha menatap tajam ke arah Nita, di lihat-lihat, air mata Nita sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Cukup gue, dan dia yang tau!" jawab Natha sembari berdiri lalu pergi dari kelas itu begitu saja tanpa menjelaskan semuanya, teman-temannya sangat penasaran.


Bel berbunyi pertanda jika jam istirahat telah habis, Vio, Cakra dan Gibran juga ikut bangkit dari duduknya lalu pergi ke kelasnya.

__ADS_1


"Ta, gue mau....."


...***...


__ADS_2