My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 113


__ADS_3

"Ayo!" ucap Natha kepada Gabriella di saat Natha telah tiba di depan komplek Gabriella yang di sana sudah ada Gabriella menunggu di bawah pohon rindang.


Dua gadis itu telah sampai di depan sekolah, di saat Natha memarkirkan motornya, bell telah berbunyi, mereka berdua langsung saja menaiki tangga untuk masuk ke dalam kelasnya.


Mereka sudah berada di kelas masing-masing, Natha duduk di tempatnya, benar saja, di sana tidak ada Cakra.


"Buset dah, untung gak telat lo," ucap Vio,


"Tadi gue jemput Gabriella," jawab Natha, ia membuka tasnya untuk mengambil hp dan alat tulisnya, namun, hp Natha hanya ada satu di dalam tasnya. Hp yang jarang ia gunakan, ia mencari cari hingga ada notif di hpnya tersebut.


[Natha, hp lo di gue.] - Keenan menggunakan hp Natha


[Ck! Kenapa gak bilang sih kalo hp gue ketinggalan, sengaja ya lo?] - Natha


[Iya, sengaja.] - Keenan


[Bego! Kirimin dokumen tugas gue yang judulnya 'Lat 2 Kimia' cepetan.] - Natha


[Bentar] - Keenan


Keenan mengirimkan dokumen tugas Natha, wajah Natha terlihat murung,


"Kenapa, lo?" tanya Vio


"Hp gue di Keenan, ketinggalan bukannya di kasih tau, malah di bawa ke kampus." jawab Natha,


"Hp yang satunya?" tanya Vio, Natha mengangguk, setelah itu guru pengajar telah datang. Mereka semua belajar Kimia pada pagi hari, untung saja Keenan sudah mengirimkan dokumennya, jika tidak, ia akan kena hukum.


***


Kini mereka telah memasuki jam istirahat, Natha dan teman-temannya berada di kantin seperti biasa. Keenan lagi-lagi ngechat Natha,


[Ta, gue nanti pulang ke tempat Tala dulu, jadi jangan nyariin gue.] - Keenan


[Pedean lu, sapa juga yang mau nyariin lo?] - Natha


[Ya, siapa tau.] - Keenan


[Minimal pulang ke rumah dulu, taroh hp gue, hp gue juga mau lo bawa?] - Natha

__ADS_1


[Males, biarin di gue aja dulu.] - Keenan


[Gue ada kepentingan di hp ituu anjay, lo antar dulu kali, bentar doang juga.] - Natha


[Males, kalo mau lo aja yang ambil ke tempat Tala.] - Keenan


[Ck!] - Natha


"Nape lo? Cemberut mulu tu muka dari tadi pagi," ucap Gibran,


"Tadi di motor sama gue ceria banget, kok sekarang malah cemberut, opet mana yang menyakiti mu, nona." ucap Gabriella juga,


"Sipapasi pagaa, heung~" jawab Vio karena mendengar ucapan Gabriella 'opet'


"Keenan bego banget sumpah. Hp gue ketinggalan bukannya di kasih tau sebelum berangkat, eh ngasih taunya setelah gue udah berangkat, kan lolot." jawab Natha,


"Oalah Opet Keenan toh, gak jadi mau marahin, ganteng soalnya, haha!" ucap Gabriella,


"Mentang-mentang gak ada Cakra, bilang Keenan ganteng. Naksir lu? Ganteng kaga, ngeselin iya." jawab Natha, Teman-teman Natha tertawa mendengar jawaban dari Natha.


"Aduin Cakra gak sihh??" ucap Vio,


"Eh bego, gue bercanda ya tai, unpren lah kita." ucap Natha hendak berdiri dari duduknya dan berjalan menjauh, tapi hanya di diamkan oleh teman-temannya.


"Kenapa balik?" tanya Natha,


"Dih jahat ya lo pada, bujuk kek buat kembali lah ini? Malah di tanyain kenapa balik, unpren beneran lah kita." jawab Gabriella yang di tertawakan oleh teman-temannya. Ia benar-benar berjalan pergi untuk kembali ke kelasnya sendiri.


"Gue duluan, ya. Kasian tu bocah ngambek kayaknya, haha!" ucap Natha, ia berjalan ke arah kelas Ips 3 untuk menemui temannya yang sedang ngambek.


"Ceilah, baperan amat, atututu gemes nyaaa~" ucap Natha setelah sampai di dalam kelas Ips 3 dan menduduki tempatnya Laura yang di samping Gabriella.


"Sape lo? Gak kenal gue." tanya Gabriella bercanda,


"Wah, ya sudah, gue balik kelas gue aja. Pulang sekolah cari tumpangan sendiri, yaa, bye bye~" jawab Natha lalu ia bangkit dari duduknya,


"Eh, eh, eh, bercandaa elah, jangan dong, ntar gue pulang sama siapa coba," ucap Gabriella yang membuat Natha tertawa kencang dan mendudukkan kembali dirinya di tempat Natha.


"Heleh, balik ke kelas juga lo pada, emang udah pada habis makanannya?" tanya Natha di saat teman-teman lainnya masuk ke dalam kelas Ips 3.

__ADS_1


"Udah, kenyang." jawab Laura,


"Eh, ini agak sesat sih, tapi gak apa bagi gue, haha! Hari Sabtu nanti gue ada pelajaran Matematika, gue mau bolos, lo pada mau ikut gak?" ucap Gabriella,


"Bego! Apa apaan lo bolos bolos gitu, mau gue aduin nyokap lo?!" tanya Laura tak terima mendengar Gabriella mengajak teman-temannya untuk membolos.


"Dih, cepuan lo, orang gue ngajak yang lain juga, kalau lo gak mau ikut, ya sudah, gak usah." jawab Gabriella,


"Ih! Jangan woi! Lo kalau beneran bolos gue bilangin ke BK lo!" ucap Laura menoyor kepala Gabriella,


"Iye dah, iye, bercanda doang, tapi....cobtakin gue ya? Hehe!" cengir Gabriella, Laura memutarkan bola matanya malas.


"Usaha coba, usaha! Lo dari kelas sepuluh sampe kelas dua belas nyontek mulu, cowok lo aja pintar, masa ceweknya enggak, kebalik!" ucap Laura, teman-temannya hanya menggelengkan kepala melihat perdebatan ke dua gadis itu.


"Udah udah, bel udah bunyi noh, gue balik dulu ya..." ucap Natha merangkul Vio setelah mendengar Bell sekolah berbunyi pertanda jam istirahat mereka telah selesai.


"Tolong bawa gue dari sini! Mau pindah kelas gue kayak gini, Vio, tukeran kelas ayo!" ucap Laura,


"Males~ mending gue sekelas sama Natha di banding haru sekelas sama trio ituu~" jawab Vio menyindir Nita dan dua temannya.


"Nah, itu lebih parah sih." jawab Laura juga, Natha, Vio dan Gibran langsung saja berjalan keluar dari kelas, Tiba-tiba ada Nita dan dua temannya yang hendak masuk ke dalam kelas.


"Minggir gue mau masuk!" ucap Eve setelah Natha menghalangi jalannya, sebenarnya ia tak menghalangi, ia juga ingin keluar.


"Dih, bener ya, bedak lo tebel, makanya berani ngechat minta jemput padahal bukan siapa-siapa, haha!" ucap Natha memulai pembicaraan yang di malam minggu itu Evelin minta jemput kepada Keenan.


"Apaan sih? Sok akrab lo." jawab Eve, ia langsung bergegas ingin masuk, sepertinya ia takut hal itu akan di ketahui oleh orang lain selain Keenan, Natha dan dirinya.


"Siapa?" tanya Vio, ia bertanya karena Natha mengucapkan perkataannya tadi.


"Siapa apanya? Gak ada, udah ayo masuk ke kelas." jawab Natha mengalihkan pembicaraan, Ia langsung mengajak Vio agar masuk ke dalam kelasnya sendiri.


Sesampainya di kelas, Natha, Vio dan Gibran langsung mendudukkan dirinya di tempat masing-masing.


"Guys, ibu Rini gak bisa masuk hari ini, jadi ibu Rini cuman ngasih tugas terus di kumpulkan setelah jam pelajarannya abis." ucap Jema si ketua kelas. Ia membagikan tugasnya melalui Whatsapp grub kelas,


"Ta, tukeran tempat dong, haha!"


...***...

__ADS_1


__ADS_2