My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 125


__ADS_3

Natha dan Gabriella sekarang berada di luar rumah, ia sedang bersantai di dermaga untuk melihat sunset, sekalian untuk menghibur Natha. Mereka tak hanya berdua, Jaden dan Keenan juga ikut, katanya Healing sebentar karena tugasnya yang bikin pusing.


"Ta, gue mau beli sosis panggang, lo mau?" tanya Gabriella kepada Natha, Natha hanya menggeleng.


"Ya udah, gue tinggal beli sosis dulu ya," jawab Gabriella, "Tungguin, bareng, gue juga mau beli jus." ucap Jaden, Gabriella mengangguk. Hanya tersisa Natha dan Keenan yang duduk di kursi dermaga.


"Ta, gak mau cerita? Sini, gue dengerin." ucap Keenan membujuk Natha, Natha yang dari tadi menahan air matanya, matanya sekarang berkaca kaca. Ia tidak bisa menahan air matanya terlalu lama.


Natha berpindah duduk untuk duduk di samping Keenan, ia menyenderkan kepalanya ke bahu Keenan, Keenan merangkul Natha dan mndekapnya.


"Siapa lagi, hm?" tanya Keenan, "Adek jahat banget ya bang?" tanya Natha membuka suara.


"Gak, Adek gak jahat. Adek baik, jangan dengerin omongan orang, biarin aja dia mau ngomong gimana. Intinya jangan dengerin selagi itu gak bener." jawab Keenan, ia tahu, jika Natha tidak berbicara Lo-Gue, Natha berbicara dengan Adek-Abang. Natha benar benar tulus mengatakannya.


"Adek jahat, bang. Adek udah nyakitin banyak orang, Aksara sakit karena Adek, Saddam juga sakit karena Adek. Adek gak tau kalau Saddam suka adek. Jikalau Adek tau, Adek gak bakal ngelakuin pacaran pura-pura bersamanya. Dan sekarang, Aksa di rumah sakit sedang koma, ia tabrakan karena mikirin adek. Pertemanan Adek juga udah hancur karna Adek. Natha harus apa, bang?!" ucap Natha panjang lebar, kali ini ia sudah menangis. Ia sudah tidak kuat untuk menahan tangisannya.


"Siapa bilang kayak gitu? Lo gak sepenuhnya salah. Jangan mentang mentang dia nyalahin lo, lo jadi merasa paling bersalah sekarang. Dia juga salah, salah karena bilang kalau lo bersalah, sudah, jangan nangis, besok jangan masuk sekolah dulu. Nanti gue yang nganter Gabriella sekalian nganter surat lo." ucap Keenan, Natha menggeleng.


"Enggak. Gue mau sekolah aja, lagian mlam ini Gabriella nginap. Besok gue berangkat bareng Gabriella juga." jawab Natha, "Ya udah kalau itu mau lo. Tapi ingat, jangan terlalu memikirkan omongan orang itu, yaa!" ucap Keenan, Natha mengangguk lalu membalas pelukan Keenan.


Gabriella dan Jaden telah selesai membeli makanan, mereka berdua melihat ke arah Natha dan Keenan ang berpelukan. "Ekhem!" Gabriella berdehem. Natha dengan cepat melepaskan dekapannya, menghapus air matanya lalu menatap langit langit sore yang indah.


"Cakra mau nyusul ke sini, gak apa kan?" tanya Gabriella kepada Natha, Natha mengangguk.


Tak berapa lama, Cakra datang, tapi ia tak sendiri, melainkan bersama Rafa. Mereka memandang langit sore hingga terbenamnya matahari.


Jam sudah menunjukkan jam setengah tujuh malam, Natha dan yang lainnya memutuskan untuk pulang ke rumah Natha. Sesampainya di rumah Natha, mereka mendudukan dirinya di ruang tamu. Natha mengambil air untuk minum dan makanan ringan, mengambil buah buahan di dalam lemari, lalu membawanya ke ruang tamu.


"Nih, dimakan. Lo pada udah makan malam belum?" tanya Natha,

__ADS_1


"Udah tadi." jawab Keenan, "Gue gak nanya lo!" jawab Natha ke Keenan. Teman-teman nya tertawa menertawakan kedua adik kaka itu.


"Udah kok, dirumah tadi abis pulang sekolah." jawab Rafa dan Cakra. Natha mengangguk, "Bentar, gue mau ngambil charger dulu, ya." ucap Natha, Gabriella mengangguk mengiyakan ucapan Natha.


Natha masuk ke dalam kamar, meng charger hpnya lalu menaruhnya di atas nakas samping kasur. Ia menghela nafas kasar, ia masih tak menyangka kejadian hari ini akan terjadi. Bagaimanapun juga, Natha harus menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa harus melibatkan orang lain. Gara-gara dirinya, Gabriella juga ikut dalam masalah dirinya.


"Lo pasti bisa, Natha, lo pasti bisa ngelewatin nya sendirian." ucap Natha pada dirinya sendiri. Natha keluar dari kamar, membawa HP satunya yang tidak ia charger lalu berjalan ke arah ruang tamu yang di sana ada teman temannya sedang menonton televisi.


"Tadi gue bilang dimakan nih ciki cikiannya, bukan malah di anggurin dong. Lo pada tuh sebenarnya mau, tapi malu, ya kan?" ucap Natha, teman-temannya terkekeh, begitu juga dengan Keenan.


"Gue ambil ini ya?" ucap Gabriella, "Ya, ambil. Gue udah ngambilin makanannya masa gak lo makan. Gak ngehargain pemberian gue ya lo pada?" jawab Natha, teman temannya masing masing membuka snacknya.


Jam sudah menunjukkan jam sembilan malam, teman-temannya berniat untuk pulang ke rumah masing-masing. Sebenarnya mereka hendak pulang jam sebelas malam nanti, tapi Cakra di suruh Mamanya membelikan susu bubuk untuk adeknya.


"Kami pulang ya, makasih makanannya!" ucap Cakra dan Rafa. "Iya, Hati-hati, jangan ngebut!" jawab Gabriella. Mereka semua telah pulang, Natha, Gabriella, dan Keenan kembali masuk ke dalam rumah.


"Gue ke kamar duluan." ucap Keenan yang di angguki oleh Natha. "Ta, gue numpang ke toilet bentar ya? Kebelet gue" ucap Gabriella.


***


Jam sudah menunjukkan jam dua belas malam, Natha dan Gabriella masih setia duduk di ruang tamu menonton film horor. Mama Lian sudah pulang di jam sebelas tadi, Mama Lian juga ikut menonton film horornya.


"Huaa!" teriak Gabriella dan Natha berbarengan di saat hantunya muncul secara tiba tiba. "Hei, shut!! Udah malem, jangan teriak teriak." ucap Mama Lian.


"Hehe, maaf Ma/Tan" jawab Gabriella dan Natha berbarengan. Setelah selesai menonton, mereka kembali ke kamar masing-masing. Natha dan Gabriella merebahkan dirinya di kasur Natha, mereka memainkan hpnya masing-masing.


"Gab, Aksa ngechat gue, bales gak?" tanya Natha yang memperlihatkan layar hpnya ke Gabriella. "Bales aja kalau lo mau, kalau lo gak mau bales, ya udah, biarin aja." jawab Gabriella kembali fokus ke hpnya.


[Hi, Ta] - Aksa

__ADS_1


"Eh? Bentar, bukannya Aksa koma ya? Udah siuman kah?" bingung Gabriella.


"Kayaknya, tapi masa langsung mainin HP sih?" tanya Natha juga bingung. Natha berfikir jika itu bukanlah Aksa, melainkan Vio, atau Bunda Ghita.


[Iya?] - Natha


[Kapan kapan mau jengukin aku gak? Di rumah sakit, hehe.] - Aksa


[Emang gak apa?] - Natha


[Gak ada yang ngelarang kok. Kalau kamu mau ke sini, nanti aku share lock.] - Aksa


[Lo udah siuman? Emang boleh langsung main HP? Gak di larang sama dokternya?] - Natha


[Cie, nanyain mulu, masih suka ya? Hehe.] -Aksa


[Aku udah siuman dari tadi pagi sekitar jam sepuluh gitu. Jadi sekarang udah di bolehin sih, tapi gak boleh lama, hehe.] - Aksa


[Oh, nanti deh, gue jengukin, sama Keenan gak apa?] - Natha


[Boleh kok, sama Mama juga gak apa, hehe.] - Aksa


[Mama gak mungkin bisa, dia sibuk.] - Natha


[Oh oke, aku share lock ya? Kapan kapan kalau gak sibuk kesini hehe. Maaf kalau maksa banget buat ketemu sama kamu.] - Aksa


[Iya, share lock aja. Gue mau tidur dulu, besok masih sekolah.] - Natha


[Oke, goodnight!] - Aksa

__ADS_1


...***...


__ADS_2